kenalkan ayat-ayat kauniah kepada anak

Standar

Di era digital serba canggih dengan kemajuan teknologi, seringkali menyisakan dampak buruk bagi anak-anak. Ya … Ini bukan isapan jempol, tapi pengalaman nyata Kindi (anak bungsuku berusia 5,5 tahun). Hasil tes kecerdasan mejemuknya menempatkan kecerdasan naturalis atau kecerdasan yang terkait dengan alam berada diurutan paling bawah. dengan poin 2,3 dari skala 5. Bandingkan dengan kecerdasan visual spasial dan kinestetik di urutan pertama dan kedua dengan poin 4,1 dan 3,9. Kecerdasan lingustik, matematis dan musiknya pun bagus dengan poin 3,5 dan 3,1.

Ah … Memang kondisi perumahan tempat tinggalku berada di tengah keramaian kota. Belakang adalah rumah sakit kepolisian, di samping kiri pasar tradisional yang buka 24 jam, dan di sebelah kanan ada mal. Tembok setinggi empat lantai menjadi latar depan pandangan dari rumahku. Belum lagi jalan raya tingkat nasional yang selalu padat merayap sepanjang hari tepat di depan jalan utama masuk perumahan. Lengkap sudah minimnya rangsangan alam dalam kehidupan sehari-hari Kindi.

Aku dan suami berusaha menanam pohon besar di halaman depan rumah (ada tanjung, mangga, kamboja, dadap merah, dan belimbing). Tak lupa rumput di halaman dalam seluas 12 meter persegi dengan beberapa pot bunga. Kindi memelihara kucing, ikan di akuarium, dan ayam. Namun, interaksi dengan alam memang sangat minim. Jadilah ketika ada pertanyaan, apakah Kindi senang melihat kupu-kupu atau lebah ? Atau tertarikkah Kindi menanam pohon dan menyiraminya setiap hari ? Tentu saja jawabannya Kindi jarang melihat kupu-kupu apalagi lebah hiiiksss … Menanam pohon ya sekali dua saja ketika Kindi ikut repot bersamaku menanam bunga. Menyiram juga kadang-kadang …

Itulah alasanku untuk lebih sering mengajak Kindi berlibur kembali ke alam. Kindi ternyata sangat senang bermain pasir di pantai Ancol. Juga berkuda di Tawangmangu. Memberi makan ikan di kolam Ecopark Ancol. Atau menikmati hamparan hijaunya tanaman teh di Lembang. Pernah juga Kindi asyik bermain di kebun binantang Ragunan dan Secret Zoo Malang. Aku berusaha agar kecerdasan naturalis Kindi bisa meningkat poinnya.

Foto pertama : Bermain di lingkungan yang lebih alami agar Kindi mampu memahami gejala-gejala alam. Tentu alam semesta ini ada penciptanya, yaitu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.

Kalau di rumah aku mengajak Kindi untuk melihat tayangan yang berkaitan dengan alam, seperti dalam film Harun Yahya versi anak-anak dengan tokohnya Ping Ping dan Tupi. Aku juga coba mengajaknya menikmati hujan dengan membuka jendela kamar saat hujan datang dan menyanyikan lagu Tik Tik Tik Bunyi Hujan. Tak lupa beberapa ayat Al Quran yang berkaitan dengan alampun aku bacakan. Seperti diantaranya :

‘Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuahn) bagi orang-orang yang memikirkan.’ (QS. An Nahl : 68-69).

Ayat lain berbunyi : ‘Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua mahkluk). Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.’ (QS. An Nur : 41-45).

Foto kedua : Mengajak memberi makan ikan juga berguna agar Kindi tertarik dengan berbagai spesies hewan. Tak lupa akan kebesaran Illahi Rabbi dengan mencintai mahkluk ciptaan-Nya.

Begitulah upaya yang telah dilakukan, tentu masih banyak kekurangan. Bila dibandingkan dengan cerita si Bolang yang ditayangkan sebuah stasiun televisi tentu sangat jauh. Ah … Sungguh aku senang melihat tayangan yang berkaitan dengan alam seperti itu. Jadi teringat jaman kecil. Saat liburan sekolah,  aku sangat senang menginap di rumah nenek (Ibu dari Ayahku) yang berada di kaki gunung Ciremai. Bisa main di sungai yang berbatu dan airnya super dingin. Mencari kerang di saluran irigasi. Berlarian di sepanjang pematang sawah sambil mengejar capung. Memancing ikan di kolam samping rumah. Bahkan ikut memberi makan kambing, ayam dan bebek.

Oya … Pamanku juga pernah mengajak aku ke kebun cengkeh untuk memetik buahnya. Aku juga diajari cara membuat cincau dari daunnya yang diperas kemudian dibiarkan sampai mengeras … Segar sekali di campur gula aren. Lalu favoritku adalah minum air kelapa hijau yang tumbuh di depan rumah nenek. Ketika malam menjelang terdengar suara hewan yang berderik merdu. Bintang-bintang di langitpun terlihat jelas.

Semoga saja dua bulan lagi Kindi akan memiliki lingkungan yang lebih alami. Kami sekeluarga akan pindah ke Bandung dan rumah kami masih dekat perkampungan dengan pemandangan alam gunung Manglayang. Mudah-mudah bisa menanam pohon lebih banyak lagi dan juga punya hewan peliharaan yang lebih bervariasi. Paling tidak kecerdasan naturalis Kindi bisa mencapai poin 3.

Foto ketiga : Berkuda di pegunungan berkenalan dengan hewan jinak dan menghirup udara segar. Melihat perkebunan strawberry membuat Kindi makin kenal Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa.

Foto keempat dan kelima : Bermain di sungai penuh bebatuan sambil menikmati air terjun adalah cara  mengenalkan eksistensi alam dalam kehidupan Kindi.

Iklan

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s