jalan kaki mengenang nabi

Standar

Tak menyangka terpilih menjadi salah satu dari empat tokoh yang dimintai cerita pengalaman berhaji selagi masih muda. Tiga tokoh lainnya adalah Agus Kuncoro (aktor dan figur publik), Muhammad Farhan (presenter dan figur publik), Syifa Fauziah (PR universitas Islam Assyafiyah). Apa rasanya di wawancara wartawan sebuah majalah nasional sekelas Majalah Noor ? Tentu saja supraise …

Agus Kuncoro berbagi pengalaman bahwa haji itu pengorbanan. Jika ingin berhaji, ya harus ada pengorbanan untuk itu. Jalan-jalan ke Eropa kalau uang banyak bisa saja dilakukan. Namun, berhaji lain ceritanya. Uang bnayak, tapi kalau belum ‘terpanggil’ belum tentu bisa berhaji. Menurut Muhammad Farhan sejatinya, ibadah haji itu memiliki dua aspek yang sangat berbeda. Aspek pertama adalah aspek fisik. Secara fisik kita melakukan sebuah ritual yang merupakan napak tilas Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan terakhir napak tilas Nabi Muhammad. Di sisi lain, nilai spiritual dari haji harus kita sendiri yang mencari, juga menerjemahkan dan menginterpretasikannya. Nah … sifat spiritual inilah yang sudah seharusnya terus dicari sendiri sepanjang hayat kita.

Saving money untuk haji dilakukan oleh Syifa Fauziah. Ketika haji pertama kali bersama orangtua, kini keinginan berhaji bersama suami memberi motivasi untuk menabung. Kalau rezeki sudah ada ketika muda, mengapa harus menunggu tua untuk menunaikannya. teman-temannya banyak yang berprinsip seperti itu. Mereka menyisihkan gaji mereka untuk diniatkan berhaji. Kalau sudah diniatkan, insya Allah selalu saja ada jalan untuk mewujudkannya.

Pengalaman pribadi penulis yang dituangkan oleh wartawan Ade Nur Sa’adah adalah tentang pengalaman berjalan kaki dari Makkah ke Arafah untuk melaksanakan wukuf. Haji bukan hanya melatih kesabaran tapi juga membukakan mata dan hati kita bahwa kedudukan semua manusia itu sama di hadapan Allah. Manasik haji sangat dibutuhkan terutama bagi yang pertama kali akan berhaji. Oya … 40 hari menghabiskan waktu bersama dengan kelompok di Makkah dan Madinah menjadikan jalinan silaturahim dan kekeluargaan terus berjalan hingga kini.

1351601105484339875

Senangnya bisa tampil di Majalah Noor edisi 08 tahun 2012.

13516014721793006082

13516015842060146446

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s