bersiap kuliah di itb dan ui : intip dulu ada apa di sana ?

Standar

Membaca kisah Negeri Lima Menara karya A. Fuadi di halaman 309 – 311 sangatlah menarik. Diceritakan Alif mendapat surat dari Randai sahabatnya yang diterima di jurusan Teknik Mesin ITB. Randai memang bercita-cita ingin kuliah di sekolahnya Bung Karno dan Pak Habibie. Alif senang membaca surat itu dan bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya kepada sahabatnya Randai … Tapi jantung Alif kok berdetak aneh … Mengapa ???

Ternyata ada sekam yang tak pernah pudar selama tiga tahun dan saat itu ternyata meletik-letik dan menyala menjadi api. Alif bersekolah di sebuah pesantren di Jawa Timur bernama Pondok Madani. Alif menjadi santri di sana dan harus bersekolah selama emapat tahun. Alif pun bercita-cita menjadi mahasiswa ITB dan menjadi seperti Habibie. Apakah santri dari pondok pesantren atau siswa dari islamic boarding school bisa menembus gerbang ITB ?

Pertanyaan itupun pernah diajukan anakku Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi (Kaka) dan Muhammad Hafizh Haidar Hanif  (Mas) yang sedang menempuh pendidikan SMA dan SMA di Islamic Boarding School alias pesantren modern. Kaka bercita-cita menjadi ahli informatika komputer atau astronomi. Sedangkan Mas ingin menjadi ahli fisika atau arsitektur. Saat memilih boarding school, aku berusaha menggali informasi sebanyak mungkin tentang hal tersebut. Searching internet dilakukan untuk mengetahui peluang-peluang dari siswa yang bersekolah di pesantren atau sekolah islam berasrama untuk diterima di ITB. Alhamdulillah … ketika bertemu dengan SMA IBS Insan Cendikia Sekar Kemuning Cirebon ternyata ada alumni sekolahnya yang telah berhasil menjadi mahasiswa ITB. Begitu pula ketika membaca laman website SMP – SMA Al Binaa IBS Bekasi alumninya juga ada yang menjadi mahasiswa ITB. Santri masuk ITB : Bisa !

Kaka tentu termotivasi untuk belajar dengan semangat demi meraih cita-citanya, pun demikian dengan Mas. Aku sebagai orangtua tentu berusaha memfasilitasi sebaik mungkin minat dan bakat mereka. Tak lupa senantiasa mendoakan agar cita-cita baik mereka diberi jalan dan kemudahan oleh Allah Yanag Maha Kuasa. Semoga ilmu yang mereka kelak dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat serta menjadikan Kaka dan Mas sebagai hamba-Nya yang shalih. Ilmu yang berkah dan berguna bagi kemanusiaan. Ilmu yang menjadikan mereka pribadi yang berakhlak mulia.

Selain ITB, ternyata UI pun menjadi tujuan favorit alumni SMA. Kebetulan dua adikku menempuh pascasarjana di UI program studi Teknik Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat. Nah … Om dan Tante mereka pun menjadi sumber motivasi bagi Kaka dan Mas. Tantenya seorang dokter yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di UI dan tinggal di rumahku. Jadi Kaka dan Mas melihat bahwa belajar itu harus terus menerus, istiqamah, sepanjang hayat dan tak pernah merasa putus asa. (Dulu sewaktu ibu dan ayahnya menempuh pascasarjana mereka masih kecil : mungkin belum begitu ‘ngeh’ dengan aktivitas orangtuanya).

Aku ceritakan pada Kaka dan Mas, bahwa beberapa teman Ibu yang berasal dari pesantren sekarang sedang menempuh pascasarjana di UI. Lalu … aku perlihatkan di jejaring sosial facebook teman-teman yang sukses mendapatkan beasiswa di UI. Terbukti bukan ? Santri masuk UI : Bisa !

Sebagai salah satu cara memberi semangat kepada Kaka dan Mas, aku mengajak mereka untuk berkunjung ke kampus ITB dan UI. Nah … silahkan menyimak foto-foto di bawah ini :

13539865541263160615

Kaka menikmati gedung jurusan Teknik Informatika ITB dan melihat para mahasiswa yang sedang belajar di koridor gedung walaupun hari minggu.

13539865861465644015

Kindi bersemangat sekali bermain di plasa yang asri dengan air mancur dan pepohonan teduh.

1353986614627253005

Senja yang nyaman di depan prasasti Soekarno berlatar gedung fakultas MIPA.

1353986663197642568

Prasasti Soekarno : pada tanggal dua bulan maret tahun seribu sembilan ratus lima puluh sembilan paduka jang mulia presiden republik indonesia hadji doktor insinjur achmad soekarno telah meresmikan institut teknologi di kota bandung.

13539865211628180867

Masjid Salman tempat favorit mahasiswa ITB untuk mengembangkan kecerdasan spiritualnya. Kindi tak lupa bergaya di halaman rumput hijau yang asri. Tak lupa Kaka dan Kindi juga menikmati makan ala prasmanan di kantin masjid Salman dan bergabung dengan para mahasiswa selepas shalat dzuhur. (Komentar Kindi tentang masjid Salman : ‘Bu … enak ya bisa belajar di sini sambil selonjoran dan tengkurap. Ha3 … Kindi tadi melihat banyak mahasiswa ITB yang sedang belajar bersama di koridor masjid)

13539873821869830297

13539892382115945828

Mas di temani Ibu dan Kindi asyik sepedaan di areal danau dengan latar Balariung dan gedung Rektorat UI. Areal ini adalah tempat favorit bagi mahasiswa maupun orang luar UI yang ingin berolahraga di hari Minggu. Masih banyak pohon besar yang rimbun dan kicau burung.

13539878092011443500

Mas dan Kindi menikmati suasana nyaman di sekitar gedung perpustakaan UI. Di lantai bawah ada toko buku Times. Walau belum menjadi mahasiswa, Mas dan Kindi sangat senang membaca loh! Nah … begitu tahu ada toko buku di gedung ini mereka tambah semangat deh …

13539882011865017116

Asyiknya berlarian di halaman rumput hijau dan menghirup udara yang segar. Semangat ya Kindi … Katanya kepingin jadi dokter he3 … Fakultas kedokterannya paling tua di Indonesia loh ! (Walau Kindi masih duduk di bangku taman kanak-kanak,  dia bisa juga ikut menikmati suasan kampus UI yang indah ini ^_^)

1353987933777707184

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s