transit nyaman di kota semarang

Standar

Selepas dzuhur. aku bersama ketiga anakku checkout dari Hotel Hyatt Regency Yogyakarta. Kami berempat hendak melanjutkan perjalanan menuju Kota Semarang.

Jalanan menuju Kota Semarang relatif lenggang. Nikmat sekali menjadi supir kala kondisi lalu lintas bersahabat seperti ini. Mata kamipun di manjakan dengan alam yang begitu indah, gunung, pepohonan, dan rumah-rumah penduduk yang asri.

Aku memilih masuk lewat tol untuk mencapai Kota Semarang. Tol yang sepi dan berkelok membuatku bersyukur, sekali lagi disuguhi cantiknya pemandanngan di kiri kanan jalan.

Pintu exit Undip mengantarkanku ke arah kampus ternama yang memiliki sejarah buat keluarga suamiku. Ibunda tercinta dr.Hj. Sirriyah Roosdi, Sp.PD menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam di Universitas Diponegoro. Kala itu suamiku masih duduk di sekolah dasar. Ibunda kadang harus pergi kuliah dan anak-anak hanya bersama ayah mereka DR.H. Roosdi Ahmad Syuhada di Kota Solo.

Ibunda memiliki rumah mungil di Kota Semarang, tempat keluarga suami berkumpul saat ada kesempatan menjenguk Ibunda. Jaman itu sekolah spesialis terbilang lama loh! Bisa 5 – 6 tahun. Perjuangan seorang ibu yang tak kenal lelah, pantang menyerah, dan amanah dapat dituntaskan oleh Ibunda. Sebagai dokter spesialis penyakit dalam yang baik hati, Ibunda sangat menginspirasiku dalam aktivitas profesi dan sosial. Tentu saja teladannya dalam mendidik keempat anak lelakinya. Dan suami adalah lelaki baik yang dilahirkan dan dibesarkan oleh Ibunda yang baik.

Nah … Sungguh saat itu aku tak tahu akan dapat tempat beristirahat di daerah sekitar kampus. Hanya harapan di tolong Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pemurah. Akhirnya mobil berputar di depan kampus menuju jalan Jati Mulyo. Sambil melihat langit yang makin gelap, aku berdoa … ‘Ya Allah … Beri kami tempat istirahat yang nyaman’.

Mataku melirik ke kanan … Masha Allah, NJ Guest House begitu tulisan di atas bangunan persis di sebelahnya House of Moo. Aku pun memutar balik mobil yang terlanjur melaju menjauh. Memarkir mobil. Belum juga membuka pintu, hujan turun dengan derasnya. Deras banget …

Alhamdulillah … guest house yang bersih, nyaman, unik, dan murah. Kami memilih kamar terbesar harga sewanya hanya Rp. 325.000,- dengan tiga porsi sarapan pagi.

Hari menjelang maghrib. Kami pun mandi dan shalat berjamaah di mushola guest house yang disediakan di lantai dua tepat sebelah kamar. Hujan pun perlahan reda. Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi kepingin mencicipi menu di House of Moo. Oke deh! Biasanya pilihan Teteh menjadi rujukan untuk Kaka dan Mas.

Menu serba susu yang yummy memang disukai ketiga anakku. Pilihan makan malam yang murah meriah. Alhamdulillah …

Kaka, Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi dengan pesanan susu dingin beragam rasa. He3 … Aku suka caramel, Kaka suka vanila, Teteh suka coklat, dan Mas suka greentea.

Nah … Menu makan malam dipesan Mas, Muhammad Hafizh Haidar Hanif : ada nasi goreng, bawang bombay crispy, roti goreng, dan burger mie. Harga terjangkau karena konsumen yang datang kebanyakan mahasiswa. He3 … Itulah enaknya makan di tempat mahasiswa gak bikin dompet jebol.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s