car free day solo

Standar

Wow … di CFD Solo memang beda! Sebagai kota budaya dengan slogan keren ‘Solo the Spririt of  Java’, aku dapat menikmati tarian dan kereta kencana khas solo. Car Free Day Solo yang mengasyikan pernah di tulis oleh kompasianer Niken S (seorang wartawati) dan menginspirasiku untuk membuat jadwal liburan bertepatan dengan minggu terakhir di bulan Juni 2011. Sama seperti di Jakarta. Namun, tentu tak sama dalam rasa dan nuansa.

13098614641047015835

Rumah keluarga di Solo ada di kawasan alun-alun Selatan, tepatnya dekat soto Gading yang terkenal itu loh! Nah … dari sana anak-anak bersama ayahnya bersepeda menuju jalan Slamet Riyadi yang ditutup selama empat jam (dari pukul 06.00 – 10.00 WIB) untuk digunakan para pesepeda dan pejalan kaki.

Udara sejuk mengiringi perjalanan melintasi alun-alun yang terkenal karena ada kandang kebo bule dan kereta jenazah. Pintu gerbang keraton yang megah berwarna biru membuat suasana sepertinya kembali ke masa lalu. (eh … tengok ke kanan deh! dipojokan ada penjual nasi liwet enak dan murah sebungkus hanya Rp. 4.000,-. Duduk lesehan sebentar menikmati sarapan khas Solo agar kuat mengayuh sepeda).

13098618852093870245

Sebuah panggung di buat di Ngarsopuro untuk menampilkan beragam atraksi menarik seperti tarian, drumband anak-anak, dan lagu-lagu.

1309861822546365348

Kami beristirahat di depan Keraton Mangkunegaran. Ada sebuah hotel yang memiliki desain unik dan menarik. Trotoar di sepanjang jalan ini juga sangat lebar, bersih, dan sejuk karena ditanami pohon-pohon besar. Lebih asyik lagi kami bisa duduk santai di kursi yang lingkari batang pohon. Aku dan Kindi berboncengan sepeda menuju pasar antik (sayangnya belum buka). Halamannya yang nyaman digunakan oleh sekelompok ibu-ibu untuk melakukan senam pagi.

13098618431791970857

Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi dan Maryam Aliyya Al Kindi menikmati sepeda ontel di car free day Solo.

Tontonan menarik lainnya adalah tampilnya beragam komunitas seperti pencinta reptil (ada yang bawa ular besar sekali …) ada juga komunitas pencinta anjing dan tentu sepeda ontel. Kembali ke rumah, kami melewati alun-alun Utara dan menikmati indahnya bangunan masjid Agung serta Keraton Kasunanan. Sungguh asyik CFD di Solo, tak terlupakan deh!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s