ketika kindi kangen bapak

Standar

‘Bu … Kapan Bapak pulang ?’ tanya Kindi saat aku menjemputnya di sekolah.

‘Kata Ibu hari ini sudah boleh pulang. Kok nggak pulang juga sih … Kalau pulang padahal aku kan mau peluk Bapak’, lanjut Kindi merajuk.

Belum sempat aku menjawab, Kindi berkata lagi dengan nada sedih, ‘Tadi malam aku mimpi ketemu Bapak.’

Nyess … Hatiku langsung meleleh ikut merasakan kesedihannya. ‘Teteh ketemu Bapak di mana ? Trus Bapaknya sedang apa ?’ tanyaku.

‘Ketemu di rumah, di kamar Ibu. Bapak lagi tidur,’ jawab Kindi.

Ah … Aku, Dewi Laily Purnamasri walau terharu berat, tetep berusaha tersenyum dan menghibur Kindi. ‘Wah … Hebat sekali ya Teh … Walau badan Bapak masih di rumah sakit, tapi dalam mimpi bisa ketemu Teteh. Gimana senengkan bisa ketemu Bapak walau di mimpi dulu …’

“Tapi aku kangen berat Bu … Boleh jenguk ke rumah sakit gak ? Please deh bilang dokter dan susternya aku sehat kok. Kan nanti juga kalau aku besar mau jadi dokter dan kerja di rumah sakit tempat Bapak di rawat,’ Kindi beragumen panjang.

Tak terasa mobil yang kukendarai sudah sampai di depan pintu pagar. ‘Teh … Nanti kita telpon Bapak ya … Minta tolong tanya dokter dan suster boleh gak Teteh jenguk ke rumah sakit ? Kan Teteh sudah baca di papan dekat Pa Satpam ada tulisan : Anak di bawah usia 12 tahun di larang naik’, saranku kepada Kindi. Dia mengangguk setuju.

Ternyata tetap saja jawabannya sama : Anak di bawah usia 12 tahun di larang naik. Kindi terlihat sedih dan mulai menangis. Duh … Gimana cara menghiburnya ? Kindi kangen berat. Mimpi ketemu Bapak sudah dua kali loh. Kindi juga hampir tiap hari bertanya kapan Bapak pulang ?

Kemarin aku berusaha menunjukkan foto-foto Kindi bersama Bapaknya. Senang melihatnya tersenyum dan tertawa sesekali saat aku ceritakan peristiwa lucu saat Kindi kecil bersama Bapak. Aku juga sempatkan mengajak Kindi sepulang sekolah berkunjung ke toko buku untuk membeli buku baru sebagai penghibur. Namun … Lagi-lagi kenangan manisnya bersama Bapak muncul dan membuat kangen beratnya kumat he3 …

‘Coba ada Bapak … Kan buku ini bisa dibacain sebelum tidur,’ kata Kindi.

‘Insya Allah … Kalau Bapak sudah sehat pasti akan bacakan buku-buku baru Teteh. Ok. Teteh harus sabar dan terus berdoa,’ kataku sambil memeluknya,

Foto-foto Maryam Aliyya Al Kindi bersama Bapak tersayang Rachmad Aziz Mucharom sebagai pelepas rindu.

(Kindi kangen ditemani Bapak berenang)

(Kindi kangen diajak jalan-jalan di alam terbuka oleh Bapak)

Dokter sudah melakukan USG yang ketiga dan hasilnya bagus. Abscess  liver sebesar 5cmx4cm itu makin mengecil. Demam tinggi dan menggigil juga sudah menghilang. Nafsu makan baik dan sudah bisa shalat sambiil duduk di kursi. Alhamdulillah … Allah Yang Maha Pemurah telah menyembuhkan penyakit suamiku. Insya Allah satu dua hari lagi boleh pulang.

Ya … Suamiku dengan sabar menjalani pengobatan di rumah sakit selama hampir 15 hari. Banyak hikmah yang didapat saat sakit. Salah satunya adalah begitu bersyukur memiliki keluarga dan sahabat yang baik, penuh perhatian, dan senantiasa mendoakan. Aku juga sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu oleh Mba Sri yang setia menemani Kindi dan  Mbah Eja yang mencuci pakaian serta bersih-bersih rumah. Ada Bang Wandi yang mencucikan mobil. Juga Babeh satpam komplek yang membantu menjaga rumah saat aku harus menginap di rumah sakit. Ya Allah … Sungguh Engkau Maha Baik lagi Maha Pengampun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s