tanda cinta suami

Standar

Saling memberi hadiah adalah cara untuk saling mencintai. Hadiah tak perlu mahal. Aku paling suka bila diberi hadiah buku. Pun begitu suamiku ternyata paling suka memberi hadiah buku. Klop deh!

Sepulang kantor suamiku membawakan buku berjudul ‘Menuntut Ilmu : Jalan Menuju Surga’ karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Buku ini menjadi teman perjalanan liburanku kemarin ke Solo. Waktu berangkat tak sempat kubaca (karena by plane cuma satu jam). Pulang dari Solo berpuluh halaman kubaca saat naik kereta Argo Lawu (lumayan loh! sembilan jam perjalanan). Begitulah cara suamiku mengungkapkan cintanya. Bila ingin memberi nasihat (apalagi ajakan yang cukup berat dan sulit), dia sering menggunakan media buku sebagai perantara.

Seperti buku ini mengungkapkan pemikiran dan perasaannya serta keinginannya agar aku memperdalam ilmu syar’i. Sebagaimana isi buku yang terlihat di daftar isinya bahwa menuntut ilmu syar’i wajib bagi setiap muslim dan muslimah, juga memudahkan jalan menuju surga dan majelis ilmu adalah taman-taman surga. Ah … bagaimana tak bahagia bila istri diajak suami ke surga ?! Keutamaan ilmu syar’i dan mempelajarinya adalah kesaksian Allah SWT kepada orang-orang yang berilmu, diangkat derajatnya dan orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah SWT.

Ilmu juga adalah nikmat yang paling agung serta kebaikan di dunia dan jalan menuju kebahagiaan. Rasulullah SAW mendoakan orang yang menuntut ilmu dan setara jihad di jalan Allah SWT laksana mujahid. Pahalanya pun mengalir meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Dengan menuntut ilmu, kita akan berfikir yang baik, benar, mendapatkan pemahaman yang benar dan dapat mentadabburi ayat-ayat Allah SWT. Ilmu lebih baik dari harta, ilmu adalah imamnya amal, ilmu adalah obat bagi semua penyakit hati, ilmu lebih dibutuhkan manusia melebihi kebutuhan mereka terhadap makan dan minum, Nabi SAW menyambut orang yang menuntut ilmu syar’i dan para malaikat meletakkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu syar’i.

Buku ini menjelaskan pula kiat-kiat meraih ilmu syar’i yaitu : mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu untuk mendapatkannya, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah SWT, tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu, mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru, diam ketika pelajaran disampaikan, berusaha memahami ilmu syar’i yang diajarkan, mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan, mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari, dan mendakwahkan ilmu.

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. ‘Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besasr’. (QS. Al Ahzaab : 70-71). ‘Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.’ (QS. Al Baqarah : 152).

Rasulullah SAW bersabda : ‘Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketentraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no. 2699, Ahmad II/252, Abu Dawud no.3643, At Tirmidzi no. 2646, Ibnu Majah no. 225 dan Ibnu Hibban no.78-mawaarid dari sahabat Abu Hurairah ra.

Selain buku ini, telah banyak hadiah buku dari suami untuk diriku. Tentu aku sangat berterima kasih dan bersyukur Alhamdulillah … semoga Allah SWT mencintai dan menyayangi suamiku di dunia dan di akhirat dan kelak mendapatkan surga-Nya terindah, amin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s