ide kreatif kelola sampah rumah tangga

Standar

Gambar

(sampah rumah tangga perlu dikelola dengan bijak. tugas kita sebagai penghuni bumi adalah meminimalisir sampah agar tak mencemari lingkungan. pemilahan sampai pengolahan menjadi lebih bermanfaat adalah tanggungjawab kita. kalau bukan kita, siapa lagi ? ditulis oleh dewi laily purnamasari)

Sampah rumah tangga atau sampah domestik menjadi perhatian khusus dalam ajang kelas diskusi online di grup facebook ‘komunitas ibu-ibu doyan nulis’. Penanggung jawab diskusi, Dewi Laily Purnamasari memberikan kesempatan kepada anggota grup untuk berbagi pengalaman ‘bagaimana menangani sampah di rumah masing-masing ?’

Wah … Ternyata respon ibu-ibu (yang sebagian besar adalah ibu rumahtangga) sangat besar. Ada lebih dari 30 komentar cerdas yang patut dijadikan rekomendasi. Yuk! Kita simak apa saja komentar mereka ?

Rinzay Sari : Alhamdulillah di rumah belum ada anak kecil. Rumah jika sudah disapu dan dipel, kaya dimanaaa gituh, sejuk, nyaman. Secara, dihalaman ada pagar tanaman dan 2 pohon kelapa yang sedang berbuah banyak. Tapi, jika keponakan kecil ku yang 3 orang datang, wuiisssss…Rumah seperti kapal pecah!Kertas, bungkus permen, ceceran es krim, celana kotor bekas pipis, buat saya bad mood. Nah, saya searching di internet tips biar anak disiplin bung sampah. Caranya yaitu setiap sampah yang dibuang ke tempat sampah dapat 1 permen atau coklat. Alhamdulillah manjur.Dengan teratur kalo mau buang sampah di rumah colek dulu, terus bilang:”Tante, ini sudah dibuang sampahnya. Permennya mana?”

Erfi Susanti : Wow….kalau rumahku setiap hari berserakan dengan mainan, karena masih punya dua balita. Aku ga ambil pusing tuh….yang penting anak-anak senang main. Kami di rumah menyediakan bak sampah di dapur, teras, belakang rumah. Jadi kalau ada sampah diletakkan di tempat sampah tadi. Kalau hari minggu biasanya kebersihan baik di dalam maupun di luar rumah.

Haeriah Ummu Abdillah : di rumah saya menyediakan 3 tempat sampah. Kenapa 3? karena dapatnya dari warisan penyewa rumah terdahulu, hehehe. Berhubung kami tinggal di flat lantai 4 jadi rumahnya cukup mungil sehingga cukuplah tempat sampah segitu. tempat sampahnya kutebar di 3 tempat. 1 di dapur untuk menampung sampah basah hasil olahan makanan kami. 1 di teras tempat anak2 suka ngumpul sambil menikmati pemandangan dari lantai 4 dan 1 nya lagi di perbatasan antara ruang tengah dan dapur. Alhamdulillah anak2 terbiasa membuang sampah di tempatnya meski masih saja terkadang harus diingatkan. Yg plg susah ialah mengingatkan mereka agar tidak membuang sampah dari teras. Entah mengapa mereka lebih suka membuang ke bawah daripada menaruhnya di tempat sampah yang sudah kusediakan di sana. “Abis seru, melihat kertas2nya beterbangan” alasan anakku kalau kutanya…..

Anna Permatasari : Rumahku bukanlah rumah yang konclong sekali. Maklum terlalu banyak barang titipan temen2 yg pulang sementara ke tanah air. Untuk kemudian diambil lagi karena melanjutkan jenjang kuliah berikutnya.Tapi kalau urusan tong sampah, Alhamdulillah ada di mana2. Kamar mandi ada 2, setiap kamar mandi ada tong sampah bertutup ukuran kecil. Antara ruang tamu dan meja makan juga ada tong sampah kering. Biasanya untuk kertas-kertas bekas anak2 gambar, flyer, resit2 yg udah nggak dipake, atau anak2 main gunting2 kertas, origami dll…. Di dapur ada lagi tong sampah yang memang biasanya untuk sisa sampah bahan2 dapur. Ada yang kering ada juga yang basah. Dulu pernah saya coba pisahkan, tapi hanya bertahan sebentar… hehehe. Walau bagaimanapun, saya selalu mengumpulkan bahan2 plastik bekas seperti bekas tempat kue, toples, botol, tempat sabun, shampoo, dll dan dijadikan satu. Demikian pula utk kotak2 karton bekas kue, makanan atau apapun yang berdasarkan kertas. Kalau sudah banyak akan saya bagi ke seorang PRT di lantai dasar yang selalu rajin menjualnya kepada tukang loak barang bekas. Maklum rumah saya di atas tingkat 2 agak susah kalau hrs standby nungguin tukang loak….^^ Oh,ya sampah2 itu akan saya buang bersamaan (yang di kamar mandi, ruang tengah dan dapur) sehingga menjadi ikatan besar dalam kantong plastik. Ini yg masih menjadi permasalahan sy, ternyata akhirnya saya masih membuangnya dlm kantong plastik! Kadang kantong plastik khusus sampah (di sini warna hitam atau biru muda). Tetapi kadang menggunakan kantong plastik apa saja yg agak besar. Kalau tidak, bagian pembuangan sampah apertmen akan kesukaran membuang sampah kalau dibuang tidak diikat dengan rapi. Lalu bagaimana sebaiknya, ya?

Suci Rahayu Mar’ih : Kalau di rumah sudah mulai mengelompokkan sampah, si kecil juga sudah mulai mengerti kemana harus membuang sampah sesuai pengelompokan. untuk sampah kering seperti kertas, kemasan makanan saya sengaja tempatkan di dalam rumah, tas plastik bekas belanjaan selalu saya lipat dan dikumpulkan untuk digunakan lagi di hari-hari mendatang, untuk sampah basah saya tempatkan di depan dapur, kemudian sebagian yang memungkinkan diolah saya masukkan ke dalam lubang biopori menjadi kompos, lumayanlah sudah menjadi kompos sebanyak 1 ember yang siap pakai sebagian lagi saya kumpulkan (nasi sisa, potongan sayuran) untuk saya berikan kepada seseorang yang memang membutuhkan sisa makanan tersebutr sebagai bahan baku pakan ternaknya, sedikit namun bermanfaat ya. sedangkan lubang-lubang biopori ini juga menjadi tempat sampah daun-daun kering. sementara untuk sampah plastik seperti bekas kemasan makanan, stoples plastik, piring plastik, botol kaca sengaja dikumpulkan yang kemudian nantinya siap diambil tukang sampah yang berprofesi sebagai pemulung sampah plastik juga. ada pula sampah kain bekas/kain perca yang saya kumpulkan untuk dipakai sebagai bahan baku bros, taplak meja, sarung bantal yang sering saya bagi cuma-cuma untuk teman-teman di sekolah. sampah bekas kemasan kopi, detergen yang selalu ada di rumah selalu diminta teman untuk diolah menjadi tas daur ulang dan pastinya membantu keuan gan keluarganya…ada lagi…..sampah koran dan ban bekas sengaja dikumpulkan per 6 bulan untuk dijual ke pengepul, sempat juga membuat bubur kertas dari koran tapi tak bertahan lama karena kurangnya tenaga, hayoooo siapa mau bantu saya melanjutkan usaha daur ulang kertas ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s