kaka beradik korban poligami

Standar

Matahari baru saja sepenggalahan naik. Semburat hangat masuk lewat celah jendela menemaniku yang sedang asyik menarikan jemari di atas ‘keyboard’. Di luar sana suasana sepi, karena rumahku berada di komplek yang dibangun tahun enampuluhan dengan mayoritas pemiliknya kini sudah lansia. Lonceng ‘klonangansapi’ yang tergantung di pagar rumah berdentang. Ooohhh … Pasti Mbah Eja datang untuk memulai bekerja mencuci dan menyetrika di rumahku. Loh … Dia tidak sendiri. Ada seorang perempuan muda di belakangnya. Siapa ya ?

Ais nama perempuan itu, bermaksud meminjam uang untuk membayar hutang sewa kios tempatnya berdagang di sebuah pusat grosir. Aku belum mengiyakan akan memberi atau tidak. Tanyaku spontan ‘Ais kan punya suami … Kok sampai minta diantar sama Mbah Eja ?’ (Ah … Entah mengapa ‘feeling’ ku mengatakan ada yang tidak beres dengan Ais). Benar saja … Ais malah menangis. Duh … Salahkan pertanyaanku ?

Lalu meluncurlah cerita memilukan ini dan membuatku mengelus dada. Suami Ais menghilang berminggu-minggu. Ketika pulang hanya semalam dua malam saja. Itupun tanpa membawa hasil dari kios yang mereka sewa untuk berdagang. Ais bingung. Apalagi anak semata wayangnya akan masuk taman kanak-kanak dan memerlukan uang untuk biaya pendaftaran dan seragam. Ais penasaran. Tanya sana, tanya sini, sampai mengendap bagai detektif  mengikuti suaminya pulang kerja menjaga kios. Loh … Kok malah ke sebuah tempat kos-kosan dekat pusat grosir bukannya ke kontrakan mereka ?

Rupanya suami Ais sudah punya perempuan lain. Selingkuh. Hati perempuan mana tak hancur lebur menjadi bubur ? Ais pun mengadukan masalah ini kepada orangtuanya. Panas membara hati orangtua mendapati anak perempuan yang mereka kasihi telah dikhianati. Duh … Suami Ais memang keterlaluan.  Kelabakan dia saat perempuan itu hamil … Kini telah lahir seorang anak laki-laki yang tak bisa dibuatkan akte kelahirannya karena orangtuanya menikah siri.

Tak ada nafkah kepada Ais sebagai istri yang sampai saat ini belum di cerai resmi. Tak ada biaya sekolah dan keperluan bagi anak perempuan mereka yang sering merengek menanyakan dimana ayah ? Tak ada komunikasi untuk menyelesaikan masalah ini! Ais korban poligami dari seorang laki-laki yang tahu diri.

Aku sungguh geram … Tapi apa yang bisa ku bantu untuk Ais ? Akhirnya Ais tak kupinjami uang … Tapi ku beri saja setengah juta rupiah untuk menutup hutang kiosnya. Sekarang Ais sedang berusaha mendapatkan surat cerai yang katanya juga sangat mahal. Padahal berapa sih upah sebagai penjaga kios milik oranglain ? Belum untuk sewa kontrakan, biaya sekolah anak perempuannya, makan sehari-hari …

Kisah ini belum berhenti. Ais memiliki kakak perempuan satu-satunya bernama Ati. Serupa nasib mereka. Ati pun ditinggal suami yang selingkuh. Modus yang sama pun terjadi. Tak pulang-pulang ke rumah, tak memberi nafkah, bahkan kerap marah-marah tak tentu arah. Curiga … Pastilah ada rasa tak nyaman dengan perilaku suami yang tak seperti biasanya. Ooohhh … Luka berdarah-darah hati Ati menemui suami ada di rumah kontrakan teman sendiri. Lahirlah dua anak yang juga tak bisa dibuatkan akte kelahiran karena tak ada surat nikah resmi.

Ati tak kuasa lagi menahan penderitaan dan meminta cerai. Sungguh terlalu … Permintaan baik-baik itupun tak dipenuhi walaupun Ati sudah bilang akan mengurus pakai uangnya sendiri. Bayangkan ini sudah tahun yang kelima Ati ditinggal begitu saja oleh suami. Sebulan lalu Ati dilamar seorang laki-laki. Bingung …. Bagaimana status dirinya bila kelak akan menikah lagi ?

Ais dan Ati korban poligami yang dipilih oleh laki-laki tak berhati nurani. Poligami sering menjadi bahan diskusi, dari hotel berbintang, kampus terkenal, pesantren, blog keroyokan seperti kompasiana, bahkan sampai di ranjang pribadi. Senyatanya aku belum pernah bertemu langsung dengan perempuan yang suaminya memilih poligami dan dia bilang ‘Mba Dewi … Really … I’m Happy my husband choise Polygamy.’ Yang kutemui adalah perempuan korban poligami seperti Ais dan Ati.

 

Iklan

One response »

  1. Asslmkm…wrwb

    Penjelasan tentang poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Rosululloh Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika beliau melarang putrinya Fatimah RA dipoligami ketika Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi, mungkin beliau tahu bahwa poligami walaupun sesuai syariat namun juga bisa membuat wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami. Wallohua’lam

    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data2 negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehehe….kalo ngebet, silakan berpoligami dengan golongan wanita di usia ini.

    Coba dehh cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40&notab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/10594911/Jumlah.Penduduk.Indonesia.259.Juta

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://health.detik.com/read/2011/10/28/164741/1755096/763/negara-yang-jumlah-prianya-lebih-banyak-bisa-berbahaya?l993306763

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    Berdasarkan hasil sensus tersebut kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? bukannya itu malah akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah?

    perkiraan dan anggapan selama ini “turun temurun” yang selalu dijadikan senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh berlipat lipat di atas pria ternyata adalah SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi

    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326

    Bagaimana tanggapan dan penjelasan tentang hal ini?

    Syukron
    Wasslmkm wrwb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s