rekreasi alam tingkatkan kreatifitas

Standar

Dewasa ini kegiatan rekreasi alam telah menjadi kebutuhan bagi manusia, terutama masyarakat yang hidup di kota-kota besar. Mereka adalah masyarakat yang kompleks dan membutuhkan peralihan suasana. Kondisi di atas membutuhkan tempat dan sarana rekreasi yang ideal, yaitu rekreasi yang dapat dinikmati secara fisik, sosial, dan emosional.

Aktifitas rekreasi alam kegiatan utamanya adalah menikmati alam, dimana unsur rekreasi juga tetap dipertahakankan. Sebagaimana definisi rekreasi yang menurut asal katanya mempunyai arti mengembalikan daya cipta (re berarti mengembalikan dan create berari daya cipta). Menurut kamus WJS Purwadarminta, rekreasi berarti bersukaria, bersenang-senang, mencipta lagi.

133065644434459968

(Foto 1 dok. pribadi : Citarik Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia)

Recreation is enjoyment. All types of physical and mental activitties which can satisfy our feeling. We relax and feel content, mind at rest, and we enjoy ourselves, we have fun. Rekreasi merupakan aktifitas yang membentuk dan meningkatkan kembalai daya karya serta cipta manusia yang dilakukan dengan jalan mencari suasana yang berbeda sehingga dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan (Willian Wayne, Recreation Place, Reinhold, New York 1959).

Fungsi rekreasi antara lain : perkembangan intelegensia dan menganl pribadi; mempertinggi imajinasi; menimbulkan sifat ingin tahu dan jiwa petualang, pendidikan mental, mempertinggi keterampilan, menambah pengetahuan, dan menambah hal-hal baru dalam kehidupan.

1330656545338275064

(Foto 2 dok. pribadi : Tawangmangu, Jawa Tengah, Indonesia)

Rekreasi alam merupakan jenis kegiatan rekreasi yang memanfaatkan alam (danau, gunung, pantai, hutan, dan sebagainya) sebagai atraksi utama kegiatan rekreasi. Clare A. Gunn (1988) mengemukakan bahwa jenis atraksi rekreasi merupakan faktor utama yang menarik pengunjung, mengunjungi kawasan,  rekreasi, maka jenis atraksi yang ditampilkan dalam kawasan harus mampu menarik pengunjung.

13306577101203749495

(Foto 3 dok. pribadi : Gunung Bromo dan Kaldera, Jawa Timur Indonesia)

Brockman (1982) menyatakan bahwa kegiatan rekreasi alam terbuka merupakan bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Dalam hal ini, manusia memberikan tekanan terhadap lingkungan yang dapat mengakibatkan rusaknya lingkungan tersebut. Kerusakan ini dapat mengakibatkan turunnya daya tarik kawasan rekreasi sebagai daerah tujuan rekreasi, maka pengembangan kawasan rekreasi di samping berupaya menyediakan sarana dan prasarana untuk digunakan dalam kegiatan reklreasi harus juga mengedepankan pelestarian / konversi alam.

1330657854586131013

(Foto 4 do.pribadi : Pulau Samosir dan Danau Toba Sumatra Utara, Indonesia)

‘Eco Architecture’ Trend Perancangan Ideal Masa Depan

Sense of place yang diciptakan oleh karya manusia berupa arsitektur seharusnya mencerminkan keindahan, perilaku, kesejarahan, mitos, dan fantasi, untuk mencapai lingkungan ideal. Lingkungan buatan yang lebih memperhatikan keberadaan simbol untuk merasai kebesaran alam, keterkaitan antara manusia, bangunan, dan alamnya, karena ada unsur memori dan respon tubuh dalam bangunan / lingkungan buatan.

Dari gurunya Sullivan, dan sejalan dengan teori evolusinya Darwin, Wright mewarisi suatu kerinduan akan yang organik, yang menyatukan bentuk dan fungsi. analog dengan fenomena alam. Konsekuensinya, alam organik akan merepresentasikan gaya itu. Alam telah menyediakan pelajaran-pelajaran yang menunjukkan bagaimana suatu bangunan dapat bertumbuh secara harmonis dengan lingkungannya; suatu harmoni bentuk yang juga bersumber pada fungsi-fungsi batin. (Frank Lloyd Wrigh, In the Cause of Architecture, 1908 dan 1914).

1330658832323014123

(Foto 5 dok.pribadi : Sendang Biru dan Pulau Sempu, Jawa Timur, Indonesia)

Manusia ber-satu-alam dan ber-satu-hukum dengan dunia semesta fisik di sekelilingnya, tetapi sekaligus mengatasi flora, fauna dan alam materi belaka. Hakikat dan tugas budaya arsitektur pun disitulah, bagaimana ber-satu-hukum dengan alam semesta,s ekaligus mengatasinya : artinya berbudaya, bermakna. (YB Mangunwijaya, Wastu Citra, Gramedia, Jakarta, 1992).

Kini, aku Dewi Laily Purnamasari memberikan peluang dan tantangan kepada ketiga anakku untuk juga bisa melakukan rekreasi alam agar kreatifitas mereka semakin meningkat.

Foto 1-2 Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi sedang menjelahi arena berbukit di Tawangmangu Outbond Gayatri dan menikmati percikan dinginnya air terjun Jumog.

Foto 3-4 Muhammad Hafizh Haidar Hanif menjelajahi jalan setapak diantara perkebunan strawberry dan bukit pinus di Tawangmangu. Kali Oya di gunung Kidul Yogyakarta juga menjadi arena yang menarik serta menantang untuk rekreasi alam.

Foto 5-6 Maryam Aliyya Al Kindi senang sekali bisa menginjakkan kaki dibebatuan dan air yang dingin di sungai air terjun Jumog Tawangmangu. Taman rekreasi alam Batu Raden juga sangat menarik untuk meningkatkan kreatifitas dengan beragam atraksi seperti air mancur, sungai berbatu, sumber air panas, dan pemandangan gunung yang indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s