andai einstein ikut ujian nasional

Standar

Bisa jadi, Einstein mikir cenat-cenut … apalagi kalau diminta memikirkan beragam masalah di negeri zamrud katulistiwa ini.

Dulu … Einstein dianggap anak bodoh oleh gurunya. Beruntung, Einstein dilahirkan oleh ibunda tercinta yang tetap setia mendampingi Einstein dan tetap memberi semangat …  ‘Ayo! Einstein … kamu anak hebat, pintar, dan pasti bisa!’

Saat ini, ada orangtua rela merogoh kantong dalam-dalam (berjuta-juta rupiah) agar nilau ujian nasional anaknya di atas sembilan dengan dikatrol.  Lalu, disebuah sekolah favorit (katanya … he3 … untung aku tidak termasuk yang menganggap favorit) ada kursi yang diperjual belikan bukan didapat karena nilai ujian nasional yang memenuhi ‘passing grade’. Ada lagi … anak-anak yang diajari rumus mencontek masal (he3 … bukannya diajari rumus kejujuran).

Bukankah kejadian itu menunjukkan orangtua (juga guru dan penyelenggara pendidikan) menganggap anak-anak itu bodoh?!  Sehingga tidak percaya kepada kerja cerdas, usaha keras, semangat juang, dan pantang menyerah. Bukankah seharusnya pendidikan dan mendidik itu adalah amanah mencerdaskan bukan membodohi ?!

 

13100521951318085795

Rachmad Aziz Mucharom ayah dari tiga anak ini, bertemu Einstein di Museum Lilin Hongkong. Einstein mikir cenat-cenut … semua masalah di atas tidak ada rumusnya. Ah … beruntunglah Einstein sudah tenang di alam lain dan tidak tahu ada masalah seperti ini di sebuah negeri berlambang burung garuda.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s