pahami gaya berpikir anak

Standar

Gaya berpikir merupakan perpaduan antara kemampuan otak dalam menyimpan informasi, baik secara sekuensil (teratur) maupun random (acak). Serta kinerja otak dalam mempersepsikan sebuah informasi, baik secara konkrit (apa adanya) maupun abstrak (ada apanya) sehingga dieproleh tipe gaya berpikir kombinasi yaitu : (1) Sekuensial Konkrit; (2) Sekuensial Abstrak; (3) Random Abstrak; (4) Random Konkrit.

Rusydi (anak pertamaku / remaja 15 tahun) mengikuti tes gaya belajar dan gaya berfikir , selain tes IQ. Hasil tes IQ Rusydi adalah 112 (di atas rata-rata). Hasil tes gaya belajar rusydi adalah Visual Auditori. Sedangkan gaya berpikirnya adalah Random Konkrit.

Foto Kaka sebagai ketua panitia bersama teman-teman boarding-nya selepas acara bakti sosial.

Aku akan menjelaskan tentang gaya berpikir ini. Kemampuan dasar Pemikir Random Konkrit (RK) mempunyai sikap eksperimental dan cenderung tidak terstruktur. Ia berdasarkan pada kenyataan tetapi ingin melakukan pendekatan coba-salah (trial and error). Ia mempunyai dorongan kuat untuk menemukan alternatif baru dan waktu bukanlah prioritas baginya.

Rusydi dengan tipe RK dapat digolongkan ke dalam tipe penghubung intuitif yang berjiwa sebagai konseptor, visioner, dan kreatif, Ia sangat mementingkan konsep, visi, dan kreativitas. Cakap dalam pemikiran jangka panjang dan memiliki kepuasan besar dari membayangkan visi masa depan. Imajinasinya menstimulasi orang-orang di sekitarnya.

Ia memandang dunia dari perspektif yang luas dan mampu melihat hubungan antar kekuatan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Namun, orang lain dapat menjadi frustasi karena sikap acuh tak acuh dan bisa menginterpretasikan investigasi dan tanya jawab sebagai sifat yang memusuhi.

Semua orang adalah hebat! Semua orang adalah unik dan keunikan ini tentu bermanfaat bila dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. Aku selbagai orangtua jadi memahami apa, mengapa, dan bagaimana berlaku agar dapat menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Rusydi. Aku jadi paham bahwa ia merasa sulit dengan batasan dan larangan, formalitas, rutinitas, atau melakukan pekerjaan yang telah selesai, termasuk ia sulit untuk teliti dan mendetail, menunjukkan prosedur, dan sulit jika tidak memiliki pilihan. Hal ini menghindari aku agar tak terjebak untuk salah menilai, Rusydi bukanlah remaja yang tidak kompromis, tidak asosiatif, bukan pula remaja yang keras kepala, atau terlalu banyak bertanya dan menuruti dorongan hati.

Aku memahami bahwa Rusydi disukai orang-orang karena ia kreatif, mandiri, humoris, berkepribadian multidimensi dan memiliki intuitif. Hal itu didukung oleh sifat utamanya yaitu : kreatif, bekerja baik bila ada pengimbang, bertindak berdasarkan naluri, suka perubahan, dan menyukai hanya hal yang penting. Itulah kiat yang harus aku terapkan dalam berkomunikasi dan berhubungan dengannya, yaitu : memiliki juga rasa humor, tidak memerintah tapi memberi ide, memebri kebebasan, selalu mengajak bekerjasama, menunjukkan hal yang sifatnya positif bukan negatif, tidak merasa terancam dengan sikapnya, memberikan alasan pada suatu hal, dan dapat mengembangkan ide dari batasan yang ada.

Foto Kaka yang senang mengunjungi tempat-tempat menarik seperti pelabuhan Cirebon di hari libur boarding schoolnya.

Penting bagi orangtua dan guru untuk memahami gaya belajar dan gaya berpikir dari anak / muridnya. Mengapa ? Karena komunikasi dan hubungan baik sangat mendukung proses belajar dan keberhasilan mereka. Sangatlah tidak diharapkan kesalahan sikap dari orangtua dan guru yang menyebabkan anak / murid menjadikan mereka terganggu bahkan kehilangan minat belajarnya.

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s