berani melawan korupsi

Standar

Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudah sepatutnya tetap istiqamah dan tak gentar dalam mengusung penuntasan kasus korupsi di Indonesia. Terutama korupsi ‘gede-gede-an’ yang menyengsarakan rakyat. Tak usah takut melawan korupsi! Lawanlah bersama dari segala penjuru.

Sepuluh tahun lalu, tepatnya tanggal 15 November 2003 telah ditandatangani Pencanangan Gerakan Nasional Anti Korupsi (GNAK) berupa Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua PBNU KH.A.Hasyim Muzadi, Ketua PP Muhammadiyah Prof.Dr.Sya’fii Ma’arif dan Direktur Eksekutif LSM Kemitraan DR.HS Dillon.

Sebuah fenomena menarik, jika mahasiswa yang notabene adalah sekumpulan orang muda bersemangat baja, (alih-alih sebagian besar belum kenal nikmatnya’uang) tentu ketika maju di barisan terdepan dalam aksi demonstrasi akan lebih bebas berekspresi. Bersemangat … Bahkan sampai merangsek ke gedung DPR RI pun berani dilakukan.

Tapi coba, jika seorang ‘tetua’ seperti dosen, kyai, pengusaha, pendeta, anggota legislatif, pengacara, birokrat, guru, pedagang, buruh, notaris, hakim, jaksa, dokter, arsitek, polisi, banker,  tentara, dan juga ibu-ibu rumah tangga mau maju untuk bersuara bahwa mereka juga  bergerak melawan korupsi. Tentu butuh banyak pertimbangan dan juga keberanian ekstra. Mengapa ? Zona nyaman memang sulit untuk diruntuhkan. Namun … Ini persoalan besar bangsa ini. Kemerdekaan memang telah direbut …Tapi, siapa yang tak miris, sedih, getir, menangis tersedu ketika negeri sendiri kekayaannya dijarah para koruptor.

Kita lihat di banyak negara, ketika mahasiswa maju bergerak menyuarakan aspirasi di situlah ada kekuatan moral. Lalu di mana kekuatan para senior meraka ? Biasanya gerakan ‘para tetua’ ada di tulisan, di forum diskusi, di lobby tingkat tinggi, dan di kekuatan politik juga ekonomi. Paduan yang luar biasa jika kekuatan kaum muda dan para tetua / senior dapat berjalan dengan sinergis. Ayolah … Bangun dari rasa enggan dan rasa itu bukan urusanku … Minimal tuliskan rasa keprihatinan terhadap makin ganasnya korupsi dan makin ‘mlempem’nya hukum di hadapan para koruptor. Boleh di twitter, di blog pribadi atau keroyokan, di facebook, atau minimal panjatkan doa-doa di penghujung malam agar kita tetap tegar dan terus bersemangat anti korupsi.

1358234746305161057

Dewi Laily Purnamasari founder komunitas ibu ibu anti korupsi dengan anggota lebih dari seribu orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s