kisah mahasiswa unpad dan santri pesantren

Standar

ketika kaka dan mas harus belajar di tempat yang jauh dari rumah … ketika kami orangtua tak bisa setiap hari menatap sosoknya dan mendengar suaranya, maka doa-doalah yang mampu menyatukan hati : “ya allah tuhan yang menguasai seluruh alam, anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-mu, aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu agar semakin mengenal-mu meneladani akhlak rasul-mu, dan menjadikan al quran sebagai pedoman hidupnya. aku bermohon kepada-mu ya allah yang maha tinggi lagi maha mulia, permudahlah urusannya, peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin …

teman … ingin ku sampaikan kisah ini semata semoga memberi inspirasi : seorang mahasiswa unpad jurusan peternakan semester dua bergegas bangun pukul empat pagi. diambilnya air wudhu untuk tahajud. lalu dicucinya dua gelas beras dan ditanak bersama santan dan bumbu-bumbu. sambil menunggu nasi uduk matang, ia membuat mie telur dadar. mahasiswa yang semasa sma belajar di sekolah berasrama itu pun shalat subuh, dilanjut menata sepuluh kotak nasi uduk beserta lauknya. kuliah pagi itu mulai pukul setengah delapan dan ia sudah siap satu jam sebelumnya di kampus. teman-temannya datang menghampiri dan membeli seharga limaribu rupiah perkotak. sewaktu aku tanya apakah ia kekurangan uang saku ? tidak! jawabnya … : ia berjualan karena ingin menolong teman-teman yang mungkin tidak sempat sarapan karena kuliah pagi. sambil tersenyum ia bilang aku suka masak he3 … masak bisa menghilangkan stress dan bikin happy. terimakasih kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi sayang telah membuat ibu bahagia, semoga allah yang maha kaya lagi maha mulia senantiasa melimpahkan karunia-nya aamiin

teman … ingin kusampaikan kisah ini semoga memberi inspirasi. suatu siang yang terik di sebuah pesantren datanglah orangtua menjenguk anaknya. adzan zuhur berkumandang … para santri bergegas menuju masjid, mengambil air wudhu, dan bersiap shalat berjamaah. selepas shalat ibu, bapa dan anaknya duduk santai di lantai beralas tikar di koridor sekolah. ‘ayo mas … kita makan dulu, ibu bawa nasi timbel komplit nih!’ memang begitulah biasanya acara kebersamaan di isi dengan makan dan ngobrol santai. ‘maaf bu … mas sedang puasa’, jawab anaknya. ‘masha allah … maaf ya mas … alhamdulillah kamu puasa apa sayang ? bukankah besok ujian nasional ?’ ganti ibunya yang meminta maaf. ‘iya bu … aku puasa tengah bulan rajab, insya allah ujian mas siap, do’akan ya bu …’. sungguh masHaidar Hanif ibu sangat terharu dan bersyukur, tak ada yang lebih membahagiakan ibu selain anak yang shalih. hayu mas kita berdoa berdoa kepada allah yang maha mulia lagi maha tinggi agar melimpahkan rahmat dan karunia-nya. semoga dapat menjalankan ujian dengan baik serta memperoleh nilai terbaik, aamiin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s