jilbab jadul : bukan berarti tak gaul

Standar

Ingatanku melayang pada bulan Ramadhan di tahun 1990. Pertama kalinya belajar memakai jilbab. Wah … duapuluh tahun lalu mencari jilbab gak gampang loh! Bentuknya kain segi empat berukuran 1,15 x 1,15 meter persegi dari katun Jepang. Beli kainnya di daerah Dalem Kaum alun-alun Bandung. Sisi kain kemudian diberi pinggiran agar terlihat lebih rapi. Penutup kepala sebelum jilbab dipakai adalah ciput putih dari kaos. Sederhana bukan ? Modalnya peniti dua buah saja karena tak punya bros.

Sekarangpun aku tetap setiap dengan model jilbab jadul. Kain segi empat berwarna warni dengan hiasan bros sederhana. Sungguh, aku tak biasa dan tak pandai berdandan menghias jilbabku dengan aneka pernak-pernik. Parade foto-foto di bawah ini adalah penampakan jilbabku yang jadul.

Kemeja kotak-kotak dengan jilbab ungu dan bros kain berwarna senada aku pakai saat berlibur di Kota Parahyangan Bandung.

Kerudung siap pakai dengan hiasan kristal bening aku pakai di dalam sebelum jilbab segi empat sebagai penutup luar berwarna sama putih tulang. Serasi dengan kemeja coklat muda yang ku kenakan saat menjadi tamu dalam kegiatan pelatihan penelitian di Cigugur Kuningan Jawa Barat.

Gaya pandu aku senangi karena sangat sederhana dan praktis. Sebuah bros berbentuk cincin dari kerang buatan Bali menghias jilbab dari kain segi empat. Jaket kain memberi kehangatan saat aku bersiap kembali ke Jakarta di bandara Polonia Medan Sumatera Utara.

Kebaya merah marun dengan bawahan kain batik yang dijahit menjadi celana kulot aku pakai saat acara NGO Connection Day yang diadakan oleh Kedutaan Australia di Jakarta. Jilbab warna senada berbentuk segi empat yang dihiasi bros perak berbentuk kumbang.

Nah … Ini saatnya bersepeda di sekitar danau kampus Universitas Indoenesia Depok. Pakaian olahraga lengkap dengan sepatunya berpadu jilbab segi empat yang diikat ujungnya.

Aku suka batik. Tugas mengajar di AP-CIC dan ISIF lebih nyaman bila memakai tunik batik seperti ini. Jilbab segi empat dengan warna senada cukup ditarik sedikit dan disematkan bros.

Didaulat memberikan kata kenangan dan kesan pesan sebagai perwakilan wali siswa TK Islam Mambaul’ula. Tempat anak bungsuku Maryam Aliyya Al Kindi bersekolah. Aku menggunakan jilbab segi empat dua warna, merah bata dan krem.

Wah … Pagi yang cerah. Lihat saja gunung Ciremai di kejauhan begitu jelas tegak berdiri kokoh. Sebelum mengikuti rapat Dewan Kebijakan Fahmina Institut aku menyempatkan santai sejenak. Kali ini kostum hitam berupa tunik dan celana kulot dipadu jilbab segi empat berwarna hijau polos untuk bagian dalam dan bung-bunga untuk bagian luar.

Senangnya bisa silaturahim bersama para blogger dan kompasianer di ajang ASEAN Connectivity. Aku memakai gamis coklat tua dengan jilbab segi empat dua warna, coklat tua dan keemasan.

Gamis abu-abu berbahan katun dengan jilbab segi empat abu-abu dan bros cincin kerang. Aku merasa nyaman memakainya saat blusukan di sentra batik Kauman Solo Jawa Tengah.

Hasil jepretan komandan ID Kita Kompasiana saat acara sosialisasi internet sehat dan aman di Yogyakarta. Tunik batik mega mendung dilengkapi jilbab segi empat dua lapis berwarna biru tua dan muda.

Aku terpilih mengikuti pemilihan Ibu Teladan tahun 2012 yang diselenggarakan Majalah Noor. Saat penjurian dan diwawancara aku memakai tunik batik coklat dan jilbab hitam sewarna dengan celana panjang dan jilbab luar warna merah bata senada tuniknya.

Sungguh … Aku cinta batik. Malam final penobatan di hotel Sahid Jakarta aku pakai rok lebar batik pesisiran hitam kombinasi merah. Kebaya merahpun aku pakai dengan jilbab segi empat hijau cerah. Jilbab dihias lilitan jilbab segi empat merah seperti baret (he3 … ini kreasi tim perias dari panitia loh!).

Aku menjadi narasumber sebuah seminar pengasuhan di TK/SD Islam di kawasan Bogor. Batik merah bata dilengkapi jilbab segi empat dua lapis dengan hiasan bros kain berwarna krem. Jilbab ditarik ke samping agar terlihat manis.

Membaca adalah hobiku. Gamis batik lawasan khas Solo sangatlah nyaman. Jilbab segi empat berwarna coklat muda diberi hiasan bros berbentuk cincin.

Anakku senang juga berbaju batik. Tunik ini favoritku dan Teteh. Jilbab biru muda dihias bros emas aku gunakan saat menemani dinas suami di Hotel Plaza Bukit Indah Purwakarta.

Gamis berbahan denim biru tua dengan baju dalam berwarna merah dilengkapi jilbab segi empat juga berwarna merah. Lokasi ini adalah masjid Aliyya di Karawang Barat. Biasanya aku dan Teteh mampir di sini untuk istirahat atau shalat sebelum menuju ke sekolah Mas di Al Binaa Islamic Boarding School.

Asyiknya rekreasi sambil belajar di kebun binatang Ragunan Jakarta. Lihat deh! Teteh ingin digendong seperti kera itu menggendong anaknya he3 … Aku menggunakan kemeja coklat muda dengan jilbab segi empat coklat tua.

Bermain bersama ketiga anakku Kaka, Mas dan Teteh di taman hotel Prima Sangkanurip Kuningan Jawa Barat. Kemeja ungu berbunga-bunga dengan rok sarung dari Bugis. Aku memakai jilbab segi empat berwarna ungu dengan ujung diikat.

Acara silaturahim keluarga besar Rongka Sastrasuwita di hotel Zamrud Cirebon aku hadiri lengkap bersama suami dan ketiga anakku. Gamis merah muda aku lengkapi dengan jilbab segi empat dua lapis. Bagian dalam berwarna ungu agar pas dengan hiasan di gamisnya. Sedangkan bagian luar merah muda senada gamisnya. Bros emas bertahta berlian hadiah dari ibu mertua aku pakai di sisi kanan.

Model jilbab yang menjadi selinganku seperti tampak dalam deretan foto-foto di bawah ini.

Jilbab hijau muda dan kemeja berbunga dipakai saat bersepeda di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Gamis hitam dipadu jilbab putih aku pakai saat berkunjung ke Solo Jawa Tengah.

Jilbab putih berhias kain tempel dengan gamis abu-abu aku kenakan saat silaturahim ke Medan Sumatera Utara.

Jilbab motif abstrak berwarna-warni aku kenakan dengan kaos ungu dan celana berbahan denim. Aku bersepeda di acara Bandung Lautan VW.

Senangnya menemani Teteh outbond di restoran Arwana Cibubur Jakarta. Gamis biru tua dilengkapi jilbab putih.

Jaket merah muda dan jilbab berwarna senada aku pakai saat berkuda di bumi perkemahan dan kebun strawbery Tawangmangu Jawa Tengah.

Bersama ketiga anakku berlibur di hotel Mason Padalarang Bandung. Jilbab putih melengkapi gamis biru muda.

Bahan denim untuk gamis dan jilbab biru langit menemani acara piknik sekeluarga bersama Mamahku tercinta ke waduk Darma Kuningan Jawa Barat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s