orangtua sahabat remaja di era digital

Standar

Aku telah dikaruniai remaja laki-laki berusia 16,5 tahun dan 14,5 tahun. Kaka duduk di kelas 2 SMA dan Mas di kelas 1 SMP. Menurutku, Ibu, lebih khusus Ayah sangat berperan sebagai sahabat remaja laki-laki. Ayahlah yang seharusnya menemani mereka membaca rambu-rambu kehidupan. Bersahabat dengan orangtua bagi seorang remaja sangat penting artinya, sebagai remaja yang mengalami juga perubahan kejiwaan. Remaja tentu pernah mengalami rasa cemas dan rendah diri, maupun menemui masalah pergaulan dengan teman. Namun, semua itu dapat dilewati dengan baik karena sahabat terbaik adalah orangtua. Tempat belajar terbaik adalah rumah.

Bila teman-teman remaja masih belum menjadikan orangtua sebagai sahabat dan rumah sebagai tempat belajar, ayo mulai lah! Remaja seusia anakku ini makin banyak menemui godaan dan tantangan. Aku sudah bercerita tentang dampak buruk rokok, narkoba, televisi, dan candu ’games’. Satu lagi nih … Remaja adalah bagian dari komunitas ini, akan berhadapan dengan apa yang disebut dengan perilaku seks beresiko dan pornografi.

Media massa, baik cetak maupun elektronik dan jaringan internet telah dijadikan alat oleh sekelompok orang demi kepentingan bisnis –juga kepentingan besar- penghancuran moral generasi penerus bangsa. Maka tampaklah di perempatan jalan, di emperan trotoar, di toko buku, di kios koran, di warung internet, di rumah, di mal, di bioskop, di sekolah, di kantor, di kendaraan, di pesantren, di tempat ibadah, dimana-mana … pornografi dan perilaku seks beresiko.

Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukkan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Undang-undang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia.

Ketentuan yang diatur dalam undang-undang tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang bersumber pada ajaran agama juga melindungi setiap warga negara, khususnya perempuan, anak, dan generasi muda dari pengaruh buruk dan korban pornografi. Ya benar! Aku setuju, bahwa anak dan remaja paling rentan menerima pengaruh buruk bahkan seringkali menjadi korban. Maka, setiap orang khususnya orangtua, guru, dan pemerintah berkewajiban melindungi anak dan remaja dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak dan remaja terhadap informasi pornografi.

Dampak dari pornografi adalah terserapnya informasi yang salah dan merusak jaringan otak. Pikiran mempengaruhi perilaku. Bukan begitu teman ? Bila pikiran terkena racun pornografi maka perilaku seks beresiko adalah episode lanjutannya. Perilaku ini dilarang oleh Allah SWT, karena Allah SWT telah memberikan jalan terbaiknya. Hubungan seksual hanya boleh dilakukan suami istri dalam perkawinan. Perkawinan yang harmonis, penuh cinta kasih, saling menyayangi, da melindungi antar pasangan. Bukan sembarang seperti binatang. Bila belum mampu, Rasulullah SAW memberi contoh teladan, berpuasalah!

Sebagai Ibu, aku berusaha menjadi sahabat anak remaja lelakiku. Pendidikan kesehatan reproduksi untuk mengenalkan fungsi organ dan bagaimana mereka dapat menjaga dengan baik. Tak lupa aku ajak untuk menghormati juga fungsi hubungan sosial yang setara antar gender. Saling menjaga agar tak terjadi perilaku pelecehan baik secara fisik maupun psikis. Menemani mereka mengenal rambu-rambu bahaya di dunia maya juga menjadi konsentrasiku. Aku mengarahkan mereka untuk memanfaatkan dan mengkonsumsi internet secara sehat. Bila mereka membutuhkan informasi yang berguna untuk kehidupan mereka tentu kita patut mendukungnya. Situs yang baik ku perkenalkan dan aku juga memproteksi situs yang berbahaya bagi mereka. Tak lupa senantiasa ku berdoa agar mereka dikuatkan dan dapat terhindar dari berbagai tantangan dan rangsangan yang tak baik.

Kalau bukan Ibu dan Ayahnya, siapa lagi ???

batik11

Ibrabim Rasyid Ridho Rusydi anak sulungku dan Muhammad Hafizh Haidar Hanif anak keduaku beranjak remaja. Aku berusaha menjadi sahabat terbaiknya dengan menjalin komunikasi positif dan bersikap terbuka. Mengajak mereka ber-tafakur alam di hari libur sekolah bertujuan untuk menjalin keakraban antara orangtua dan remajanya : juga agar mereka semakin menganal Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Kaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s