begini rasanya melahirkan dengan tiga gaya

Standar
1365327477167676183
(doa-doa terbaik senantiasa dipanjatkan. jadikalanlah ketiga anak-anakku sebagai anak shalih. berkahilah mereka kecerdasan, akhlak mulia, kesehatan, ketangguhan dalam menjalankan masa depan. rahmatilah mereka dengan kasih dan sayang-Mu ya Allah. ditulis oleh dewi laily purnamasari)
Aku dikaruniai pengalaman menarik selama tiga kali hamil dan melahirkan. Kehamilan pertama dijalani bersamaan dengan karirku di konsultan perencana sebagai arsitek. Pekerjaan di lapangan dan tugas disain yang cukup melelahkan tak menyurutkanku untuk tetap menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia. Usiaku saat itu menginjak duapuluh enam tahun. Proses melahirkan normal membuatku merasakan betapa batas antara sakit dan kekuatan untuk menahannya adalah keniscayaan. Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang memberiku kekuatan. Dahulu aku sangat ngeri dengan darah, namun saat ku lihat betapa banyak darah di sekujur tubuh anak pertamaku juga di tempat ku melahirkan, sedikit demi sedikit rasa ngeri itu pudar.
Kehamilan kedua aku jalani bersamaan dengan karirku sebagai dosen dan pimpinan perguruan tinggi. Aktivitas yang padat tak membuatku gentar untuk menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia.  Proses melahirkan cesar dengan bius total harus kujalani, karena anak keduaku terlilit plasenta. Aku sudah berusia tigapuluh tahun dan sungguh hanya karena karunia dari Allah SWT Yang Maha Kuasa telah memberiku keselamatan dan kesehatan. Luarbiasa pengalaman spiritual dalam proses bius total. Tak ada ingatan dan rasa apapun. Selama lebih dari dua jam aku terbujur kaku. Tangan mungil anak pertamaku yang pertama kali kurasakan serta lantunan doa suamiku yang pertama kali kudengar saat siuman. Oh … begini rupanya rasa orang yang meninggal dunia ?
Saat usiaku tigapuluh tujuh tahun (rawan untuk menjalani kehamilan) terlebih aku terdeteksi ada kista di salah satu indung telur berdiameter hampir 7 cm, kehamilan ketiga aku jalani. Karirku sebagai pekerja sosial tetap membuatku bersemangat menjalani kehamilan sehat dan bahagia. Proses melahirkan dengan cesar bius setengah badan membuatku dapat memperhatikan tahap demi tahap bagaimana anak ketigaku dilahirkan. Ketika dokter anastesi menyuntikku di bagian punggung aku dapat mendengar alunan musik di ruang operasi. Dzikir, doa serta alunan ayat suci Al Quran ku panjatkan terus menerus sepanjang waktu operasi. Sampai terdengar bunyi tangis keras … terucap kata Alhamdulillah … Subhanallah … Allahu Akbar.
Dokter kandungan melanjutkan tugasnya mengambil kista dan menyelasaikan proses operasi. Bayi mungil didekatkan ke wajahku. Aku di bawa ke ruang pemulihan dan setelah dua jam kembali ke ruang rawat, langsung menyusui. Walau ASI belum keluar namun mulut bayi cerdas ku telah belajar mencari dan menemukan sumber minuman dan makanan utamanya.

Pengalaman hamil selama 9 bulan dan menyusui (memberikan ASI) selama 24 bulan membuatku semakin yakin akan adanya Allah Yang Maha Pencipta. Dengan Asma-Nya yang Terbaik tersebutlah 99 nama. Aku mencoba belajar dan memahami nama-nama Allah SWT tersebut dalam perjalanan ku selama 33 bulan. Jika 99 dibagi 33, maka setiap bulan ada 3 nama yang dapat dipelajari. Jika dalam satu bulan ada 30 hari maka 30 dibagi 3 adalah 10 hari. Artinya setiap sepuluh hari aku berusaha untuk merasakan hikmah dari satu nama Allah SWT.

Fase hamil selama 9 bulan : hamil 3 kali berarti ada 27 nama Allah SWT.
Fase menyusui (memberikan ASI) : (seluruhnya juga di kali 3)
Fase ASI eksklusif 6 bulan : ada 18 nama Allah SWT.
Fase 6 bulan sampai satu tahun adalah 6 bulan : ada 18 nama Allah SWT.
Fase satu tahun sampai dua tahun adalah 12 bulan : ada 36 nama Allah SWT.
Total : 72 nama Allah SWT. Lihatlah ada keajaiban angka : 27 ditambah 72 adalah 99
Subhanallah … Allahu Akbar

Dan, Alhamdulillah aku, Dewi Laily Purnamasari di beri amanah tiga orang anak. Jadilah aku selama 3 kali 33 bulan, yaitu 99 bulan mengalami masa-masa indah sebagai seorang ibu.

“Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu …” (QS. Al A’raf, 7 : 180).

Dalam buku ESQ Way karangan Ary Ginanjar terdapat lampiran tentang barometer suara hati-nilai vs keyakinan dan barometer nilai vs realitas. Aku mencobanya.

Alhamdulillah benar adanya. Sebagaimana hadis qudsi : “Barangsiapa mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta dan barangsiapa mendatangi-Ku sambil berjalan, niscaya Aku akan mendekatinya sambil berlari”.

Saat putri kecil ku Teteh memasuki usia dua tahun, juga saat Kaka dan Mas memasuki usia dua tahun terasa benar Allah SWT telah melimpahkan rahmat, karunia, dan nikmat-Nya tiada terkira. Komunikasi positif  senantiasa ku upayakan. Nak … Ibu yakin kalian cerdas, pintar, juga baik hati. Ibu senang kalau kamu ramah, rajin, sopan, dan sabar. Sayang … Ibu bangga kalian bisa menjadi sahabat Ibu yang perhatian dan mau mendengarkan. Kalian memang anak Ibu yang hebat! Begitulah seharusnya kata dan kalimat yang sering kita ucapkan dan pasti! akan sering anak kita dengar.Oya, tak lupa Ibu senantiasa berusaha tersenyum …  Anak-anakku yang hebat, … Maafkan dan mohon diingatkan, bila Ibu terlupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s