tuti sulastri ibu teladan dari kota cirebon

Standar

Gambar

(berprofesi sebagai dosen di fakultas hukum universitas unswagati cirebon dan aktif di organisasi ikatan istri dokter indonesia cabang kota cirebon, menjadikan bunda tuti sulastri teladan bagi perempuan di kota cirebon. ditulis oleh dewi laily purnamasari)

Keteladanan perempuan dalam kehidupan sangatlah diperlukan. Betapa banyak jejak langkah perempuan yang tercatat tinta emas dalam lubuk hatiku. Hj. Tuti Sulastri, SH. MH adalah salah satu perempuan sumber inspirasi dan teladan sangat aku sayangi. Istri dari dr. H. Surachman, Sp.KK setia mendampingi suami hingga 30 tahun pernikahan. Suami tercinta berpulang kerahmatullah disaat Bunda Tuti masih menempuh akhir pendidikan sarjananya di usia 48 tahun.

Bunda Tuti kelahiran Kuningan tahun 1950, seorang ibu dari empat anak perempuan dan satu anak laki-laki. Dua anak perempuannya bergelar magister manajemen, satu anak perempuannya seorang dokter sebentar lagi bergelar magister kesehatan masyarakat, anak bungsunya adalah sarjana ekonomi yang sedang menempuh program pascasarjana ilmu ekonomi, dan anak laki-lakinya juga telah menyelesaikan pascasarjana di bidang teknik lingkungan.

Menarik dan patut ditiru semangat Bunda Tuti untuk belajar, Beliau menempuh pendidikan sarjana pada usia 45 tahun dan lulus empat tahun kemudian. Berbekal hasil belajar yang baik, beliau menjadi asisten dosen di almamaternya. Hebatnya lagi, ketika telah berusia kepala lima, beliau melanjutkan kuliah pascasarjana dan kini telah menyelesaikan pendidikannya. Bunda Tuti menjadi dosen spesialisasi etika profesi hukum dan hukum adat.

Dewi Laily Purnamasari adalah anak pertama dari Bunda Tuti. Aku sangatlah bersyukur dianugerahi  Allah SWT seorang ibu yang begitu lembut, penuh kasih sayang, cinta tulus, perhatian, dan sangat mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya. Walau Ayah tercinta telah berpulang (saat masih ada anak yang kuliah dan baru satu saja yang menikah), Bunda Tuti tetap teguh dan bersemangat mengantar anak-anaknya menuntaskan pendidikan, menikahkan, bahkan sampai meraih gelar pascasarjana. Kini di sela kesibukannya sebagai kepala bagian ekstrakulikuler kampusnya, Bunda Tuti masih sempat menemani para cucu dan mengikuti kegiatan sosial keagamaan. Bahkan silaturahim kepada karib kerabat kerap Beliau lakukan tanpa rasa lelah. Wah … salut loh! Bunda Tuti masih menyetir sendiri mobilnya bila pergi ke kampus untuk mengajar.

Rasa terharu dan airmata sering menetes atas segala kebaikan dan do’a beliau untukku. Setiap masa ujian aku ingat betul, beliau akan membacakan surat Yaasin dan do’a ’special’ untukku tepat pada jam ujian. Oh … sungguh indah ikatan batin ibu – anak yang terjalin melalui do’a yang dipanjatkan kehadirat Illahi Rabbi Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Alhamdulillah, aku merasakan kemudahan dan kesuksesan dalam menempuh setiap ujian. Hal inilah yang kini aku lakukkan juga untuk anak-anaku : setelah berusaha keras dengan belajar, maka do’a ku untuk anak-anak adalah jembatan batin yang sangat indah. Ketenangan hati, kesabaran, dan kemudahan dalam melaksanakan ujian dapat dirasakan oleh mereka, amin …

Bunda Tuti paham benar bahwa mendidik anak perempuan harus sama baiknya dengan mendidik anak laki-laki. Hadits Rasulullah SAW dari Anas, Beliau bersabda : “Barangsiapa mengasuh dua orang anak perempuan sampai dewasa maka kelak pada hari kiamat aku dan dia seperti dua jari ini.” Beliau merapatkan jari jemari. (HR. Muslim). Semoga kelak Bunda Tuti mendapatkan pahala sebagaimana yang telah Allah SWT dan Nabi SAW janjikan. Suraga terindah dari-Nya atas segala kebaikan Bunda kepada kami anak-anaknya.

Perempuan harus berdaya, harus cerdas – pintar, harus mampu menjadi panutan, harus bisa menopang keluarga, harus menjadi pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya adalah pesan dari Bunda Tuti yang melekat erat dalam pikiran dan perasaanku hingga saat ini. Perempuan harus berprestasi … dan Bunda Tuti telah membuktikannya.

Gambar

Bunda Tuti adalah teladan bagi keluarga, sebagai istri yang sangat dicintai suami, sebagai ibu yang sangat sayangi anak-anak, sebagai dosen yang dihormati para mahasiswa, sebagai perempuan yang diakui prestasinya oleh masyarakat, dan semoga Bunda Tuti juga dimuliakan Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak, amin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s