kecerdasan visual spasial

Standar

Pemeriksaan Psikologis MIR (Multiple Intelligences Research) diikuti oleh Kindi akhir Mei lalu. Hasilnya adalah poin 4,1 (skala 5) untuk kecerdasan spasial visual. Apakah artinya ? Menurut DR. Howard Gardner komponen inti kecerdasan ini adalah kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendisain. Wah … Benar adanya. Semula aku hanya menduga-duga he3 …

Karena Kaka dan Mas juga cerdas spasial visual lalu aku tebak saja Kindi juga sepertinya begitu. Bagaimana tidak ? Dinding rumah sudah penuh berhias hasil goresan pinsil berupa gambar-gambar sejak Kindi berumur setahun. Ada gambar yang tingginya se-jendela. Ah … Ternyata Kindi memanjat meja untuk menggapai tempat kosong (maklum dinding yang rendah sudah penuh semua hi3 …).

Tanda-tanda lainnya adalah Kindi senang membantuku beberes ruangan. Geser perabot ke sana … lalu minggu berikutnya berubah lagi ke sini … Tak lebih dari sebulan geser lagi … Rumahku memang sering sekali berganti posisi perabot. Kindi juga tak tahan bila sehari saja tak pegang pinsil warna dan menorehkannya di kertas gambar (bekas pun tak masalah yang penting bisa di warnai). Di sekolah Kindi mendapat nilai A untuk pelajaran paint under windows. Gurunya memberi pujian bahwa hasil karya Kindi melebihi teman-teman sekelasnya.

kindiibusentul

Nah … Supraise juga untuk soal memotret. Tak disangka ternyata Kindi punya mata fotografi yang bagus, Ketika aku minta Kindi men-jepret aku yang jadi objeknya, ternyata hasilnya keren! Saat tes Kindi diminta membentuk sesuatu dari plasitin dan hasilnya bagus. Oh … Rupanya dugaanku tak meleset. Dalam tes kali ini juga dikenali kecenderungan gaya belajar Kindi.

Alhamdulillah … Aku jadi tahu kalau Kindi itu senang belajar dengan gambar artinya dengan membayangkan, suka dengan warna juga belajar dengan metafora. Pantas saja waktu di ajak ke museum Kindi senang sekali. Sebab di museum Kindi bisa melihat langsung dengan matanya bentuk-bentuk hewan  maupun beragam benda lainnya.

Kindi akan bergairah bila belajar dilakukan dengan aktivitas, drama, respon tubuh atau membuat kerajinan tangan. Hal ini didukung oleh hasil MIR poin 3,9 untuk kecerdasan kinestetiknya. Wah … Pantas saja Kindi tidak bisa diam lama he3 … Malah senang kalau belajarnya dibumbui dengan acara menari. Kecerdasan linguistik Kindi juga bagus poin 3,5 sama dengan kecerdasan matematisnya. Jadi gaya belajar yang bisa diterapkan adalah membiasakan Kindi belajar dengan cara membaca, menulis, berdebat, berbicara di depan umum, bercerita, dan merekam dengan kaset. Juga didukung dengan belajar angka-angka. komputer, membuat perkiraan, memecahkan masalah atau studi kasus. Senangnya bisa mengetahui hal ini sejak dini.

Sebagai orangtua tentu hal ini sangat berguna untuk menemani Kindi belajar. Selagi masih anak-anak tentu bermain sambil belajar itu lebih asyik. Nah … Kegiatan kreatif yang disarankan adalah mengkoleksi dan memamerkan lukisan serta mendisain sampul buku. Menciptakan olahraga improvisasi dan lomba olahraga bersama keluarga. Membiasakan Kindi untuk suka bercerita, berdiskusi, menulis pesan, membuat buletin keluarga dan menjadi presenter keluarga. Tak lupa mengajak Kindi membuat percobaan ilmiah, menghitung perabot rumah, dan sebagainya. Yuk! Main Bu … Begitulah anak-anak. Main adalah dunianya. Permainan yang disarankan adalah tebak gambar, bongkar pasang, lego, win and lose. Kindi akan bersemangat bila diajak outbond, bersepeda, berenang, dan main rumah-rumahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s