menjaga anak-anak kita dari pengaruh faham menyimpang

Standar

Wahai anak-anakku sayang …

Ibu dan Bapak telah memberimu nama-nama yang baik, sebagai doa yang dipanjatkan kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana. Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi, Muhammad Hafizh Haidar Hanif, dan Maryam Aliyya Al Kindi.

Ibu dan Bapak berusaha semaksimal mungkin dengan iringan doa agar Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengampun senantiasa melimpahkan kasih sayang-Nya serta rahmat-Nya kepada keluarga kita juga kelak anak keturunan kita. Tugas menjaga keluarga dari segala kemaksiatan dan sumber api neraka serta kemurkaan-Nya semoga bisa ditunaikan dengan baik. Memberikan tauladan akhlakulkarimah, memfasilitasi pendidikan yang dapat menjadikan anak-anak semakin mengenal Illahi Rabbi, serta mengajak untuk berkumpul bersama orang-orang shalih semoga menjadi jalan kebaikan bagi keluarga kita.

Kaka, Mas, dan Teteh yang selalu Ibu dan Bapak cintai. Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW adalah pedoman kehidupan kita. Dengan pedoman yang benar, maka kita akan selamat di dunia dan di akhrat. Dengan pedoman yang lurus kita akan senantiasa dinaungi karunia, berkah, dan rahmat Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.

Pesan Ibu dan Bapak untuk Kaka, Mas dan Teteh sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda ‘Siapa yang hidup di antara kamu di belakang hari, akan mendapati perselisihan yang banyak’. diriwayatkan oleh al-‘Irbadh ibn Sariyah. Musuh-musuh Islam terus berupaya untuk memadamkan cahaya sunnah Rasul, karena mereka tahu bahwa rahasia kekuatan umat Islam itu terletak pada komitmen kita dalam memegang warisan Nabinya.

Tidak ada satu faham sesat pun, melainkan menjadikan Sunnah menjadi sasaran pengrusakan pertama. Setelah pemahaman umat Islam terhadap Sunnah diruntuhkan, mereka akan membidik Al Quran. Jika ada kelompok yang jelas-jelas menentang Sunnah pastilah mereka adalah kelompok penghancur umat Islam. Jika ada kelompok yang mempertanyakan kedudukan Sunnah sebgai sumber Islam dan mempertentangkannya dengan ilmu pengetahun  serta tuduhan lainnya, pastilah mereka adalah penghancur umat Islam. Apabila ada kelompok yang menghinakan para sahabat Rasulullah SAW seperti Abu Bakar AsSidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, serta memusuhi orang-orang yang mencintai keluarga Nabi Muhammad SAW seperti istri-istri beliau Khadijah RA, Aisyah RA, Hafsah, RA, Saudah RA, Zainab RA, juga istri beliau yang lain. Fatimah RA juga anak-anak beliau yang lain, Umamah RA, Hasan RA, juga Husein RA juga cucu beliau yang lain, maka pastilah mereka itu penghancur umat Islam. Berhati-hatilah … !

Anak-anakku … Berhati-hatilah pula kepada ajaran yang tidak Rasulullah SAW contohkan. Banyak terjadi ditengah-tengah kita hal-hal baru yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW namun sesungguhnya Beliau tidak pernah melakukannya. Jangan ikuti ajaran syirik kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, jangan ikuti ajaran nikah mut’ah, jangan ikuti ajaran menyakiti diri sendiri hingga berdarah-darah untuk merayakan meninggalnya cucu Rasulullah SAW, jangan ikuti ajaran gay dan lesbian, jangan ikuti ajaran zina, jangan ikuti ajaran mabuk dan mengkonsumsi rokok serta narkoba, jangan ikuti ajaran membuka aurat, jangan ikuti ajaran memaki dan melaknat sahabat Nabi Muhammad SAW, jangan ikuti ajaran berdzikir sambil menari-nari.

Ibu dan Bapak ingatkan juga jangan ikuti ajaran mengambil hak oranglain seperti korupsi, jangan ikuti ajaran membunuh orang-orang tak bersalah, jangan ikuti ajaran saling menghujat tanpa ilmu, jangan ikuti ajaran permusuhan, jangan ikuti ajaran penghancuran suatu bangsa juga penjajahan negeri lain demi kekuasaan dan harta kekayaan, jangan ikuti ajaran penodaan tempat ibadah umat beragama, jangan ikuti ajaran riba.

Agama Islam mengajarkan kita segala kebaikan. Sebaik-baik kita adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Sebaik-baik kita adalah yang tidak menjadi sebab oranglain menderita. Sebaik-sebaik akhlak manusia adalah Rasulullah SAW.

Ketahuilah wahai anak-anakku sayang …

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seprti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang-orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang.

QS. An Nur 24 : 35 – 36

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s