sssttt … ada kisah seram di kantor temanku

Standar

Waktu menjelang terbenam matahari. Semburat lembayung di ufuk menjadi latar gedung fakultas ekonomi dan bisnis. Aku duduk di sebuah bangku di koridor lantai dua fakultas psikologi UGM Yogyakarta. Di ujung koridor peserta sosialisasi internet sehat dan aman antusias berinteraksi dengan para narasumber. Tim ID-Kita Kompasiana bekerja sama dengan Kementrian Kominfo bersemangat membagi pengalaman agar internet dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya : meningkatkan nilai positif dan meninggalkan hal negatif.

1369726436581529290

Di koridor lantai dua ini, aku berbincang dengan salah seorang teman tentang tren bisnis telekomunikasi dan informatika di Indonesia. Kami berdiskusi tentang pilihan jurusan yang prospektif dan sekiranya sesuai dengan minat anak pertamaku. Kaka tahun depan akan kuliah. Dia sangat berminat dengan segala yang berkaitan dengan teknologi informasi. Nah … Temanku yang baik hati inipun tak segan berbagi pengalaman.

1369726644727804493

Cerita tambah seru saja ketika bahasan mulai merambah pengalaman paling berkesan saat bekerja. Eh … Temanku yang pandai bermain gitar ini kok ya malah bercerita tentang kisah seram. Aku yang di temani mba Vema makin asyik saja menyimak kisah seram yang terjadi sekitar dua tahun lalu di sebuah gedung perkantoran di Jakarta.

Ini kisah temanku …

Suatu hari temanku mendapat jadwal shift malam. Pukul sepuluh sampailah dia di kantor. Entah mengapa ? Malam itu ruang kantor yang biasanya ramai dan hiruk pikuk oleh pekerja shift malam, kali ini sepi … Ya … Temanku hanya sendirian di ruang besar itu. Seperti biasa tugaspun dikerjakan, namun tiba-tiba ada bunyi kursi bergeser di arah belakang. Penasaran … ???

Temanku menuju ke arah sumber suara … Iiihhh … Dalam kesunyian malam, secara perlahan rasa merinding menjalar dari arah tangan terus ke pundak, tengkuk, lalu menuju ubun-ubun. Jantung pun berdegup kencang tak menunggu waktu lagi, temanku lari ke arah lift. Segera menekan tombol ke lantai dasar. Waduh … Baru ingat kalau ternyata telepon genggam tertinggal di meja kerja.

Hiiiksss … Masih dalam kondisi setengah takut, temanku kembali ke ruang kerja. Ternyata begitu membuka pintu ruangan dan menuju ke arah meja kerja, proses merinding itupun terjadi lagi. Wuuussss …. Secepat kilat disambar telepon gengam. Komputer jinjing dibiarkan saja di atas meja kerja, temanku langsung bergegas menuju ke lift. Begitu sampai dalam lift rasa merinding seketika hilang blaaasss …

Mondar-mandir di lantai dasar ditemani pa satpam yang asyik berjaga sambil main catur. Bosan menanti waktu temanku menyempatkan diri membeli makanan di luar kantor. Duh … Waktu shift kan baru berganti pukul tujuh pagi. Sedangkan ini masih dini hari. Dengan memberanikan diri, temanku menuju ke lantai ruang kerjanya. Namun tak menuju meja kerja, melainkan menuju mushola kecil di sudut ruangan. Di tempat ini tak ada rasa merinding. Meringkuk menahan kantuk akhirnya terpejam juga mata temanku ini. Waktu subuhpun tiba. Mentari pagi hadir menerangi ruangan dari jendela kaca bening.

Beberapa pekerja shift pagi mulai berdatangan. Suasana ruanganpun kembali ramai. Dan sungguh rasa merinding itupun lenyap begitu saja.Temanku menutup ceritanya. Aku penasaran … ‘Mas apakah di keluarga ada yang terbiasa mengalami hal seperti itu ?’ Ternyata menurut temanku ibunda tercinta bisa melihat makhluk halus bahkan berkomunikasi. Begitupun kakek dan pamannya.

Memang antara percaya tidak percaya dengan beragam cerita seram seperti ini. Namun … Baru saja aku membaca Al Quran dan didalamnya ada surat Al Insan juga surat Al Jinn. Allah Yang Maha Kuasa menciptakan jin dan manusia. ‘dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin. Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya, kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.’ (QS. Al Jinn 72 : 6 dan 11-12).

Perhatikanlah firman Allah Yang Maha Mulia ‘Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena Kami jadikan dia mendengar dan melihat.’ (QS. Al Insan 76 : 2).

Kisah seram lainnya berlanjut di dalam mobil yang membawa kami menuju restoran bakmi jawa. Mau tahu ? Tiba-tiba saja aku ditodong dan diminta nomor pin. Tapi ini seram yang lain, alias serius dan ampuh he3 … Teman-teman mengajakku berbagi ide penataan ruang kantor mereka. Ini akibat aku ketahuan seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai dosen juga arsitek. Ha3 … Sayang seribu sayang, aku tak bisa memberi nomor pin karena blackberry di tasku ini hanya untuk kalangan terbatas. Jadi aku beri saja nomor telepon flexi yang telah setia menemaniku selama hampir lima tahun.

Aku bilang insya allah akan silaturahim ke kantor mereka dan membantu menata kembali interior ruangannya agar terasa lebih nyaman untuk bekerja. Bukankah salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja adalah ruang kerja yang nyaman ? Tentu selain salary alias pendapatan yang memadai juga reward atau penghargaan dari tempat kerja atas prestasi yang dicapai (sssttt … aku belum sempat tanya pada temanku, kalau pegawai negeri sipil golongan 3A gajinya berapa ya ? sekedar referensi saja barangkali ada mahasiswa yang bertanya hal serupa ?)

Aku masih menunggu cerita dari mba Vema saat dua malam berturut-turut dia ‘ngelayap’ mondar-mandir di koridor bahkan hingga naik turun ke lantai lain termasuk lobby hotel. Mba Vema baru bisa tidur nyenyak ketika waktu memasuki fajar sekitar pukul empat pagi. Tak lebih dari dua jam, kami sudah kembali bersiap sarapan di restoran hotel.

1369729786727430353

Tapi menurutku lebih seram lagi kisah-kisah para koruptor yang memangsa harta negara. Mereka sepertinya tak seram bila kelak akan ada pembalasan setimpal atas apa yang diperbuatnya itu. Bukankah perbuatan korupsi sangat merugikan orang banyak ? Artinya mereka bersenang-senang di atas penderitaan oranglain. Kalau diganggu jin saja merasa seram, bagaimana kelak bila di hari pembalasan akan berjumpa dengan para malaikat penjaga neraka dan berkumpul bersama iblis laknatullah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s