ayat-ayat anti homoseksual

Standar

Hari ini sungguh penuh hikmah. Alhamdulillah … Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Terpuji membimbingku dan teman-teman untuk datang di majelis ilmu. Kajian Al Quran kali ini memberikan pelajaran yang sangat penting dan menjawab pertanyaan yang berkecamuk di benak kami selama ini.

Subhanallah … Al Quran adalah kitabullah. Wahyu Allah Yang Maha Suci lagi Maha Mulia yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril AS. Sungguh benar apa yang tertulis di dalamnya.

Allah berfirman dalam surah Asy Su’ara 26 : ayat 160 – 175 tentang kisah Kaum Lut. ‘Kaum Lut telah mendustakan para rasul, ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa ?” Sungguh aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam. “Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseksual), dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu ? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas”. Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir”. Dia (Lut) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.” (Lut berdoa), “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”. Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang.’

Kaum Lut yang memiliki perilaku homoseksual atau mendatangi jenis laki-laki dan meninggalkan perempuan untuk dijadikan pasangan dalam rangkaian ayat di atas disebutkan sebagai : (1) kaum yang menentang; (2) kaum yang berdosa; (3) kaum yang melampaui batas. Dan janganlah kita seperti istri Nabi Lut yang masuk dalam golongan orang yang tinggal dan dibinasakan karena mendukung perilaku tersebut.

Ayat lain yang menceritakan kaum Lut adalah dalam surah Az Zariyat 51 : ayat 31 – 37.  Allah berfirman : ‘Dia (Ibrahim) berkata “Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan ?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut), agar kami menimpakan mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras), yang ditandai dari Tuahanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas. Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut) itu. Maka kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Lut). Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.”

Para utusan adalah malaikat yang diperintahkan untuk membinasakan kaum Lut. Mereka menyebutkan kaum Lut sebagai kaum yang berdosa dan kaum yang melampaui batas.

Begitupun di dalam surah An Naml 27 : ayat 54 – 55. Allah berfirman ‘Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)”. Mengapa kamu mendatangai laki-laki untuk (memenuhi) syahwat (mu), bukan (mendatangi) perempuan ? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).’

Perbuatan laki-laki yang menyalurkan syahwatnya kepada laki-laki  bukan kepada perempuan (istrinya) disebutkan sebagai perbuatan keji dan maksiat.  Kisah ini ditutup dengan perintah Allah kepada Nabi SAW dalam ayat 59 : ‘Katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia) ?’

Ya … Benar! Apakah atas nama HAM yang jelas-jelas itu buatan manusia lebih baik dari ayat-ayat yang jelas-jelas diturunkan oleh Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui ? Apakah kita sanggup menandingi Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana dalam menentukan jalan yang lurus, jalan yang benar bagi keselamatan kita di dunia dan di akhirat ? Apakah kita mampu menghindar dari azab Allah Yang Maha Gagah lagi Maha Tinggi dikarenakan ulah dan perilaku yang tidak sesuai tuntunan-Nya ?

Sebagai pelengkap silahkan dibaca juga surah Al Anbiya 21 ayat 74, surah Hud 11 ayat 81 – 83, dan surah Al Ankabut 29 ayat 30 -34.

Sekiranya ayat-ayat anti homoseksual ini bermanfaat, silahkan dibagikan kepada teman-teman yang lain. Bila ada salah kata dalam menuliskan firman Allah dalam Al Quran yang suci itu adalah kelemahan saya sebagai manusia dan saya bermohon ampun atasnya. Aamiin …

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s