bu … kenapa harus pakai jilbab ?

Standar

Anak belajar dari ajakan dan teladan. Bukan dari paksaan apalagi ancaman. Siapa teladan anak yang utama ? Tentu orangtua adalah contoh pertama bagi mereka. Ketika aku ingin mengajak Kindi untuk berhijab tentu tidak dimulai dari dalil-dalil Al Quran. Namun, aku berusaha menjadi ibu yang menjalankan perintah Allah Yang Maha Mulia dalam keseharian. Berhijab ketika keluar rumah yang aku lakukan sehari-hari menarik hati Kindi.

Suatu hari Kindi bertanya : ‘Bu … Kenapa harus pakai jilbab dan baju panjang sih kalau keluar rumah ?’ Aku bilang : ‘Ibu malu … Kalau aurat terlihat orang lain selain keluarga kita, Bapa, Kaka dan Mas’. “Oh … Ibu malu ya ? Aku juga malu kalau lagi mandi telanjang gak mau kelihatan orang lain’. He3 … Ya … menutup aurat itu memang naluri kita yang sebagai manusia yang memiliki rasa malu.

Lain waktu aku ajak Kindi membeli jilbab kecil dari bahan kaos yang nyaman. Kindi senang sekali … Dipilihnya warna merah muda, putih dan biru laut kesukaannya. Aku ajak juga Kindi memilih kaos tangan panjang dengan gambar lucu dan jaket untuk melapis kaos pendeknya. Kindi masih senang memakai celana berbahan jeans karena bisa di padu padan dengan kaos-kaosnya.

Aku tak memaksakan Kindi untuk terus menerus memakai jilbabnya. Karena proses itu jauh lebih penting. Harapannya adalah suatu saat ketika Kindi sudah baligh, dengan kesadarannya sendiri Kindi akan memakai jilbab dengan istiqamah. Oya … Ada kejadian lucu loh! Kindi kadang iseng-iseng memakai jilbab panjangku sebatas siku, jadinya hampir sepaha Kindi deh!

Ini sekedar foto parade saat Kindi memakai jilbabnya dalam berbagai kesempatan. Semoga menginspirasi

Kindi mengenakan kaos putih bergambar lucu keluaran Dagadu Yogyakarta dengan jilbab putih dan celana jeans. Kostum ini dipakai saat berlibur di hutan buatan salah satu hotel di daerah Purwakarta Jawa Barat.

Kostum kesukaan kaos panjang putih dari Dagadu Yogyakarta dengan jilbab putihnya dan celana jeans menemani Kindi berpetualang di Batu Raden Purwokerto Jawa Tengah.

Baju setelan merah muda berbahan kaos dengan jilbab merah muda dipakai Kindi saat bermain di taman cottage milik Pesantren Daarut Tauhid Bandung Jawa Barat.

Sambil bermain sepeda di halaman rumahpun Kindi senang memakai jilbab dan celana panjang. Walau kadang enggan memakai jaket untuk melapisi kaos tangan pendeknya.

Gamis berbunga-bunga dengan jilbab putih dipilih Kindi untuk shalat tarawih di masjid At Tin Jakarta.

Foto: teteh tertidur di masjid boarding school mas

Jilbabku yang kelonggaran dipakai Kindi menengok Mas di Al Binaa Islamic Boarding School. He3 … Seusai shalat Kindi malah tertidur dengan nyenyak walau hanya beralas sajadah,

Foto: jilbab pertama kindi

Jilbab pertama Kindi dipakai saat shalat Idul Fitri di lapangan dekat rumah Eyangnya di Solo Jawa Tengah. Kala itu Kindi belum genap berumur satu tahun.

Jaket dan celana jeans dengan jilbab ungu digunakan Kindi  saat berkuda menyusuri jalan setapak dari penginapan menuju bumi perkemahan di Tawangmangu Jawa Tengah.

Mengunjungi masjid At Ta’awun di Puncak Bogor Jawa Barat dengan paduan jilbab biru laut dan kaos putih dipadu celana jeans. Kindi senang sekali bisa shalat di masjid yang indah ini.

Menikmati kereta kelinci di Taman Bermain Purwokerto pada sore hari. Kindi senang memakai kaos ungu dengan jilbab ungu berbordir bunga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s