ibu peluklah aku : ayah rangkullah aku

Standar

Berduka cita sedalam-dalamnya. Keprihatinanku membuncah … Dadaku terasa sesak.

Berita kematian seorang anak SMP dengan jalan bunuh diri membuatku miris. Sebagai ibu tiga orang anak. Satu mahasiswa, satu siswa SMP dan satu siswi SD berita ini sungguh membuatku terpekur merenung.

Bagiku peristiwa ini kembali mengingatkan kita sebagai orangtua untuk segera instrospeksi diri. Sudahkah kita sebagai orangtua menjalankan amanah atas titipan anak dari Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Tinggi ? Sudahkah kita menjadi tempat bersandar bagi mereka saat berduka. Sudahkan kita menjadi tempat mengadu saat mereka menghadapi masalah di luar sana. Sudahkan kita menjadi tempat berbagi tawa saat mereka bahagia. Sudahkah kita menjadi tempat yang hangat bagi jiwanya yang haus kasih sayang.

Bercerminlah! Selama ini  adakah kita sebagai orangtua hanya menganggap anak-anak sebagai sosok raga. Kita hanya memberi makan-minum-pakaian dan perlengkapan jasad. Namun kita lalai … Mereka punya jiwa. Kita abai kebutuhan mereka akan panutan, suri tauladan, perhatian, dan senyuman.

Anak butuh dipeluk. Kala jiwanya terluka. Kala di luar sana begitu keras tantangan kehidupan. Belailah jiwa mereka dengan doa-doa terbaik, sirami dengan senyuman indah, dan taburi dengan cinta. Peran ibu  sebagai pendidik pertama dan utama sangatlah penting. Insya Allah anak-anak akan menjalani kebidupannya dengan bahagia.

Berbahagialah bila kita sebagai orantua tahu. Anak-anak butuh dipeluk jiwanya. Anak-anak butuh dirangkul jiwanya. Siapa yang mereka harapkan untuk itu ? Tidak lain – tidak bukan : Tentulah Ibu dan Ayah tercinta.

Remaja butuh dirangkul. Jadikan mereka sahabat. Dengarkan suara jiwa mereka. Kedekatan seorang ayah kepada anak-anak terutama anak laki-laki menjadikan mereka memiliki panutan yang berguna kelak ketika mereka dewasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s