buku membawaku bertemu tiga ibu negara

Standar

1337072778227053033

(bertemu ibu tien soeharto saat menjadi peserta perwakilan pramuka kwarcab kota cirebon dalam raimuna dan kanira nasional tahun 1987 di cibubur jakarta . berkesempatan diundang ke istana negara oleh ibu ainun habibie sebagai wakil organisasi tiara kusuma kota cirebon. diminta bantuan sebagai konsultan manajemen oleh ibu sintha abdurahman wahid dalam menataulang organisasi puan amal hayati. ditulis oleh dewi laily purnamasari)

Tahun 80-an saat SMA aku, dewi laily purnamasari senang sekali ikut kegiatan Pramuka. Inspirasiku tentang kegiatan di Pramuka adalah buku petualangan Lima Sekawan. Seluruh bukunya aku miliki dengan jalan menabung. aku rela kelaparan tidak ‘jajan’ di sekolah : uangnya ditabung untuk membeli buku kesayanganku seharga Rp.1.800,-.   Jabatan bergengsi (he3 … menurut ku loh!) sebagai Sekretaris DKC Kota Cirebon memberiku jalan mengikuti beragam kegiatan (lokal – regional – nasional) dan saat menjadi anggota DKD Jawa Barat bahkan aku bisa mengikuti kegiatan internasional.

Saat mengikuti kegiatan di TMII aku mendapat tugas mengawal podium (berdiri di kanan) yang akan digunakan oleh Ibu Tien Soeharto untuk berpidato. Wah … senangnya hati ini. Terlebih, acara ini disiarkan langsung di televisi (waktu itu cuma ada TVRI). Kali lain aku mejadi fotografer di acara Raimuna Kanira Nasional bertempat di Cibubur. Aku berkesempatan memotret Presiden RI Soeharto dan Ibu Negara. Hasil jepretan ku mendapat apresiasi dari para pembina Pramuka di Kota Cirebon.

Cerita lain tentang buku adalah kesukaanku membaca buku sejarah dan politik. Nah … buku-buku itu membuatku aktif menulis di media massa lokal. Tak disangka aku diajak menjadi anggota sebuah organisasi bernama Tiara Kusuma sebagai pengurus bidang pendidikan. Suatu hari aku diajak untuk mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional Tiara Kusuma di Istana Negara tahun 90-an. Wow … supraise! Aku bisa berjumpa sekaligus bersalaman dengan Ibu Ainun Habibie istri Presiden BJ. Habibie.

Pengalaman menarik lainnya, karena buku pula aku bekerja sama dengan Ibu Sinta Abdurrahman Wahid. Aku diminta untuk berbagi tentang pengelolaan manajemen sebuah LSM. Beliau memiliki sebuah organisasi LSM perempuan bernama Puan Amal Hayati. Saat menjadi dosen dan direktur di APWD Cirebon, aku akrab dengan buku-buku manajemen dan agama. Aku juga aktif sebagai peneliti di LSM Fahmina Institute Cirebon. Satu penelitianku tentang APBD Kota Cirebon dan kebijakan publik yang sensitif gender telah menginspirasi lahirnya sebuah buku berjudul Bukan Kota Wali : Relasi Rakyat-Negara dalam Kebijakan Pemerintah Kota yang terbit tahun 2000-an.

Alhamdulillah … Berkat rahmat dan karunia-Nya, aku dapat bertemu dengan 3 Ibu Negara. Buku pula yang membuka jendela duniaku sehingga mampu berkarya di tengah-tengah masyarakat, menulis, dan bersilaturahim dengan berbagai kalangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s