ketika terjadi gerhana matahari total, maka shalatlah … bukan berhura-hura

Standar

Berdasarkan perhitungan para ahli astronomi Insya Allah pada tanggal 9 Maret 2016 akan terjadi gerhana matahari total di sebagian wilayah Indonesia. Bukti kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Dia-lah yang mengatur segala urusan di alam semesta. Sedangkan manusia hanyalah makhluk lemah yang tiada memiliki daya dan upaya sedikitpun untuk mengatur pergerakan matahari, bumi, dan bulan.

Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mengetahui menjadikan matahari sebagai pelita bagi manusia. Matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan.

Daerah-daerah yang akan mengalami gerhana matahari total diantaranya adalah Belitung, Palembang, Bangka, Tanjung Pandan (di Pulau Sumatra Indonesia); Sampit, Palangkaraya, Balikpapan (di Pulau Kalimantan Indonesia); Palu, Poso, Luwuk, Halmahera, Ternate, Maba (di Pulau Sulawesi dan kepulauan Maluku Indonesia). Masya Allah … Indonesia negara kita tercinta mendapat anugerah dari Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah untuk menikmati sunnatullah, fenomena alam yang sangat spektakuler … Alhamdulillah.

Sebagai muslim tentu kita harus mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW dalam menyikapi peristiwa gerhana matahari (juga gerhana bulan). Di sunnahkan untuk shalat dua rakaat saat terjadi peristiwa ini. Adapun tata cara shalat khusuf (gerhana matahari) adalah sebagai berikut :

Ketika jamaah sudah berkumpul dan gerhana mulai terjadi maka Bilal menyerukan sholat dengan membaca seruan

الصلاة جامعة ..

Lalu Imam memulai sholat gerhana.

1. Takbirotul ihrom bersama niat solat kusuf lillahi ta’ala
2. Doa iftitah, taawudz
3. Membaca surah Al Fatihah dan surat lain (sunnahnya membaca surah Al-Baqarah atau boleh juga membaca surah pendek ) tanpa dikeraskan
4. Ruku’
5. Bangun dari ruku’
6. Membaca surah Al Fatihah ke 2 dan surat lain (sunnahnya membaca surah Ali Imran atau boleh juga membaca surah pendek ) tanpa dikeraskan
7. Ruku’ yang kedua
8. Bangun dari ruku’ (itidal).
9. Sujud dua kali.
10. Melanjutkan rkaat yang ke dua
Berdiri untuk Membaca surah Al Fatihah dan dan surat lain (sunnahnya membaca surah An Nisa atau boleh juga membaca surah pendek ) tanpa dikeraskan.
11. Ruku’
12. Bangun dari ruku’
13. Membaca surah Al Fatihah lagi dan surat lain (sunnahnya membaca surah Al-Ma’idah atau boleh juga membaca surat pendek ) tanpa dikeraskan
14. Ruku’ lagi
15.Bangun dari ruku’ (i’tidal).
16. Sujud dua kali.
17. Tasyahhud akhir
18. Salam

Shalat khusuf maupun kusuf (gerhana bulan) itu sama dengan shalat sunnah yang lain tetapi ruku’ nya dua kali.

Setelah selesai shalat maka Bilal berdiri di depan mimbar menghadap jama’ah kemudian mengucapkan :

يَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ ، وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا ، وَتَصَدَّقُوا… حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Setelah Khatib naik ke mimbar, Bilal mengucapkan doa sebagai berikut :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Khatib memulai berkhutbah
Dengan ketentuan:

Khutbah 2 kali (seperti khutbah Jumat, baik syarat maupun rukunnya)

Tema khutbah isi dianjurkan motivasi melakukan taubat nashuha, memperbayak istighfar, sedekah dan menjelaskan bahwa gerhana adalah bagian dari fenomena alam dan tanda kekuasaan Allah. Tidak benar jika gerhana dimitoskan dengan berbagai tahayul, seperti matahari dimakan “bethorokolo”.

Bacaan Bilal ketika Khatib duduk diantara dua khutbah.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Khatib melanjutkan khutbah ke 2 sampai selesai…

Catatan, sabda Rasulullah SAW
من دل إلى خير فله مثل أجر فاعله
“Barang siapa menunjukkan suatu jalan kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya”.

Wallahu Alam bis Showab

Tiada seorangpun yang mampu menerbitkan matahari di Timur dan menenggelamkannya di Barat, ataupun sebaliknya. Subahanallah …

Maka sangat tidak patut bila peristiwa gerhana matahari yang jatuh pada hari  haru dan merupakan hari libur nasional diisi dengan kegiatan hura-hura. Lebih baik lakukanlah shalat, berdzikir, dan membaca buku atau mencari ilmu tentang fenomena alam yang luar biasa ini. Agar kita menjadi hamba Allah yang semakin bertakwa, aamiin …

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s