ibu teladan : tribute to mom 12 desember 2012

Standar

13578731271228782917

(senyum manis dan semangat berkarya dari 15 finalis ibu teladan tribute to mom versi majalah noor tahun 2012 menebar inspirasi bagi sesama. malam penganugerahan disaksikan oleh para pembaca setia dan perwakilan komunitas perempuan serta wartawan berbagai media massa. ditulis oleh dewi laily purnamasari)

Menjadi salah satu finalis Ibu Teladan 2012 sangat tak terbayangkan. Wah … sungguh bersyukur, Alhamdulillah dalam ajang Tribute to Mom yang digagas oleh Majalah Noor aku, dewi laily purnamasari diberi kesempatan untuk bertemu dengan ibu-ibu hebat yang sarat prestasi. Predikat juara menurut penilaian pribadiku bukan satu-satunya tujuan diadakannya kegiatan ini. Namun, menggali beragam pengalaman inspiratif dari setiap ibu yang menjadi kandidat itulah yang penting. Inspirasi bisa membuat kita mendapat energi baru untuk terus berkarya dan meraih prestasi (walau tidak harus disematkan sebagai lencana atau piala).

13578709481064912482

Foto satu : Saat diminta memberikan tanggapan atas diselenggarakannya acara Tribute to Mom oleh Majalah Noor tahun 2012

Seorang ibu sangatlah penting dan strategis perannya dalam kehidupan keluarga. Pun demikian dalam konteks kemanusiaan dan kehidupan sosial serta berbangsa dan bernegara. Amanah menjadi seorang ibu adalah anugerah terbesar bagiku dan juga bagi para finalis yang sempat berbincang akrab denganku saat menunggu waktu penjurian.

13578710071186400291

Foto kedua : Sama-sama hobi menulis tapi dengan gaya yang berbeda … Aku non fiksi dan Mba Tyas spesialisasi fiksi

Asih Purwaningtyas Chasanah, ibu empat orang anak, istri dari penulis terkenal Gola Gong. Mba Tyas, aku memanggilnya juga seorang penulis dan pendiri komunitas Rumah Dunia di Serang Banten. Kami berbincang ‘umplek’ karena ternyata minat kami sama, yaitu sama-sama tertarik dengan pendidikan anak yang lebih berkarakter dan membebaskan. Ha3 … sampai-sampai Yudiana Tirta salah satu wartawan Majalan Noor mengira kami sudah kenal lama … Padahal baru hari itu kami bertemu muka.

Saat menunggu dirias oleh tim make up Wardah, aku sempat berbincang asyik dengan Yasteti Fahmi istri dari Brigjen (Purn) Fahmi Firdaus. Bu Teti ternyata sama denganku sebagai wali murid di SD Islam PB. Soedirman Cijantung. Guru dan wali kelas anaknya pun sama dengan anakku walau berbeda lebih dari 10 tahun. Asyiknya kami berbincang tentang masa-masa menemani anak-anak bersekolah di tingkat SD. Sebagai ibu sangat perhatian menemani proses belajar anak-anaknya. Anak-anak kamipun ternyata punya guru favorit yang sama yaitu Bapak Sungadi, MM. Ah … Begitu mudahnya Allah SWT mempertemukan kami dalam silaturahim yang indah ini. Bu Teti meraih penghargaan Ibu Teladan IV.

ibu teladan tribute to mom majalah noor

Foto ketiga : Berfoto sebelum acara final bersama dewan juri. Bu Teti berdiri di tengah dengan senyum keibuan yang ramah.

Tak disangka loh … Aku bisa berbincang seru tentang Blue Economy bersama Dewi Smaragdina. Ya Allah … Subhanallah … Ternyata kami sama-sama pernah sekolah di kota Cirebon tercinta. Walau beda sekolah, namun kenangan kami tentang kota kecil yang indah itu begitu mendalam. Jadilah hampir setengah jam lebih kami berdiskusi tentang kota Cirebon juga tentang forum ekonomi yang digagas oleh Mba Dewi. Aku memiliki minat terhadap green building and eco architecture (karena latar belakang pendidikan arsitektur di ITB) berkoneksilah dengan Mba Dewi yang sangat mumpuni di bidang blue economy. Senangnya hati ini bisa bertukar kartu nama dan bersepakat untuk melanjutkan silaturahim dalam forum-forum peduli lingkungan. Aku juga mengundang Mba Dewi untuk suatu hari mampir di kampus CIC dan ISIF di Cirebon tempatku mengajar bisnis manajemen (terutama kajian perempuan dan ekonomi). Mba Dewi meraih penghargaan Ibu Teladan I.

Seorang ibu hebat lain yang berbincang seru denganku adalah Wylvera Windayana. Seorang penulis dan anggota Komunitas Emak-emak Blogger. Kami mengobrol dimulai dari hal lucu … Aku merasa datang terlalu pagi dari jadwal jam sepuluh. Ternyata … Mba Wiwiek sudah lebih dahulu datang dan jadilah kami mengobrol tentang aktivitas yang ditekuni. Ya … kami sama-sama suka mengajar. Mba Wiwiek mengajar sukarela di sebuah sekolah dasar tentang jurnalistik. Aku sungguh terinspirasi untuk lebih semangat lagi aktif di kegiatan sosial terutama mengajar ibu-ibu menulis di komunitas yang menjadi mitra Fahmina Institut Cirebon. Mba Wiwiek meraih penghargaan Ibu Teladan III.

1357872021825027377

Foto keempat : Pose bersama ternyata hobi yang sama dari para finalis. Dewi Smaragdina duduk paling kanan dan Wylvera Windayana duduk paling kiri.

Satu lagi pengalaman tak terlupakan adalah saat seluruh finalis tampil di panggung, aku berdiri tepat di sebelah kiri Helvy Tiana Rosa. Ingatanku kembali pada sepuluh tahun yang lalu, saat aku bersama Asma Nadia (adik kandung Mba Helvy) menjadi juara Ibu Teladan versi Softener So Klin. Saat berbincang di ruang ganti, aku jadi tahu Mba Helvy punya kebiasaan yang sama denganku yaitu tak terlalu suka berdandan dan ber-make up. He3 … Ketika ditawari untuk didandani aku dan Mba Helvy memilih menjadi peserta terakhir. Sungguh Allah Maha Kuasa … Dipertemukannya pula aku dengan seorang penulis hebat yang juga telah mendapat award dari Republika. Tak berlebihan bila Majalah Noor dan BRI memberi Mba Helvy penghargaan Ibu Inspiratif.

Rasa kagumku juga pada lima orang juri yang telah bekerja keras menggali beragam pengalaman dari para kandidat. Amani Lubis seorang profesor di UIN Jakarta, Retno Wahyuni Wijayanti wakil presiden di bank BRI, Ratih Sanggarwaty redaktur ahli Majalah Noor, Jetti R. Hadi pemimpin redaksi Majalah Noor, dan Anna Rochana Rohim ibunda Ary Ginanjar Agustian pendiri ESQ. Bu Tila memberikan sambutannya di Puri Ratna, Hotel Sahid Jaya Jakarta dengan mengingatkan kita atas perjuangan kaum ibu sebagai bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan Republik Indonesia. Perempuan Indonesia di masa kini tentu harus juga memiliki semangat juang yang sama untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s