bertandang ke kota udang

Standar

Cirebon dijuluki Kota Udang karena berasal dari kata cai-rebon atau air udang (kecil-kecil). Cirebon juga berarti Caruban atau campuran. Masyarakat Cirebon adalah masyarakat kosmopolitan dan plural, ada orang sunda, jawa, aceh, arab gujarat, cina, melayu dan sebagainya. Daerah ini terletak di Kebon Pesisir atau Tegal Alang-Alang di tepi pantai sebelah Timur Pasambangan kurang lebih 6 km dari Lemahwungkuk sekarang.

Pendiri nagari Caruban adalah Sunan Gunung Djati alias Syeh Syarif Hidayatullah. Beliau adalah salah satu ulama besar penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-14. Menurut buku Babad Cerbon Purwaka Caruban Nagari, Sunan Gunung Djati adalah cucu dari Gusti Pramu Siliwangi, putri dari Nyi Mas Rara Santang yang dipersunting Sultan Mesir. Kerajaan yang didirikan bernama Pakungwati tahun 1479 dan masjid Agung Kesepuhan Sang Cipta Rasa tahun 1480. Arsiteknya bernama Raden Sepat. Masjid bersejarah lainnya adalah masjid merah Panjunan yang dibangun oleh Syekh Abdurakhman tahun 1485.

Laksamana Cheng Ho pernah datang bersama armada Cina dan tercatat ikut menyempurnakan pembangunan pelabuhan Muara Jati. Beliau membangun mercusuar dan bengkel perbaikan perahu ukuran besar. Di sekitar Muara Jati dibangun pemukiman orang asing, gudang-gudang, dan pasar. Sedangkan pemimpin masyarakat Cina di pelabuhan Talang bernama Haji Tan Eng Hoat atau Haji Maulana Ifdil Hanafi penganut mazhab Hanafi pedagang yang kaya dan berwibawa. Anaknya yang bernama putri Ong Tin dinikahkan dengan Sunan Gunung Djati.

1291538711157905140

Asimilasi dan akulturasi kebudayaan ini dapat dilihat pada bangunan khas Cina di sekitar pelabuhan Talang (pelabuhan Tanjung Mas sekarang). Perpaduan arsitektur Cina dengan arsitektur lokal pada beberapa bangunan seperti hiasan piring-piring keramik di dinding atau pagar, warna merah dan emas pada ornamen kayu dan besi, juga guci-guci besar dan antik. Gambaran tersebut dapat menjadi contoh pola hidup rukun dan saling bertoleransi. Alangkah damai dunia jika kita dapat saling menghormati sesama.

Bila bertandang ke Kota Udang, sempatkanlah mengunjungi Gua Sunyaragi. Ah … dulu gua ini sangat indah. Namun, kini terlihat agak menyeramkan tak terawat. Gua ini adalah tempat petilasan, ciri arsitektur estetik bernilai historis dengan nilai spiritual yang tinggi. Pola bangunan menyerupai awan dan batukarang, motif ini menjadi ciri khas batik yang dikenal dengan nama Mega Mendung.

Teman-teman tentu penasaran, di mana ada udang sebagai lambang Kota Cirebon. Berjalan kaki lah sepanjang Siliwangi. Gedung Balaikota yang didirikan oleh Belanda di atapnya berhiaskan ornamen empat ekor udang berwarna keemasan. Bangunan dengan fasade bergaya art deco ini sekarang digunakan sebagai kantor Walikota dan Wakil Walikota. Kurang lebih 500 m ke arah Timur terdapat pendopo yang menggunakan gaya arsitektur Jawa. Atap limas dan bahan ornamen kayu. Halaman luas beralaskan rumput dihiasi pohon-pohon beringin yang rimbun.

Berkeliling kota dengan becak lebih menarik dan asyik … Sepanjang jalan dapat dilihat berbagai bangunan dengan gaya arsitektur Barat dan Timur (lokal maupun yang dibawa oleh para pendatang dari luar). Sungguh, menjadi keunikan tersendiri. Karya arsitektur dapat menjadi cermin, bahwa kebudayaan dapat saling menyapa dengan damai dan tetap menghasilkan keindahan. Di mana ? Ya … di Kota Udang Cirebon.

Oya, ingat belilah makanan khas nya : tahu gejrot, nasi jamblang, nasi lengko, empal gentong, dan kerupuk udang. Lalu berdandalah dengan batik cerah berwarna-warni. Naik lah sedikit ke arah Kuningan. Ada pemandian air hangat alami di Sankanhurip atau di Linggarjati. Bagi para petualang boleh juga menginap di kaki gunung Ciremai di perkemahan Palutungan Cigugur. Atau naik lah ke arah Majalengka, ada pemancingan ikan dan restoran Cikalahang. Pemandangannya masih hijau alami.

Hayu ah … Insya Allah liburan semester ini aku, Dewi Laily Purnamasari sekeluarga akan mengunjungi kota Cirebon dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s