cintai pohon sejak dini

Standar

Anak-anak jaman sekarang (terutama yang tinggal di kota besar) sangat jarang bersentuhan dengan pohon. Apakah mereka tahu bahwa kertas berasal dari pohon, pinsil pun demikian, apalagi meja dan kursi kayu tentulah berasal dari pohon. Adakah keinginan mereka untuk menanam pohon ? Adakah empati mereka untuk ikut menentang penebangan pohon di hutan ? Apakah kita sebagai orangtua sudah mengajak mereka untuk lebih mencintai pohon ? Ya … love the trees

Di rumah penulis ‘Dewi Laily Purnamasari’ yang tak seberapa luas tumbuh pohon beragam jenis. Pohon tanjung, mangga, kamboja, bintaro, soka, belimbing, palem juga beringin. Ah … walau belum tertata rapi, namun sudah terasa rimbun, sejuk, segar, hijau menyegarkan mata. Pagi hari saat matahari bersinar cerah, burung-burung berkicau di dahan pohon. Bila beruntung ada juga kupu-kupu hinggap dibunga yang sedang mekar.

Tak kenal maka tak sayang … Bukankah pepatah mengatakan demikian ? Akupun berusaha mengenalkan pohon kepada anak-anak agar mereka bisa mencintainya. Foto-foto di bawah ini mencerminkan ‘walau’ sedikit kecintaan mereka kepada pohon.

13471137392118479146

Foto satu : Menikmati semilir angin di pematang sawah desa tegaljugul kaki gunung ciremai

13471131971234576863

Foto dua : Merenung di bawah naungan nyiur melambai desa sangkanurip kuningan

13471132361309642424

Foto tiga : Memeluk palem bercabang 7 di kebun raya bogor

13540718261105440403

Foto empat : Menyiram dan merawat tanaman adalah ungkapan cinta kita kepada alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s