gempita pemilukada untuk siapa ?

Standar

Pemilu 2014 yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 2014 semakin dekat saja waktunya. Aku, Dewi Laily Purnamasari telah mendapatkan stiker pemutakhiran data pemilih pemilu 2014. Pertanyaanku adalah gempita pemilu untuk siapa ?

Bercermin pada gempita dan hiruk pikuk pemilihan kepala daerah ‘Pilwalkot’ di Kota Cirebon sedang mencapai titik kulminasi tertinggi. Bagaimana tidak ? Waktu tinggal dua pekan lagi. Pencoblosan akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2013.

Lima pasangan calon walikota – wakil walikota akan berkampanye sesuai jadwal yang telah di tetapkan KPUD Kota Cirebon. Selain kampanye terjadwal, ternyata spanduk, pamflet, juga baliho besar menghiasai jalanan Kota Cirebon pun batang pohon dan tiang listrik tak luput dari foto kandidat. Mereka adalah pasangan Bamunas-Priatmo, Ano-Aziz, Ayi-Azrul, Sofyan-Sunarko, dan Saladin-Heru.

Namun … Sayang seribu sayang. Kampanye yang diharapkan mampu menjadi sarana pendidikan politik praktis bagi masyarakat Kota Cirebon ternyata belum bisa terwujud. Lagi-lagi kampanye lebih banyak di isi iring-iringan pawai yang memacetkan kota. Sedangkan debat publik atau diskusi bersama beragam komunitas tidak maksimal dilakukan.

Oke lah bila kampanye pilkada kali ini tak memenuhi harapanku, maka aku ingin menyampaikan pemikiran yang semoga dapat menjadi bekal walikota – wakil walikota terpilih nanti. Salah satu tugas pemimpin pemerintahan di tingkat kota adalah menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang kemudian dibahas bersama DPRD. APBD milik siapa ? Pertanyaan mendasar ini perlu dijawab oleh pemegang amanat rakyat. Mengapa ?

Dari sisi konseptual, APBD memegang peran penting dalam proses pembangunan. Fungsi utama dalam kaitannya dengan program pembangunan adalah sebagai alat perencanaan, alat pengendalian, alat kebijakan fiskal, alat politik, alat koordinasi dan komunikasi, alat penilaian, dan alat motivasi. Namun, menurut pandangan berbagai kalangan APBD Kota Cirebon belum memenuhi asas keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat luas – khususnya masyarakat miskin dan kaum perempuan.

Satu hal penting lainnya adalah potensi korupsi pada APBD Kota Cirebon. Pada tahap penyusunan maupun implementasi program yang tertuang dalam APBD, memang sangat rentan mengundang praktek korupsi. Terutama dalam pos anggaran belanja rutin. Anggaran terus membengkak seiring dengan masuknya pembelian mobil dinas, perjalanan dinas, renovasi kantor, pemeliharaan rumah dinas, juga ongkos kantor (biaya rapat dan kepanitiaan).

Sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini walikota – wakil walikota memegang teguh tiga prinsip utama dalam menyusun APBD, yaitu prinsip orientasi publik, prinsip keadilan, dan prinsip kepemimpinan yang baik. Prinsip orientasi publik memiliki pengertian bahwa pengambilan kebijakan dan keputusan khususnya APBD Kota Cirebon seharusnya terbuka dan berpihak kepada kepentingan dan kemashlahatan masyarakat banyak. Keterbukaan ini dapat dinilai dari proses mulai perencanaan, penyusunan, penetapan, dan evaluasi serta pertanggungjawaban. Jangan lagi anggaran disusun untuk kepentingan segelitir golongan, bukannya untuk masyarakat. Malah lebih parah bila di korupsi oleh pejabat dan rakyat tetap saja melarat.

Buletin Blakasuta yang diterbitkan oleh Fahmina Institute Cirebon mengangkat tema tentang APBD Kota Cirebon Milik Siapa ? Tulisanku ada di dalamnya bersama tulisan teman-teman lainnya Faqihuddin Abdul Kodir, Setyo Hajar Dewantoro, Ipah Jahrotunnasipah, Wiharti, Obeng Nurrosyid, Dadang Kusnandar, Rosidin, Nuruzzaman, dan Husein Muhammad.

Merenungkan kembali makna pemilihan anggota DPRRI dan DPRD  yang akan dilanjutkan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Semoga saja akan terpilih para pemimpin yang amanah, jujur, adil, dan teguh pendirian untuk menegakkan kebenaran, aamiin …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s