tak merokok! keren kok!

Standar

Hari ini aku sedikit kesal dan agak marah. Loh ?! Kok bisa … Iya nih, tadi di halaman sekolah anakku Maryam Aliyya Al Kindi para supir antar jemput asyik mengobrol sambil merokok. Wah … Padahal terpampang jelas ada tulisan kawasan bebas asap rokok dengan nomor undang-undang dan peraturan daerah segala.

Sungguh! Percaya deh … Jika anda merokok hanya karena ingin dianggap keren, sudahi saja. Ah … Mungkin alasan utamanya adalah penghalau jemu. Duh … Coba ya ada kegiatan pengisi waktu untuk mereka hingga tak perlu bosan menunggu.

Bahaya rokok dari segi medis sudah banyak yang membahas. Aku coba saja memberikan gambaran betapa tidak kerennya para perokok.

Pertama : bau! Mmm … bau asap rokok membuatku mual, entah kalau oranglain ?!

Kedua : jorok! Wah … belum pernah melihat perokok bawa asbak kemana-mana, jadi abunya pasti dibuang sembarangan deh. Belum lagi puntungnnya diinjak-injak di lantai.

Ketiga : pelit! Coba saja alihkan dana pembelian rokok semisal Rp.2.000,- / hari, maka setahun terkumpul Rp.730.000,-. Bisa untuk membatu seorang anak SD yang miskin membeli seragam, tas, sepatu, dan buku baru di awal tahun ajaran. Uangnya tidak dibakar-bakar.

Sebenarnya bisa juga perokok terlihat lebih keren bila : bawa asbak atau tong sampah kemanapun dia pergi terutama saat merokok. Lalu, telan saja asapnya jangan dihembuskan kepada oranglain yang tidak mau menghirupnya. Lebih keren lagi kalau setiap membakar satu batang rokok, bakar juga uang seharga rokok itu ?! He3 … Apa tidak sayang yah ?!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s