perempuan dan komunitas ekonomi asean

Standar

ASEAN Connectivity Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 : Peran dan Kontribusi Blogger dan Social Media dalam Menghadapi Integrasi Ekonomi ASEAN . Gedung Carakaloka Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Jakarta , 24 Agustus 2013.

 

Tema seminar yang menggelitik itu di tayangkan oleh kompasiana.com dengan antusias aku langsung mendaftarkan diri lewat e-mail. Jawaban dari admin … Selamat! Nah … artinya aku diundang menghadiri acara yang ternyata memang asyik. Ada duta besar Amerika Serikat, Menteri Kominfo, Duta Besar Indonesia, dan Dirjen Kerjasama Ekonomi ASEAN.Aku ditemani anak sulungku Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi (Kaka) yang masih menikmati liburan sekolahnya. Besok baru kembali ke IBS boarding school-nya. Nah … Sebelum acara dimulai Kaka berkenalan dengan senior kompasiana Dian Kelana yang tak pernah lepas dari kameranya. Kata beliau ‘Wah … Senangnya bisa foto bareng cucu yang juga kompasianer…  hi3 …’.

 

 

Pertanyaan menarik yang muncul dalam seminar ini adalah, bagaimana kita menghubungkan keunggulan jumlah penduduk dan potensi ekonomidengan dukungan sumber daya alam (segala ada) di negara NKRI tercinta untuk mampu bersaing di tahun 2015 ? Memangnya tahun 2015 ada apa ? Ya … Pada tanggal 31 Desember 2015 nanti akan menjadi awal dimulainya komunitas ASEAN.

 

Indonesia sebagai negara dengan luas wilayah terbesar dan jumlah penduduk hampir setengahnya penduduk ASEAN, wajar saja dan sangat pantas bila menjadi pemimpin di ASEAN. Harus ada semacam rasa kebanggaan dalam diri kita. Nah … kalau itu luntur : hancurlah diri kita. Namun … Apa hanya cukup rasa bangga ? Tentu tidak!

 

Mr. David duta besar Amerika Serikat mengatakan bahwa untuk bisa maju, satu bangsa dan negara harus memiliki cita-cita dan ide-ide besar yang sama. Kesejahteraan rakyat tidaklah mudah dan datang secara ajaib. Manfaatkan segala potensi yang ada dan bergandengan tanganlah agar semakin kuat dan berjaya.

 

 

Cita-cita ingin mengejar peringkat 8 dunia … bahkan peringkatdi tahun 2045 tentu kita harus melakukan usaha ekstrim untuk mencapai cita-cita ini. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dalam diskusi dengan Mr. Lie mantan Perdana Menteri Singapura mengatakan, bahwa sulit membandingkan Indonesia sebagai negara besar dengan negara sekecil Singapura ( he3 … di Singapura dari ujung ke ujung naik sepeda 9 jam : lah … di Indonesia naik pesawat 9 jam dari ujung ke ujungnya).

 

 

Apa yang harus kita bangun di Indonesia ini ? Diskusi jembatan selat sunda saja belum selesai. Padahal bila jembatan itu kelak nyata adanya, sudah terbayangkan naik kereta dari Banda Aceh ke Banyuwangi selama 10 hari … Wah … Pasti asyik sekali menikmati indahnya alam raya pulau Sumatera dan Jawa.

 

Sebelum bicara ASEAN, bangun dulu Indonesia. Bangunlah ACT – IT-nya. Data menunjukkan dari 6,5 % pertumbuhan ternyata telekomunikasi menyumbang 11 %. Walaupun pada tahun 2012 pertumbuhan menurun namun pertumbuhan telekomunikasi masih di atas 10 %. Data terakhir menunjukkan 94 % wilayah Indonesia sudah terkoneksi di Indonesia. Luarbiasa Indonesia ini : ada 33 juta orang bergerak selama idul fitri : bayangkan orang sebanyak itu menggunakan telepon genggam, internet, tablet, android …

 

Di Singapura ada kebijakan besar untuk merekrut orang-orang pintar dan cerdas dengan bayaran tinggi. SDM global telah bekerja di sana untuk meningkatkan kesejahteraan negaranya.

 

Indonesia punya keragaman yang sangat tinggi dan unik. Sudah seharusnya kita bisa mengembangkan keragaman dan keunikan ini … Tak perlu menjadi seragam. Contoh saja kuliner, ada redang, gudeg, empal, konro, soto, nasi goreng, rawon, dan sebagainya. Minuman pun sangat beragam … Kunyit asem, kelapa muda, kopi luwak, sirup jeruk nipis, es oyen, dan sebagainya.

 

Lalu para blogger (terutama blogger perempuan) tentu bertanya-tanya : ‘so what gitu loh!’ kita ini mau ngapain harus jelas. Tentu kita bersama-sama harus berusaha untuk mengkampanyekan keunggulan Indonesia. Kita tidak boleh diam. Negara ini tidak boleh diam, bila ada masalah harus kita atasi …Hayu para kompasianer (terutama kompasianer perempuan), kita mulai lebih sering menulis tentang Indonesia tercinta dengan segala keunggulannya terutama di kompasiana.com atau blog pribadi. Semoga saja tulisan kita bisa memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah persaingan ekonomi ASEAN bahkan dunia, Perempuan Indonesia pasti bisa menjadi bagian dari komunitas ekonomi ASEAN sebagai pemain bukan hanya penonton, aamiin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s