membidik senyum soeharto dan amien rais

Standar

Wah… sungguh kenangan yang tak terlupakan. Saat mengikuti Raimuna dan Kanira Nasional tahun 1987  Pramuka Penegak Pandega, aku berkesempatan memotret Pak Harto dan Ibu Tien beserta Ka Kwarnas Mashudi. Jarakku dan beliau hanya sekitar satu meter.

13098760401610450292

Usiaku masih tujuhbelas tahun dan hobi memotret telah merasuki jiwaku sejak usia sepuluh tahun. Ayahku memberi kamera Kodak sebagai hadiah ulangtahun. Lalu saat masuk SMA aku mendapat hadiah kamera Fuji yang kubawa kemanapun pergi. Waktu kuliah aku menenteng kamera Nikon. Kemudian era digital datang, aku dibelikan suami kamera Canon (hilang tertinggal di toilet sebuah mal hiiiksss). Tak lama kemudian ada rezeki aku dibelikan lagi oleh suami tercinta (yang sangat mengerti hobi memotretku ini) sebuah kamera Canon. Sungguh … aku lebih suka menenteng kamera daripada HP atau BB.

13098765511488031023

Salah satu hasil jepretanku tahun 1999. Pak Amien dan Ibu Kus dengan anak pertamaku (saat usia tiga tahun) sebelum menunaikan shalat jumat di masjid Teja Suar Cirebon.

Senyum …

Ya … senyum Pak Harto dan Pak Amien di balik lensa kameraku itu membuatku menghormati mereka. Manusia tak ada yang sempurna. Pak Amien salah satu tokoh reformasi (malah disebutkan sebagai lokomotif reformasi) yang berhasil menghentikan era orde baru. Pak Harto adalah presiden terlama Republik Indonesia yang berkuasa selama hampir 32 tahun dan lengser berkat gerakan reformasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s