temukan gaya kocak jokowi

Standar

Sepanjang jalan menuju pulang bersama mba Christie Damayanti dan mas Valentino, aku tak berhenti tertawa saat mengulas dan kilas balik gelaran acara modis kompasiana. Dimulai dari menerawang maksud jawaban Jokowi atas pertanyaan ‘apakah bapak akan mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2014′ ? Jawabannya cukup satu kalimat (pendek pula kalimatnya) ha3 … ‘Saya hanya mau ngurusi banjir dan macet’. Nah … Gimana aku tidak tertawa ngakak di pojokan aula duduk berdampingan bersama mas Joshua. Gubernur tugasnya kan bukan cuma ngurusi banjir dan macet ?! Iya … Kalau kita hanya melihat jawaban ini sepermukaan saja tanpa menyelam lebih dalam.

Jepret! Jokowi saat dipersilahkan menyampaikan pidato 15 menit oleh moderator Kang Pepih, dia hanya berbicara 5 menit. Efisiensi yang luar biasa … Aku yakin betul Jokowi ingin lebih banyak mendengar dan menjelaskan dengan gaya khasnya itu di sesi tanya jawab. Dan benar saja terbukti dari dialog yang mengalir lancar bahkan membuat peserta tertawa tiada henti.

Banjir menurutku bukan hanya air saja yang menggenangi jalanan ibukota. Banjir di negeri tercinta ini yang harus diurus termasuk di dalamnya banjir lahirnya para koruptor yang memangsa harta rakyat, banjir airmata para kaum miskin dan papa yang tak bisa makan cukup, banjir duka rakyat di daerah terpencil, terbelakang, terluar dari NKRI yang terlupakan ‘ada namun serasa tiada’. Banjir derita dari pemilik sah negara ini rakyat Indonesia yang tak bisa menikmati apa yang disebut dengan kesejahteraan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana ayat ke lima dari Pancasila. Ya … Banjir dimana-mana itu memang perlu di urus.

Macet menurutku bukan hanya kendaraan saja yang menumpuk tak bergerak di jalanan ibukota. Macet hati nurani dan keberpihakan pejabat para pemegang amanat rakyat. Macetnya sistem pemerintahan yang membuat negara ini begitu boros, baik waktu, tenaga, pikiran, karena sekali lagi pemangkunya lebih senang mempersulit dan memperkeruh masalah bukannya mencari solusi dan mengeksekusi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat banyak. Macetnya suri teladan akan ahklak mulia para pemimpin, cobalah tengok tayangan dan bacaan di media massa serta online beragam macam aksi tak patut dipertontonkan.  Macetnya geliat semangat kita juga sebagai rakyat untuk menjadi saling bahu membahu, bergandengan tangan, bekerja keras, jujur, tegar terhadap beragam tantangan, berusaha cerdik memanfaatkan jutaan peluang untuk maju. Ya … Macet di mana-mana itu memang perlu di urus.

Jokowi memang kocak. Aku lagi-lagi terpingkal-pingkal sewaktu dia menjawab pertanyaan soal pencitraan karena blusukan. Bagaimana setiap setengah enam pagi rumah dinasnya sudah dikerubuti puluhan awak media, mobilnya diikuti hingga jalan cepat setengah berlarinya pun membuat mereka terengah-engah dan tak sanggup lagi mengajukan pertanyaan. Ha3 … Aku jadi penasaran kepingin sesekali blusukan bareng Jokowi dan adu kuat nafas (ada satu persamaannya nih … aku dan Jokowi sama-sama kurus hi3 …). Kalau ingin dijelajahi lebih jauh makna jawaban terutama tentang ukuran tubuh yang kurus itu, aku berpendapat bahwa ternyata gaya hidup sehat, menjaga asupan makanan, menghindari merokok dan minuman beralkohol, berjalan kaki, berpikir positif, juga senyum tulusnya adalah kunci stamina tinggi yang dimiliki Jokowi. Ayo … sahabat kompasiana merasa tersindir kah ? Bila gaya hidup kita ternyata belum sehat! Satu saja misalnya masih merokok.

Mungkin judul modis alias monthly discussion terlalu keren atau malah kurang pas dengan acara kemarin. Rasanya judul ‘Ngakak Bareng Jokowi’ lebih cocok. He3 … Kang Pepih jangan marah ya … Kembali ke episode ngobrol di rumah sakit PGI bertiga dengan mba Christie dan mas Valentino (sekaligus silaturahim dengan papa dan mama-nya mba Christie). Kami bertiga tertawa berderai-derai ketika teringat Jokowi mengatakan ‘Tanyakan saja sama pa RT dan pa RW’ terkait pertanyaan tentang apakah kebijakannya sudah sesuai RTRW atau Peraturan Gubernur, dan lain sebagainya. Sungguh jawaban cerdas menurutku. Jokowi jujur bila permasalahan yang ditanyakan memang belum dia kuasai. Apakah kita sudah jujur ? Bahwa kita sebenarnya tak banyak tahu, namun suka sok tahu ?! He3 … Jujur sajalah bila memang kita tidak tahu, lalu berusaha untuk belajar lebih giat lagi agar pengetahuan kita bertambah. Dan yang terpenting pengetahuan itu harus menjadikan kita lebih bijaksana bukan ?

Nah … Kali ini ijinkan aku meng-upload foto-foto hasil perburuan ku setelah sukses memberikan kado buku Bukan Kota Wali yang kutulis bersama tiga sahabatku kepada Jokowi. Senangnya aku karena buku itu Jokowi terus dipegang saat dikerubuti oleh awak media. Terima kasih ya …

Jepret! Halaaah bukannya dapat wajah Jokowi, malah dapat gaya hebohnya para kompasianer.

Jepret! Mba Olive yang kameranya canggih aja ternyata cuma dapat punggung penggemar Jokowi.

Jepret! Antri dengan tertib, waktunya menyantap hidangan yang lezat dari panitia modis kompasiana setelah lelah berburu foto bareng Jokowi.

Jepret! Om Jay memilih menu kesukaannya. Pertanyaan om Jay tentang tunjangan kinerja guru swasta ternyata belum bisa di jawab oleh Jokowi.

Jepret! Segerombol kompasianer yang sering membuatku tertawa geli lewat tulisan kocaknya. Tapi … Jujur belum ada yang bisa membuat aku ngakak seperti Jokowi. Ha3 … Babeh Helmi jangan ngambek ya … Piisssss

Jepret! Waduh … Penuh juga ya piringnya mba Vema dan mba Sri.

Jepret! Pa Dahlan bertanya tentang penanganan masalah sosial terkait gelandangan dan pengemis di pojokan terminal Cililitan. Eh … Jokowi malah balik bertanya kepada para kompasianer, bagaimana ya caranya ? Nah loh …

Jepret! Kang Pepih sang moderator yang juga ternyata tak bisa menahan tawanya saat mendengarkan jawaban Jokowi yang memang kocak betulan.

Jepret! Ha3 … Kalau yang ini, Dewi Laily Purnamasari di-jepret oleh mas Joshua. Sambil menunggu mas Velentino menyelesaikan urusannya di sebuah tempat (sepertinya dia harus ke parkiran deh!). Aku dan mba Christie ngumplek ngobrol membahas program ID-Kita Kompasianya. Alhamdulillah ternyata kita berjodoh he3 …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s