gagal naik ke puncak monas

Standar

Pengalaman lain saat Jumat hari istimewa, jam sepuluh pagi aku dan dua jagoan ku (Kaka dan Mas) bersemangat untuk shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Pilihan moda transportasi kami : mikrolet 06A dari rumah sampai PGC Halte Walk Cililitan, lalu naik Busway jurusan Ancol (bus gandeng yang keren … he3), turun di Pasar Baru. Hi3 … kami seharusnya naik jurusan Harmoni, tapi Mas sangat ingin naik bus gandeng, ya tak apalah dari Pasar Baru sambung taksi. Ongkos Busway perorang Rp. 3.500,- sedangkan taksi argometer menunjukkan angka Rp. 9.800,- tepat di depan Masjid Istiqlal pintu utama. Alhamdulillah …

Dua jagoan ku memang jagonya lapar … hi3 … tadi di PGC mampir dulu ke kios makanan untuk dibawa menuju Masjid Istiqlal. Begitu sampai … sebelum berwudhu disantaplah dengan nikmat bekal burger dan roti rasa vanila. Senang rasanya melihat Kaka dan Mas makan bekal sederhana itu dengan sangat lahap. Setelah habis, barulah kami berwudhu dan menuju ruang utama. Alunan ayat suci Al Quran terdengar merdu … syahdu … suasana masjid membuat shalat lebih khusyuk.

Selesai shalat, kami menuju stasiun Gambir. Mas lagi-lagi ‘ngidam’ he3 … “Bu, naik bajaj yah …’” katanya meminta. Aku dan Kaka mengangguk saja sambil bercanda, “Mas … nanti kita gemetaran loh!” Mas malah merasa tertantang, “Ayo! siapa takut … aku lupa lagi nih rasa gemetar akibat naik bajaj.” Sesampai di stasiun Gambir kami makan siang sambil berdiskusi hendak ke mana lagi ?

Ide dadakan yang cemerlang. “Gimana kalau kita naik ke puncak Monas,” kata Kaka. “Mumpung sudah sampai di dekat Monas nih …” lanjut Mas. “Oke! lanjut … jalan lagi,” seru aku bersemangat. Ooohhh ternyata Monas tidak sedekat yang terlihat. Kami harus berjalan kaki, berkeliling taman Monas sampai di depan gerbang menuju ruang bawah tanah. Lalu membeli karcis seharga Rp. 1.000,- untuk pelajar dan Rp. 2.500,- untuk umum. Di pelataran kami membeli lagi tiket untuk naik lift ke puncak Monas seharga Rp. 3.500,- untuk pelajar dan Rp. 7.500,- untuk umum. Wah … antrian sangat panjang. Kami mengurungkan niat naik sampai ke puncak. Tiket yang sudah kami beli kami berikan kepada tiga orang pengunjung. Gratis ! He3 … mereka terheran-t-heran.

Pulang, naik taksi menuju stasiun Dukuh Atas lalu naik Busway menuju Matraman. Ganti ke arah PGC. Lanjut naik mikrolet. Alhamdulillah … sampai dengan selamat di rumah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s