Monthly Archives: Desember 2015

Liburan Di Rumah Tetap Asyik

Standar

Tak usah bersedih! Liburan di rumah juga bisa asyik kok … Inilah yang dilakukan Teteh, Maryam Alliyya Al Kindi saat liburan di rumah saja. Semoga menginspirasi teman-teman ya … Berseliweran tayangan foto berlibur dari teman-teman di Facebook. Wah … Senangnya bisa piknik keluar rumah he3 … Tapi, tak semua keluarga bisa melakukannya. Ada berbagai kendala yang menjadi sebab. Orangtua tak dapat cuti akhir tahun, tak ada dana, ada anggota keluarga yang sakit, dan sebagainya.

Beberapa alternatif kegiatan berlibur di rumah :

Sepedaan yuk! Halaman rumah bisa jadi arena bermain yang asyik. Pagi atau sore saat udara segar dan angin sepoi menemani Teteh berkeliling dengan sepedanya. Sehat juga loh! Selain sepedaan, aku juga berolahraga bulutangkis atau basket di lapangan komplek. Murah meriah dan menambah keakraban dengan Teteh.

Bertanding catur bersama Ibu. Teteh keturunan para master catur. Aki Oom dan Eyang Roosdi hobi catur. Disela kesibukan sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, Aki Oom menyempatkan berolahpikir dengan bidak-bidak hitam-putih. Begitupun disela aktivitas sebagai dosen pascasarjana di UNS, Eyang Roosdi melepas lelah dengan mengatur strategi di depan papan catur. Akupun senang dengan kegiatan olahotak ini. Jadi deh! Teteh pun mencoba mengalahkan Ibu … Maaf ya Teh … Kali ini Ibu menang.

Menyusun balok Lego. Berlatih ketekunan dan kesabaran. Komponen demi komponen dirangkai hingga menjadi bentuk yang bermakna. Teteh kalau sedang bermain lego tidak boleh diganggu he3 … Lihat saja! Teteh begitu serius … (sssttt … ini ngambil fotonya juga sembunyi-sembunyi takut mengganggu : jepret!)

Bacalah koleksi bukumu Teh! Ajakan ini aku sampaikan agar Teteh bisa menikmati liburannya, walau di rumah saja. Alhamdulillah … Koleksi buku Teteh lebih dari 500 judul plus buku-buku warisan Kaka dan Mas bisa memuaskan hobi membacanya. Duduk manis di atas ranjang atau di pojok ruang tamu seperti ini bisa berjam-jam loh!

Berkreasi dengan komputer. Nah … Komputer bisa jadi media untuk belajar mendesain gambar, pakai saja ‘paint’. Teteh juga sudah belajar ‘powerpoint’ untuk membuat presentasi sederhana. Teteh juga senang melihat gambar pemandangan yang indah dan menjelajahi dunia lewat internet. Jadi komputer bukan cuma buat nge-game aja kan ? Liburanpun tetap seru.

 

Tempel-tempel kertas warna-warni jadilah karya cantik. Karton bekas susu dan botol tak terpakai pun bisa menjadi media pengisi liburan yang menyenangkan. Kertas kokoru bisa juga untuk membuat berbagai bentuk yang keren. Intinya kreatifitas Teteh menjadi terasah. Oya … Kain flanel dan beraneka bentuk kancing pun bisa menjadi pernak-pernik menarik. Melukis di atas kanvas atau mewarnai gambar dengan krayon bisa dipilih agar liburan anak-anak di rumah tak membuatnya bosan.

Liburan di rumah saja. Bisa!

KIN ASEAN Forum Bersama Hermawan Kartajaya

Standar

KIN (Kellogg Innovation Network) is a platform for on-going collaboration between Kellogg faculty, corporate innovation leaders, nonprofits and government. Faunded in 2003, the KIN facilitates strategy and management dialogue to promote innovation led growth and build long-term value.

Begitulah pengantar di buku panduan The 6th Annual Kellogg Innovation Network ASEAN Forum 2015 dengan tema Growth for Good.

Hermawan Kartajaya sebagai co-founder of KIN ASEAN Forum memberikan welcoming remarks sebagai berikut : ‘This year, the discussion will center on the theme of growth for good. How can we innovate for growth and broad-based prosperity ? How do established corporations and start-up alike create growth, and what can ecosystem and policy makers do to enhance success ? How do we together create sustainable, ethical, politable growth ? We will seek inspirations from those who integrate online and offline approach, those who highlight style with subtance, and those who create human-to-human (H2H) relationship on top of machine-to-machine (M2M) interaction. What do they share in common ? They grow for good.

 

Indonesia WOW … between 2 professor : Robert C. Wolcott executive director Kellogg Innovation Network – Jonathan A.J. Wilson programme director postgraduate marketing suite University of Greenwich

 

Bersama Mas, Muhammad Hafizh Haidar Hanif. Anakku kedua menemani di kegiatan KIN ASEAN Forum. Mas dapat kesempatan ngobrol dengan salah satu pembicara : Greg Baxter, Territory Lead. He is a true veteran of digital marketing and its evolution as a critical business channel from Australia. Bagus Mas, praktikum English conversation ya …

Partisipan cilik he3 … : Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi si bungsu ikut belajar bersama perwakilan 17 negara. Cukup anteng duduk menggambar. (Sssttt … Bu kok bicaranya Inggris semua sih ??? : tanya Teteh. Iya Teh, ini kegiatan internasional. Ibu juga rada-rada pening hi3 … Maklumlah). Sebelah Teteh adalah dosen dari Jepang. Kami berbincang tentang risetnya terkait Islamic marketing. Dan diakhir diskusi mereka mengajak Teteh untuk kuliah di Jepang. Wah … Terimakasih atas tawarannya : semoga ini menjadi doa buat Teteh yang kepingin jadi dokter anak kelak, belajar kedokteran di negeri Sakura, mengapa tidak ? Aamiin …

Wolcott is a clinical professor of entrepreneurship and innovation of the Kellogg School of management, Northwestern University. His book is grow from within : mastering corporate entrepreneurship and innovation terbitan McGrawhill 2010.

Wilson has spoken of conferences across the globe on over 100 occasions, and published over 200 pieces of work. His approach to blending the art and sciences has attracted worldwide media coverage and recognition – especially for his work in halal branding, in 2015 Islamica 500 listed him in the top 50 global thought leader for his work in Islamic economics, halal branding, and muslim millenials. He is editor in chief for the Journal of Islamic Marketing.

Beside Wolcott is Laina Greene. she is founder of getit, inc and Harvard and Singulary university alumnus. She president of internet systems consortium and mother of two teenagers.

 

 

 

 

 

Perlukah Tes Untuk Masuk Sekolah Dasar?

Standar

Ada dua pendapat tentang perlu tidaknya tes untuk masuk sekolah dasar. Aku memilih untuk tetap memilih tes psikologi dan tes kecerdasan majemuk bagi Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi ketika akan memasuki jenjang sekolah dasar. Alasan paling penting adalah aku ingin mengetahui aspek psikologik sebagai bekal pendampingan proses belajar Teteh. Pengalaman ini terjadi di awal tahun 2014 saat Teteh akan masuk sekolah dasar.

Hasil tes berupa Psikogram memuat tiga aspek besar yang terdiri dari kemampuan dasar, sikap kerja, dan kepribadian. Kemapuan dasar terdiri dari daya tangkap, penalaran verbal, penalaran non verbal, penalaran numerikal, dan daya ingat. Sikap kerja terdiri dari kecepatan dan ketelitian kerja, serta komitmen terhadap tugas.

Sedangkan kepribadian terdiri dari motivasi berprestasi dan penyesuaan diri. Keterangan dari masing-masing aspek adalah sebagai berikut :

1. Daya tangkap adalah kemampuan menangkap instruksi yang diberikan baik secara lisan maupun tertulis;

2. Penalaran verbal adalah kemampuan memahami konsep-konsep yang disajikan dalam bentuk kata-kata antara lain berupa kemampuan memahami inti, memahami hubungan antar bagian, membuat kesimpulan umum, dan berpikir dengan nalar mengenai bahan / konsep. Kemampuan ini tidak menyatakan kelancaran berbahasa ataupun penguasaan perbendaharaan kata-kata.

3. Penalaran non verbal adalah kemampuan menggunakan logika serta berpikir dengan menggunakan simbol-simbol abstrak dalam menemukan inti dan hubungan serta kesimpulan yang terkandung pada suatu permasalahan atau pada suatu situasi.

4. Penaralan numerikal adalah kelancaran dalam menggunakan konsep hitung menghitung yang bersifat dasar.

5. Daya ingat adalah kemampuan untuk menghafal berbagai informasi yang diterima dari lingkungan sekitar, serta menggunakannya untuk bertindak memacahkan persoalan dan membuat keputusan.

6. Kecepatan dan ketelitian adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, kecermatan dan kecekatan dalam menjalankan tugas yang menggunakan pengamatan visual.

7. Komitmen terhadap tugas adalah usaha untuk menyelesaikan tugas-tugasnya tidak mudah menyerah, energik.

8. Motivasi berprestasi adalah keinginan / dorongan dalam diri untuk dapat menampilkan suatu prestasi seoptimal mungkin dalam menyelesaikan berbagai tantangan.

9. Penyesuaian diri adalah kemampuan untuk memberikan reaksi-reaksi yang sesuai dengan tuntutan lingkungan sosial.

 

Apakah Perlu Tes untuk Masuk Sekolah Dasar ?

Kegiatan ruang luar dilakukan Teteh bersama teman-temannya. Kecerdasan majemuk siswa dapat meningkat dengan proses belajar yang menarik seperti ini.

Hasil tes Teteh menunjukkan bahwa kecerdasan umumnya berfungsi pada taraf diatas rata-rata. Namun, kesimpulan dari psikolog adalah siap masuk sekolah dasar dengan catatan. Nah … saran yang diberikan yaitu banyak bersosialisasi dengan teman sebaya, latihan kemandirian dan lebih banyak diberi tanggung jawab.

Alhamdulillah … Para guru di sekolah Teteh sangat memahami aspek psikologik siswa. Proses belajar mengajar di sekolah tidak melulu soal pengetahuan. Namun guru-guru membimbing siswa untuk meningkatkan kecerdasan majemuk yang dimiliki. Setiap anak adalah unik dan istimewa. Setiap anak memiliki kecerdasan yang beragam dan patut diapresiasi.¬†Hasil belajar Teteh di SD Islam PB. Soedirman sangat memuaskan dan mendapat nilai tertinggi di kelasnya.

Guru mendidik dengan hati membuat siswa menjadi pembelajar sejati.

Teteh mewakili kelas dalam kegiatan english competition ‘spelling bee‘. Alhamdulillah kelas Teteh meraih juara kedua.

Teteh dan teman-temannya masuk di majalah NatGeo Kids lembar Pojok Sekolah.

Nilai Rapor Yang Menarik

Standar

Sahabat kerenku yang pernah mendapat gelar ibu teladan ke-3 versi majalah Noor dan penulis kreatif menuliskan karakter putri dan putranya yang unik. ‘Punya dua anak dengan karakter yang bedaaa banget itu bikin ibunya kaya hati deh. Yang satu sibuuuk banget sama kegiatan OSIS tapi konsisten sama nilai rapot. Prinsipnya, “Kalau eksis di organisasi sekolah dan aktivitas lainnya, otak juga kudu pintar, biar nggak disepelein saat jadi leader.” Sementara yang satunya lagi berprinsip, “Otak pintar itu nggak selalu harus dibuktikan lewat nilai rapot. Udah gitu aja.’ Setuju banget deh … Sukses selalu buat kedua anak hebatnya … mba Wylvera.

Sabahat baikku yang arsitek juga penulis buku menuliskan rasa bangganya, mendapat hasil belajar putri tercinta. ‘Kalo lihat hasil seperti ini, ga salah donk jika hatiku semakin berbunga2?? Puji Tuhan ….. Dari 4 tahun di awal hidupnya, yang sempat tidak bisa mendengar (95dB), menjelma menjadi seorang gadis ‘smart’, kasih dan takut akan Tuhan …. ‘ begitu tulisnya. Wah … Tentu saja aku turut berbahagia. Selamat ya … mba Christie.

Nah … Anakku Mas, Muhammad Hafizh Haidar Hanif yang belajar di SMAN 14 Jakarta pun mendapat rapor semesternya. Capaian hasil belajar yang menarik perhatianku ada di halaman 4. Terbaca olehku deskripsi sikap spiritual Mas adalah ‘Selalu terlihat bersyukur dan berdoa sebelum melakukan kegiatan, serta memiliki toleran pada agama yang berbeda dan ketaatan beribadahnya sangat baik.’ Sedangkan deskripsi sikap sosialnya adalah ‘Sikap kejujuran, kedisiplinan, tanggungjawab, kepedulian, kesantunan, dan kepercayaan dirinya baik.’ Alhamdulillah …

Menurutku deskripsi tersebut sangat menarik. Guru, baik guru bidang studi maupun walikelas Mas tentunya harus menjadi pengamat yang teliti. Siswa di sekolah dibimbing sikapnya agar menjadi manusia yang berakhlak mulia. Senantiasa mencintai Allah Yang Maha Cerdas lagi Maha Pemurah dalam proses belajar adalah penting. Sejatinya belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan adalah untuk semakin mengenal Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mulia. Sikap pembelajar sejati harus dihiasi oleh kejujuran.

Terlepas dari perdebatan tentang meng-upload rapor anak di media sosial, aku merasa bahwa apresiasi orangtua atas pencapaian prestasi anak-anak adalah hal yang baik. Hasil belajar anak kita bagaimanapun perlu untuk diperhatikan dengan baik oleh orangtua. Anak-anak yang telah bekerja cerdas dan berpikir keras serta berjuang belajar di sekolah tentu patut mendapat penghargaan dari orangtua. Bukan berupa hadiah-hadiah mahal loh! Tapi dengan ucapan selamat, senyuman tulus, dan pelukkan penuh kasih. Pastilah anak kita akan merasa dibanggakan oleh orangtuanya …

Nilai rapor bukanlah tujuan. Namun proses mendalami ilmu dan mengasah keterampilan itulah yang akan bermanfaat bagi kehidupan Mas kelak. Begitu pesanku kepada Mas.  Oya … Ibu juga bersyukur atas prestasi sebagai ‘best participant’ dalam kegiatan Tafakur Alam yang diselenggarakan oleh SMAN 14 Jakarta selama 3 hari di Puncak – Bogor. Semoga Mas semakin semangat untuk menjadi muslim yang bermanfaat bagi sesama. Mas bisa menebar keindahan Islam dalam pergaulan sehari-hari. Tentu saja doa Ibu selalu mengiringi setiap langkah Mas.

Mas menjadi visitor di kantor pusat PT. Pertamina. Bergaya sejenak sambil memupuk semangat untuk meraih cita-citanya kuliah di Teknik Mesin ITB, aamiin …