jadi ayah hebat, siapa takut ?

Standar

Gambar

(proses pendidikan dalam keluarga akan berhasil baik, jika ayah turut berperan aktif sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anak. ditulis oleh dewi laily purnamasari.)

Ketika para Ayah banyak yang alergi dengan tangisan, popok basah, tumpahan bubur, keluh kesah, setumpuk cucian baju-piring, tugas sekolah,  tidak begitu dengan Ayah yang hebat ini. Kalian sering digendong ‘dininabobo’, dibacakan ayat Al Quran dan doa, ditemani tidur. Begitupun, kala Ibu harus keluar kota dan menginap beberapa hari (workshop , lokakarya, atau menjenguk famili sakit) Ayah yang baik ini tak keberatan mendapat ‘double job’ he3 … mengurus anak-anak.

Saat proses kelahiran anak ketiga : Ayah penuh kasih ini terus berada di sisiku mendendangkan doa-doa terbaik agar proses persalinan berjalan lancar. Maklum saat itu aku harus menjalani operasi cesar dan pengambilan kista di indung telur.

Ayah penyayang ini tak pantang menyerah, senantiasa mengajak kalian dalam kebaikan. Shalat berjamaah, tadarus Al Quran, bersilaturahim, dan yang paling berkesan adalah itikaf di masjid saat sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Seru! Kaka, Mas dan Teterh jadi tahu suasana syahdu sepertiga malam. Ayah yang lembut ini mengajak kalian mengenal rumah Allah : masjid-masjid keren seperti  Istiqlal, Sunda Kelapa, At Tin, dan  Al Azhar (Jakarta) At Taqwadan Agung Kesepuhan (Cirebon), Agung Solo, Agung Yogyakarta, dan Agung Surabaya.

Pekerjaan menggendong dan mengajak anak-anak bermain adalah kesenangan tersendiri buat Ayah yang bugar. Kaka, Mas dan Teteh puas merasakan pelukan mesra dan ayunan lembut ayahnya. Malah … Saat aku masih dalam proses pemulihan pasca operasi cesar, anak-anak lebih sering di gendong ayahnya.

Saat sakit selama 7 hari, Ayah yang sabar ini sengaja mengambil cuti menemani di rumah sakit. Waktu pendaftaran sekolah baru, Ayah cerdas ini bersemangat mencari info sekolah, mengantar tes, dan mengantar hari pertama, plus mengambil raport. Ingatkah kalian ketika Ayah asyik ini menemani berenang, bersepeda, menjelajah kampung di sekitar komplek, menyusuri Sudirman-Thamrin di car free day, membeli buku, belajar internet, bermain di sawah dan sungai di kaki gunung Ciremai, kemping di Palutungan, menyantap es krim dan pizza, nongkrong di bakul nasi liwet, naik kereta ke Cirebon, naik pesawat ke Balikpapan, naik mobil ke Solo, naik kuda di Tawangmangu. Oh … sungguh kenangan indah tak terlupakan.

Si sulung yang hobi naik sepeda ditemani ayah berkeliling TMII pada minggu pagi. Remaja akan sangat bangga bila dianggap sahabat. Ya … Ayah hebat ini berusaha untuk menjadi sahabat yang baik bagi anaknya. Anak kedua yang senang berenang sangat antusias bila ‘nyemplung’ ke kolam bersama Ayah-nya sampai lupa untuk segera naik walau badannya sudah menggigil kedinginan. Menikmati suasana ceria bersama anak-anak selalu dilakukan terutama saat waktu luang di akhir pekan atau saat liburan sekolah. Berenang adalah aktifitas yang membuat anak-anak semakin akrab dengan Ayah mereka.

Sering ku mendengar kata ‘kekerasan di dalam rumahtangga’ : namun, Ayah hebat ini begitu berhati-hati dalam bertindak. Betapapun kecewa dan marah, tak pernah ia berlaku keras / kasar kepada keluarganya. Hanya raut wajah tampan-nya berubah keruh atau kehilangan senyum manis. Kami semua akan tahu kalau Ayah sedang gundah. Biasanya setelah mengendap, barulah Ayah demokratis ini akan mengajak bicara -dari hati ke hati- apa masalah yang membuat hatinya tak nyaman. Kami merasa nyaman dan sangat menghormatinya. Kami akan segera meminta maaf karena Ayah pemaaf  ini hampir selalu mendahului meminta maaf kepada kami.

Ketika, teman-teman banyak yang ‘nge-gosip’ aneka kejelekan dan kekurangan suami, bapak dari anak-anak mereka : sungguh aku kehabisan kata untuk selalu mencari dan menceritakan semua kebaikan suami tercinta. Bukan ‘narsis’ loh! tapi demikianlah adanya …

Terima kasih untuk semua-nya… semoga Allah SWT memberikan surga-Nya yang terindah.  Semoga kelak kita tetap berkumpul di surga bersama orang-orang shalih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s