cintailah masjid wahai anakku

Standar

Menemani anak-anak untuk mencintai masjid adalah tugas orangtua sebagai guru pertama dan utama bagi mereka. Tak ada pilihan lain untuk belajar mencintai sesuatu adalah dengan mengenalnya sebaik mungkin. Ya … Anak-anak akan mencintai masjid dan kemudian melaksanakan beragam ibadah terutama shalat berjamaah di masjid. Aku berusaha mengajak anak-anak mencintai masjid dengan cara yang asyik. He3 … Begitulah dunia anak-anak. Bermainpun bisa sambil belajar, bukan ?

Maryam Aliyya Al Kindi senang sekali mampir di masjid Aliyah Karawang setiap kali akan silaturahim ke boarding school Mas.

Masjid Salman ITB tempat favorit Kindi bila sedang berlibur di Bandung. Dia senang karena masjidnya dingin … Pertama kali wudhu di sini Kindi bilang ‘Bu … Kok airnya seperti air kulkas …  Bbbrrr … dingin sekali’.

Belajar berinfak agar Kindi senang berbagi kebaikan kepada sesama. Oya … Kindi juga sudah terbiasa ikut itikaf di bulan Ramadhan. Ya … Walaupun setelah shalat tarawih hingga sahur Kindi tidur di masjid hanya beralaskan sajadah, Alhamdulillah … Kindi terlihat antusias.

Rest area di tol Cipularang dengan masjid yang indah menjadi tempat istirahat favorit Muhammad Hafizh Haidar Hanif. Selain bisa menunaikan shalat, Mas juga senang mampir di sini karena banyak tempat jajanan yang enak. Plus pemandangannya sangat indah.

Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi survei kampus UI Depok tak lupa mampir di masjidnya yang sejuk.

Masjid-masjid besar dan indah yang pernah dikunjungi anak-anak diantaranya adalah masjid Istiqlal, masjid Bank Indonesia, masjid Sunda Kelapa, masjid At Tin, dan masjid Al Azhar Jakarta. Di kota Cirebon kami mengunjungi masjid At Taqwa, masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kesepuhan, dan masjid Panjunan. Lalu di kota Solo kami senang berkunjung ke masjid Agung Keraton, pun ketika di Yogyakarta kami mampir di masjid Agung Keraton. Ketika kami ke kota Surabaya sempat mampir di masjid Nasional Al Akbar. Oya … Selain masjid Salman ITB, kami juga senang berkunjung ke masjid Daarut Tauhid milik Pesantren Daarut Tauhid pimpinan Kyai Abdullah Gymnastiar dan masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan.

Bila kami dalam perjalanan jauh, maka tempat istirahat yang paling nyaman adalah masjid. Selain menunaikan shalat, di sana kami bisa sejenak melepas lelah ’selonjoran’ bahkan memejamkan mata menghilangkan kantuk sebelum melanjutkan perjalanan. Boarding school tempat Kaka dan Mas belajarpun memiliki pusat belajar di masjid. Setiap kali shalat wajib lima waktu dalam sehari mereka akan bergegas menuju masjid, bahkan belajarpun dilakukan di selasar masjid. Menurut Kaka dan Mas masjid memberikan ketenangan dan suasana nyaman terutama ketika ingin berkonsentrasi untuk menghafal ayat al Quran dan hadits. Subhanallah … Semoga saja anak-anak dapat terus mencintai masjid dan memakmurkannya dengan beragam aktifitas penuh kebajikan.

Aku, Dewi Laily Purnamasari bercita-cita untuk mengajak anak-anak mengunjungi tiga masjid yang dianjurkan untuk didatangi oleh umat Islam, yaitu masjidil Haram di Makkah, masjid Nabawi di Madinah, dan masjid Al Aqsa di Palestina. Dengan memohon rahmat serta karunia dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengetahui semoga anak-anak dapat mengunjungi ketiga masjid agung itu dalam rangkaian ibadah haji dan umroh, amin …

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s