latihan ‘ndeso’ di kaki gunung ciremai

Standar

Jakarta kota megapolitan … Gedung pencakar langit tumbuh merangsek serabutan : melahap dengan rakus taman kota, lapangan sepakbola, bahkan kuburan. Jutaan orang memadati jalan, berdesak-desakan, bercampur asap kendaraan. Di lorong gang yang tadi kulalui, selokan menyebar aroma busuk berkawan timbunan sampah. Rumah petak saling silang tak beraturan, dihiasi warna-warni jemuran.

Aku di sini berdiri, di sebuah trotoar yang tiada arti, dijejali pedagang lima kaki. Mataku menatap berbagai angkutan kota melintas, mencari nomor yang pas. Berjejal … bahkan dipintu angkutan berwarna orange terang dan hijau pupus itu bergelantungan para pemberani yang tak takut terpental. Rasanya aku masih sayang nyawa yang cuma ada satu-satunya. Kupilih naik  angkutan biru muda bernomor 06 jurusan Kampung Melayu Gandaria. Masih ada 3 bangku tersisa … ah … aku  masih bisa bernafas lega karena penumpangnya semua wanita. Sopirnya juga menyetir dengan baik dan tidak merokok.

Kali lain aku naik KRL dari stasiun Kalibata menuju Gambir … Dalam gerbong khusus wanita aku berdiri berhimpitan hingga hampir tak bisa bergerak. Lebih baik tak berharap merasakan dinginnya AC atau duduk nyaman daripada kecewa. Tak terbayangkan … apa rasanya bila setiap hari harus naik KRL kelas ekonomi ? Penumpang di atap kereta, juga bergelantungan di gerbong yang tiada berpintu, melihatnya saja jantungku berdegup ngeri.

Teman-teman kompasiana yang baik hati … Aku pemegang KTP DKI sejak tahun 1995. Tujuhbelas tahun sudah kulalui kehidupan di ibukota negara yang kucintai. Dan besok tanggal 20 September akan menjadi pemilih pada pemilukada yang kedua kali. Hasil renungan dan olah pikir berhari-hari … memilih itu harus sesuai hati nurani. Sepakat dengan hasil diskusi hangat … pilihlah pemimpin yang merakyat. Mohon maaf  ya para sahabat … aku bukan tim kampanye dari para kandidat. Aku cuma mau bilang … hati dan otak sedang terpikat pada si kotak-kotak. Oya … ijinkan juga aku menulis kalimat penutup : ‘ndeso juga keren kok …’

13474203881937421488

Anak 3-ku berlatih ‘ndeso’ di desa tegaljugul kunigan – kaki gunung ciremai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s