puisi untuk anak-anak palestina

Standar

Akhir tahun 2008 terjadi tragedi Gaza. Palestina di serang Israel. Saat kejadiaan itu dua anakku Kaka dan Mas terbaring karena diserang seekor nyamukAedes Aegypti. Tentu penderitaan anak-anakku tak sepadan penderitaannya anak-anak Palestina di Gaza.Sungguh menyedihkan. Anak-anak tak berdosa menjadi korban. Mereka kehilangan rumah, orangtua, bahkan raga dan jiwa. Serangan rudal tiada henti. Kota porakporanda. Bahkan markas PBB pun tak luput dari kehancuran. Tak terperikan penderitaan mereka.

Kini di bulan November 2012, anak-anak Palestina di Gaza kembali menjadi korban kebrutalan Israel. Aku menerima banyak posting foto-foto yang membuat perutku bergolak mual dan kepalaku mendadak berdenyut nyeri, tak terasa air mataku menetes … Sungguh tak tega melihatnya. Pagi kemarin, suamiku meminta tolong untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening lembaga sosial untuk membantu saudara-saudara bangsa Palestina di Gaza.

Aku teringat percakapan empat tahun lalu di rumah sakit, saat anak-anakku sudah mulai pulih. Mereka sempat menonton berita di televisi sambil makan siang di atas ranjang dengan infus yang masih terpasang. Ketika suster datang dan mengatakan bahwa hari ini infus sudah bisa dilepas, betapa bersyukurnya aku.

“Alhamdulillah, Kaka dan Mas hari ini boleh pulang,” kataku sambil tersenyum. Televisi menyiarkan jumlah korban di jalur Gaza terus bertambah.

“Bu, coba semua tentara Israel diserang nyamuk aedes aegypti. Palestina bisa merdeka deh!” Kaka memberi komentar.

“Tambah lagi diserang cacar air. Atau seperti pasukan Abrahah yang mau menyerang Ka’bah. Apa mungkin yah?” lanjut Mas.

“Kaka … Mas … ada-ada saja,” Aku menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bu … Apakah Allah akan menurunkan bantuannya pada anak-anak Palestina ? Aku gak tega melihat penderitaan mereka …” kata Kaka dengan wajah sedih.

“Allah Maha Kuasa sayang … Sekarang kita yang harus berempati dengan mendoakan, memberi bantuan, dan bersyukur atas karunia Allah pada kita saat ini hidup di negeri  yang damai.” jawabku dengan lembut.

“Tabunganku boleh untuk menyumbang anak-anak Palestina ya Bu …” pinta Mas.

“Ooohhh … Boleh … boleh … bagus itu Mas! Kaka juga mau ikut menyumbang ?” kataku antusias atas rasa empati dari Kaka dan Mas.

“Mau banget! Tapi sedikit … He3 … ” jawab Kaka.

“Tak apa … yang penting kita ikhlas dan semoga bermanfaat untuk mereka ya ..” lanjutku sambil mengucek rambut Kaka.

Ya … mengajak anak-anak untuk memiliki rasa empati terhadap penderitaan sesama sangatlah penting. Hati nurani mereka yang masih murni akan lebih mudah terenyuh. Orangtua tentu harus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Yuk! Kita ajak anak-anak untuk menyumbangkan tabungan atau menyisihkan uang saku mereka untuk membantu anak-anak Palestina yang sedang dalam penderitaan akibat perang. Ajak juga untuk mendoakan agar anak-anak Palestina diberikan kesabaran, kekuatan, dan pertolongan Allah Yang Maha Besar, amin …

Puisi karya Kaka :

13545455511208852970

Betapa seharusnya aku dan keluarga pandai bersyukur atas nikmat hidup di negeri tercinta Indonesia. Tak ada perang. Tak juga kekurangan makanan. Alhamdulillah …Tragedi Palestina menyadarkanku akan nikmatnya hidup di Indonesia. Tanah airku tercinta yang aman sentosa. Semoga anak-anak Palestina segera mendapatkan tanah air yang damai sejahtera. Tak ada lagi perang di dunia. Tak ada lagi darah tertumpah dari anak-anak yang tak berdosa. Tegakkan perdamaian abadi dan persahabatan antar bangsa-bangsa. Bukankah Allah menciptakan manusia tiada beda? Yang membedakan hanyalah ketakwaan di hadapan-Nya.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s