perempuan diajang pemilu 2014

Standar

Gambar

(perjuangan untuk kemashlahatan tak melulu harus dengan menjadi anggota legislatif. peran serta perempuan dalam berpolitik bisa dengan beragam cara, termasuk salah satunya dengan aktif menulis berbagai pokok pikiran cerdas, ide kreatif, cara pandang transformatif, dan kritik membangun. ditulis oleh dewi laily purnamasari)

‘Mbak Dewi kok gak nyalon di 2014 ?’ Pertanyaan datang dari beberapa teman saat kopdar (kopi darat). Ada juga yang bertanya lewat inbox FB (facebook). He3 … Jawabanku ‘Tidak, terima kasih …’

Tahun 1999 aku, Dewi Laily Purnamasari telah menggali pengalaman berharga saat menjadi calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional. Nomor urutku 26 untuk daerah pemilihan Jawa Barat. Pembelajaran dunia politik praktis sangatlah menarik. Ya … Pelajaran penting tentang perjuangan ide-ide untuk Indonesia yang lebih baik ternyata memang tak melulu harus lewat menjadi anggota parlemen.

Selepas kehebohan pemilu tahun 1999, aku menjadi Bakal Calon Walikota Cirebon pada tahun 2003. DPD PAN Kota Cirebon memilih ketua partai sebagai Calon Wakil Walikota yang berpasangan dengan Calon Walikota dari PDIP. Alhamdulillah … Pasangan ini berhasil memimpin Kota Cirebon selama satu periode. Asyik juga menjalani beragam prosedur dalam rangkaian pemilu kepala daerah yang belum langsung itu. Dengan hanya satu-satunya perempuan yang terdaftar sebagai Bakal Calon, aku merasa paling tidak telah membuka peluang bagi perempuan baik di daerahku maupun di daerah lain untuk berani maju dalam ajang pemilu kepala daerah. Kalah menang bukanlah soal. Karena yang terpenting adalah pembelajaran politik bahwa kesempatan itu terbuka baik untuk perempuan maupun laki-laki.

Kali ini dalam gempita pemilu tahun 2014, aku ingin menjadi teman berbagi dalam politik praktis untuk banyak teman perempuan di daerah. Aku tidak akan mencalonkan diri, namun aku ingin teman-teman perempuan untuk mencalonkan diri (he3 … paling tidak sebagai pengalaman pertama dan seumur hidup loh!).

Aku ingin merangkul siapapun perempuan yang menjadi calon anggota legislatif dan dari partai apapun. Sebagai contoh kasus di Kota Cirebon ada tiga orang perempuan di DPRD (satu mundur, jadi sekarang ada dua saja). Lalu … Apa yang bisa menjadi ciri keberhasilan perjuangan perempuan dalam politik ketika ada teman yang duduk di parlemen. Apakah anggaran dalam APBD Kota Cirebon yang khusus untuk peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan perempuan secara signifikan meningkat ? Atau tak ada efek apapun. Apakah dengan adanya perempuan di parlemen keberpihakan kepada perempuan dalam banyak kasus KDRT atau buruh migran dan perdagangan perempuan meningkat ? Atau tak ada efek apapun.

Perjuangan perempuan tidak melulu harus lewat menjadi anggota parlemen. Tapi kesatuan gerak dan langkah perjuangan ini yang sudah selayaknya terus diupayakan. Lepaskan itu baju partai! Mari bergandeng tangan. Satu lagi! Dan ini sangat penting! Tak ada dusta di antara kita … Tak boleh ada lagi yang menelikung di tengah jalan. Tak boleh ada pejuang perempuan yang terjerumus kasus korupsi. Semoga …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s