prof. mom pilihan hidupku

Standar

Gambar

(bersama anak-anak tersayang dan suami tercinta : keluarga adalah prioritas utama, kebahagiaan di dalam keluarga akan memberi efek positif bagi kesuksesan dalam segala aktivitas di ruang publik. ditulis oleh dewi laily purnamasari.)

“Sebagai perempuan, kiprahnya sangat beragam. Mulai dari Wakil Direktur Fahmina Institute, Direktur Akademi Perdagangan Widya Dharma (APWD) Cirebon, Wakil Ketua DPD PAN Kota Cirebon, hingga pernah menjadi Caleg DPR RI dan calon Walikota Cirebon. Tapi coba tanya apa profesi utamanya, dengan tegas ia akan menjawab, ‘Saya seorang Ibu, Yang lainnya profesi sampingan.” Dewi Laily Purnamasari : Ibu Profesional (dikutip dari majalah NOOR edisi Juni 2006).

Pandangan bahwa menjadi Ibu juga harus profesional sehingga bergelar Prof. Mom (Proffesional Mother) … karena Ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Ibu juga CEO di dalam rumahtangganya. Ibu sebagai Co-Pilot dari pesawat bernama pernikahan bersama suami bekerjasama menerbangkan cita-cita setinggi langit, sukses dunia akhirat, bahagia hingga kelak sampai di surga-Nya yang terindah. Profesi Ibu adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional. Tentu … banyak tantangan yang dihadapi. Bagaimana tidak ? ketika bersekolah bahkan setingkat pascasarjana pun tak ada sekolah menjadi Ibu. Namun, tak tertutup untuk berusaha keras mencari ilmu, memahami, lalu menjalankannya.

Membaca Al Quran dan Hadits yang berkaitan dengan peran Ibu sangatlah penting. Lalu buku-buku ilmu pengetahuan tentang pendidikan anak, kesehatan, lingkungan, psikologi, teknologi, sosial-ekonomi-hukum, bahkan politik pun harus terus dilakukan. Pengalaman ku ketika tinggal di Bintaro, aku membuka Posyandu, PAUD, dan taman bacaan. Alhamdulillah … balita yang dapat dilayani sekitar 75 anak dan 40 anak mengikuti kelas PAUD gratis. Semula mereka belajar dan bermain di garasi serta ruang tamu rumah ku. Puji syukur … Allah Yang Maha Kaya memberi tempat yang lebih nyaman dua kapling tipe 21/72. Di komunitas inilah Ibu-ibu dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menjalankan profesinya sebagai Ibu. Oya … sebagian besar buku di taman bacaan adalah milik anak-anak ku. Aku bangga dan senang sekali karena mereka telah mengerti konsep berbagi dan maju bersama.

Saat ini, di tempat tinggal yang baru, aku juga turut menjadi relawan di sebuah taman kanak-kanak. Aku menjadi guru di kelas usia 3-4 tahun. Selain mengajar, aku mencoba untuk memberikan ilmu tambahan bagi orangtua murid berupa seminar pendidikan dan kesehatan anak. Misalnya, pada bulan lalu diadakan seminar bertema ‘Mendidik Anak dengan Cinta’. Insya Allah pada bulan Februari nanti akan dadakan seminar dengan tema ‘Baca Buku Yuk! Cara Cerdas Membangun Generasi Unggul’. Aku senang orangtua murid sangat antusias mengikuti kegiatan seperti ini.

Pengalaman lain yang membuatku sangat bersyukur dengan pilihan hidup sebagai Prof. Mom adalah aku, dewi laily purnamasari dapat mengikuti dengan seksama perkembangan ketiga anak ku sebaik-baiknya. Ku kirim pengalaman dua anak laki-laki ku yang mudah beradaptasi ke Majalah Ayahbunda “Kaka dan Mas sering aku ajak seminar, lokakarya, dan diskusi baik di dalam maupun di luar kota. Mereka sudah aku bawa bahkan sejak dalam kandungan. Mungkin karena pengalaman ikut kegiatanku di usia sangat dini, mereka jadi terbiasa ‘enjoy’. Dalam perjalanan menuju lokasi anak-anakku melakukan permainan, bernyanyi bersama, menghafal doa atau berbincang dengan penumpang lain. Di samping juga menyediakan buku-buku bacaan. Di tempat acara, boleh jadi mereka adalah peserta tercilik he3 … Alhamdulillah, mereka tidak rewel dan terlihat mudah menyesuaikan diri. Selesai acara, mereka akan ku ajak keliling untuk mengenal lingkungan baru seperti bangunan, makanan dan minuman, jenis busana, kerajinan tangan, bahasa daerah tertentu. Semua berguna untuk menambah pengetahuan mereka.”

Begitupu pengalaman dengan anak bungsu ku. Gadis cilik berumur tiga tahun ini sangat enerjik dan lincah. Teteh suka sekali bermain di luar rumah. Aku sering hanya pergi berdua saja dengannya (Oya … Kaka dan Mas harus konsentrasi dengan sekolah mereka kan ?), bahkan ke luar kota. Naik kereta api atau pesawat, Teteh sangat menikmati. Ada kejadian yang sangat ku kenang, saat di Solo hampir setiap hari Teteh minta naik odong-odong di alun-alun Keraton. Ku gendong kain lalu naik sepeda atau naik becak. Tak lupa, Teteh minta berhenti di depan kandang kebo bule hi3 … antusias sekali Teteh memberi makan kangkung beberapa ikat.

Alhamdulillah … Ya Allah Yang Maha Suci, Maha Pencipta Yang Paling Baik, aku dianugerahi anak-anak yang sehat, cerdas, dan baik. Semoga aku mampu bersyukur sebagaimana Engkau telah memberikan doa dalam Al Quran “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim.” (QS. Al Ahqaf 46 : 15).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s