ayat-ayat pelipur lara

Standar

Tak ada rasanya seorangpun yang ingin tertimpa musibah. Namun, sikap terhadap musibah yang hadir mewarnai hidup, kitalah yang menentukan. Akankah musibah itu menjadikan kita semakin bersyukur atas segala karunia dan ni’mat yang telah diberikan Allah Yang Maha Pemurah ? Kita juga yang harus berusaha untuk senantiasa bersabar menjalani segala episode itu. Baik yang kita sukai maupun tidak kita harapkan. Justru sangatlah beruntung bila kita tertimpa musibah, malah dengannya kita makin dekat kepada Allah Yang Maha Agung.

Ayat-ayat pelipur lara dan sakit yang dapat membantu kita tetap semangat menempuh jalan terjal dalam kehidupan ini. Apabila musibah itu sangat berat dan penyakit bertambah parah, maka jangan mengharap kematian dan jangan berdo’a cepat mati. Karena masih ada kemungkinan bagi kita untuk banyak berbuat kebaikan, berdzikir, bertaubat kepada Allah Yang Maha Mulia . sebenar-benarnya yang akan menghapus dosa-dosa kita.

Janganlah takut terhadap kematian, karena sesungguhnya kematian itu telah ditentukan dan pasti akan datang waktunya. Ya … Benar sekali. Kita tidak perlu takut dengan bayang-bayang kematian karena penyakit kita itu. Mengapa ? Sesungguhnya penyakit itu tidak menjauhkan dan mendekatkan kematian. Bukankah acuan kematian itu adalah ajal yang telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Hidup ? Dalam keadaan sehatpun ajal bisa saja menjemput kita.

Allah SWT berfirman dalam surat QS. Al-Hadiid 22-23 : ‘Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.’

Patutlah kita ingat, bahwa musibah dan penyakit adalah pertanda kecintaan Allah Yang Maha Pengampun kepada hamba-Nya. Dan berputus asa tidak akan memberi kita manfaat apapun, justu kita malah semakin tenggelam dalam penderitaan, melipatgandakan musibah dan penyakit, menghilangkan pahala, dan menambah dosa. Tentu kita tidak ingin jatuh dalam keadaan itu.

‘Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat dzalim dan sangat ingkar (ni’mat Allah), (QS. Ibrahim : 34).

Kewajiban kita untuk berikhtiar dalam mencari solusi dan obat bagi penyakit yang diderita dengan maksimal. Bahwa obat dan dokter hanyalah sarana kesembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Yang Maha Besar. Allah SWT berfirman : ‘Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ (QS. Yunus 107).

Alhamdulillah … Aku, Dewi Laily Purnamasari merasakan betapa ni’mat karunia Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia bagi kita berupa kesehatan sungguh tiada terkira. Isilah kehidupan ini dengan segala kebajikan sebagai tanda syukur kita kepada Illahi Rabbi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s