lego mainan favorit anakku

Standar

Lego memang mainan mahal. Ya apalagi jika di ukur dengan isi dompetku tidaklah terlalu tebal he3 … : Maklumlah anak 3 … Si sulung kuliah semester 4, si tengah kelas 10 dan si bungsu kelas 2 pastinya menyedot lembaran rupiah di dompetku. Namun … Inilah pilihan, aku menabung sedikit demi sedikit dan rela untuk tidak membeli tas tangan perempuan bermerek atau gonta-ganti sepatu agar bisa menyisihkan uang untuk membeli Lego.

Anakku si sulung ketika berusia satu tahun dapat rezeki nomplok dikirimi dua box Lego dari sebuah Bank : dulu sekali sekitar tahun 1997. Lego klasik. warna baloknya merah, kuning, biru, hijau, hitam, kuning, putih. Lego klasik inipun menjadi mainan favoritnya. Saat si tengah lahir di tahun 2000, jadilah kaka menjadi tutor bagi adiknya untuk bermain Lego. Mereka berdua ternyata bisa anteng berlama-lama berkreasi dengan balok warna-warni itu.

Ketika akan masuk SD, aku ikutkan si sulung psikotest untuk mengetahui keberbakatannya dan gaya belajarnya. Alhamdulillah … ternyata kecerdasan visualnya tinggi dan kreatifitasnya juga tinggi. Bisa jadi bukan hanya pengaruh bermain Lego he3 … Tapi setidaknya si sulung dan si tengah punya hobi main yang sama yaitu membuat berbagai benda kreasi dari kardus bekas kotak susu, kertas bekas printout, bahkan daun-daun keringpun dipungut untuk dibuat ‘sesuatu’. Nah … dapur juga menjadi tempat mereka menjelajahi dunia kreatifitas. Dua jagoanku itu ternyata suka berkreasi dengan bahan makanan juga. Si tengahpun saat tes psikotes memiliki kecerdasan visual dan kreatifitas di atas rata-rata. Alhamdulillah …

tetehlego

Sekarang si bungsu pun tidak ketinggalan punya hobi yang sama main Lego. Warisan Lego klasik dari kaka dan masnya sudah mulai dimainkan saat usia satu tahun (tentu didampingi … agar tidak diemut atau tertelan). Si bungsu memilih hadiah Lego saat lulus TK atau kenaikan kelas. Sekarang koleksinya jadi bertambah dengan Lego Friend yang memang cocok untuk anak perempuan. Alhamdulillah … Bermain Lego membuat si bungsu tidak tertarik bermain gadget ataupun nongkrong di depan televisi. Dia lebih memilih mengisi waktu luang dengan melukis dengan cat air, menggambar komik, menulis cerpen, membuat kreasi dengan kertas kokoru. Pilihan aktifitas di luar ruang seperti berenang, bersepeda, atau olahraga di arena car free day lebih menarik si bungsu daripada main game.

Rasanya harga mahal tidak terlalu menyesakkan dada hi3 … Karena manfaat bermain Lego bernilai lebih untuk meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s