asyiknya blusukan di solo

Standar

Cerita yang tercecer saat silaturahim ke kota Solo ‘Spirit of Java’. Aku mengunjungi beberapa keluarga yang tinggal di daerah Kauman Solo. Ternyata sungguh asyik berjalan di lorong perkampungannya yang masih menyimpan nuansa kuno. Yuk! Nikmati saja hasil jepretan suami tercinta dan aku, Dewi Laily Purnamasari sementara menjadi model dadakan he3 …

Tiba dengan selamat di bandar Adi Soemarmo. Welcome to Solo …

Bahan bangunan di lorong Kauman masih menggunakan tegel berwarna kuning dengan deretan beberapa pintu dan jendela dengan ventilasi tipis di atasnya.

Ada kursi besi yang sengaja di taruh di lorong ini untuk duduk pejalan kaki yang lelah saat menyusuri perkampungan Kauman.

Ada juga bangunan yang telah dialih fungsikan menjadi toko Batik. Nuansa batu kali sebagai ornamen dinding luar masih dipertahankan.

Hiasan wayang di atas jendela terlihat unik.

1369035305372212207

Naik becak di Solo lebih asyik loh! Bisa masuk ke perkampungan, juga tidak menimbulkan polusi.

13690354211817817759

Kauman tidak lepas dari sejarah perkembangan keraton Solo.

Pecel cabuk rambak mak nyuuuusssss …

Minuman hangat yang pas sekali menemani sejuknya malam di Solo.

Nasi liwet Solo yang bikin kangen untuk kembali.

Bersiap kembali ke Jakarta. Insya Allah liburan nanti akan kembali bersilaturahim ke Solo.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s