Monthly Archives: Juni 2020

Kisah Anak Penjaga Al-Qur’an

Standar

Kisah kemarin sore yang membuat mataku basah karena haru ; angin sejuk mulai mengalir di koridor masjid sekolah Teteh. Belasan anak duduk takzim mengulang bacaan Al-Qur’an. Rintik hujan sepertinya bakal turun seiring langit yang semakin kelabu.

Teteh sabar menanti giliran setor hafalan karena antriannya di urutan akhir. Ya … Bukan karena telat hadir namun karena tadi Teteh kembali berwudhu sebelum mengaji Al-Qur’an. Subhanallah … Malu rasanya kadang aku tak sekhusyuk Teteh kala membaca kalam-Mu Ya Allah … Juga hafalanku jauuuuuuhhhh. Semangatku sering luruh dengan alasan sibuk ini-itu. Alhamdulillah … Allah Mahabaik lagi Maha Pemberi Karunia memberiku Teteh sebagai jalan untuk selalu kembali kepada-Mu, mengingat-Mu dengan membaca kitab-Mu

alquran2

Kilas balik …  Kisah hatiku yang dag dig dug menanti suara Teteh terdengar atas panggung. Ya Allah saat itu Teteh bersama 4 temannya mendapat tugas menyebutkan kata thayibah. Teteh sudah berlatih kata subhanallah artinya Allah Mahasuci. Namun detik demi detik berlalu Teteh bergeming tak ada suara … hingga dimenit berikutnya, Bu Guru naik ke panggung dan membisikkan kata subhanallah … Teteh pun liriiiiihhhh perlahan saja terdengar. Padahal ibunya saat itu didapuk pidato merangkai kata kenangan sebagai wakil orangtua.   Teteh diawal sekolah dasar juga tak ada suaranya, padahal di rumah lumayanlah. Sudah mampu membaca dengan lancar buku cerita bergambar dan sesekali aku minta teteh membacanya dengan suara bukan dalam hati … ha3.

Biasanya Teteh ngambek. Gak mau dia diminta bersuara. Teteh juga bisa ngobrol sama Kaka dan Mas tapi jarang sih he3. Umurnya beda jauh jadi kadang kurang nyambung juga ya obrolannya.   Aku berkonsultasi dengan Psikolog terkait hasil tes kecerdasan majemuknya.Ternyata kecerdasan verbal linguistic Teteh berada diurutan terakhir –midlle mendekati –strong : sedangkan 7 kecerdasan lainnya berada di scorestrong bahkan visual spacial mendekati –very strong   Biasalah orangtua kan mikirnya apa yang bisa distimulasikan kepada anaknya? Kenapa anaknya pendiam gini sih, dan bla… bla… bla … Gak nerima keadaan.

Ooohhh … Bukan itu dulu! Justru yang pertama dan utama bukan stimulasi, tapi penerimaan dan happy dengan apa yang sudah Allah setting software buat Teteh. Tak usah bandingin Teteh sama siapapun. Apalagi bandingin sama diriku yang verbal lingustic intelligence nya –strong : suka cuap-cuap jadi MC, nulis blog, kirim artikel ke koran/majalah, juara pidato, senang baca puisi di panggung (eeehhh … kok belok ya ha3 …).   Visual lingustic adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik lisan maupun tulisan. kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara ritme dan intonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.

Tipe kecerdasan ini mampu mengolah kata-kata secara efektif baik berbicara maupun menulis.   Jadi setelah bahagia menerima keadaan ini, Teteh diperhatikan minatnya apa ? Bakatnya apa ya yang bisa tetap menjadikan Teteh bahagia dan kecerdasan verbal linguistic pun terakomodasi.  

Aku bersyukur bisa berjumpa guru-guru Al-Qur’an di sekolah. Bersama mereka Teteh bisa bahagia mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an firman Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia. Bersama Al-Qur’an setiap hari Teteh memperbaiki lafazh bicaranya mengikuti tata cara/tajwid dan makhraj huruf dengan benar. Sering aku meneteskan airmata saat Teteh murajaah hafalannya … pun saat tahsin dan talaqi. Suaranya tetap pelan tapi terdengan jelas dan jernih.  

Oya … Kemampuan bicara di depan khalayak juga bertambah baik, di sekolah ada kegiatan keputrian dari guru-guru agama setiap hari Jumat. Siswi setiap kelas dibagi tugas bergilir untuk menjadi pembawa acara, pembaca ayat-ayat Al-Qur’an dan terjemahan, kultum, praktek masak, juga host quiz. Teteh bisa melakukan semua tugas itu dengan baik.   Saat ujian sekolah praktek hafalan dan tahsin Al-Qur’an, Alhamdulillah Teteh berhasil mendapat nilai memuaskan, juga untuk praktek pidato bahasa Indonesia dan bahasa Inggris … Barakallah teteh my kindly girl.  

Tadi ba’da shalat subuh aku bercanda sama Teteh … ‘Teh ada untungnya loh orang kayak Teteh yang rada pendiam, mau tau gak?; … ‘Orang yang gak banyak omong terhindar dari gosip atau ghibah jadi dosanya dikit he3’ … Orang banyak cakap kalau gak berguna juga gak baik kan ? Hadits rRsulullah SAW mengajarkan ‘berkatalah yang baik atau diam’. Jadi malah ibu nih yang kudu belajar sama teteh.  

Saat diawal sekolah Teteh belum bisa beradaptasi dengan beragam karakter teman-teman sekolah. Jadilah dia sebagai siswi pemalu. Namun guru-guru yang baik proud for Bu Guru yang mendampingi Teteh di kelas satu. Teteh bisa menjadi anak yang ceria, murah senyum, tegas, dan mampu menjadi leader di kelas maupun di kegiatan ekstra seperti pramuka dan fieldtrip.

Sempat diskusi panjang dengan Bu Guru karena teteh nilai akademiknya di atas rata-rata tapi tidak pernah mau diikutkan lomba. Bisa nangis bombay Teteh kalau ditunjuk ikut lomba. Juga gak mau masuk kelas akselerasi atau bilingual (saat tes ogah-ogahan … apalagi diwawancaranya oleh psikolog yang dia gak kenal). Alasan Teteh unik juga … ‘Aku tuh bisa bukan buat dibandingin bukan buat dilombain. Aku mau bisa karena mau aja dan bukan buat saingan juga’. Hhhmmm … Rada aneh buatku yang seneng banget ikutan lomba juga Kaka dan Mas senengnya juga ikutan lomba kalah menang gak jadi masalah … : Teteh spesial.

Pernah kan teteh kepilih jadi tim olimpiade sains dan harus latihan setiap Sabtu. Surat penunjukan langsung dari Kepala Sekolah. Duuuuhhhhh … Teteh nangis gak mau masuk tim. Dia tanya, ‘Kenapa harus nunjuk aku? Kan akunya gak mau! Aku maunya Sabtu buat ekskul panahan’. Ya sudahlah akhirnya aku menghadap Kepala Sekolah dan guru pembimbing menyampaikan pesan Teteh. Alhamdulillah mereka mau memahami.

Pernah juga Teteh ditunjuk ikut lomba mewarnai. Waaaahhhh parah sepanjang lomba cemberruuuutttt ha3. Kata gurunya, ‘Maaf ya Mam … Ternyata Maryam gak happy ikut lomba padahal gambarnya bagus-bagus loh!’ … he3. Iya Bu Guru maafkan ya Teteh bilang menggambar just hobby not for competitions.

alquran1

Aku terharu dan salut dengan karakter empati dan perhatian Teteh. Dia dengan senang hati membantu menjelaskan pelajaran kepada temannya yang belum paham, Teteh juga senang berbagi makanan atau hadiah kepada teman-temannya. Kadang uang sakunya diberikan sebagian buat temannya yang lupa bawa uang saku. Suka pinjamkan bukunya juga, suka jadi dokter kecil sekolah karena bisa menolong temannya yang sakit saat upacara hari Senin. Masih banyak kesan menarik dari teteh yang kadang unpredictable seperti mau jualan jelly, jualan pernik-pernik dari rangkaian manik-manik buatannya sendiri, juga jualan susu kurma karena terinspirasi dari kaka dan mas yang sempat jualan saat sekolah dan kuliah.

Ada satu lagi keunikan Teteh, walau tak banyak bicara. Teteh punya kemampuan menulis yang baik, jadi tuh Teteh seneng menulis diary dan cerpen, juga kemudahan dalam belajar bahasa. Nilai bahasa Inggrisnya diatas rata-rata.   Setelah hari Senin yang menegangkan saat ujian sekolah daring up-down jaringannya. Alhamdulillah hari ini lancar jadi bisa fokus dan selesai tepat waktu … semangat ya!   Sejatinya ujian sekolah dimasa akhir sebuah jenjang pendidikan adalah bagian dari proses belajar itu sendiri   Ujian bukan tujuan. ujian adalah jalan untuk naik peringkat dan tidak semata dinilai dari deretan angka di lembar ijazah atau buku rapot. Jika menelusuri jalan panjang 6 tahun sekolah dasar. Teteh berjuang bisa keluar dari zona nyaman sebagai anak bungsu.  

Sekali lagi …   Ujian bukan tujuan. Ujian adalah proses. Kelak disetiap jenjang kehidupan kita akan berhadapan dengan ujian. Maka laluilah ujian dengan penuh kesabaran, semangat, dan tujuan memperoleh keridhaan Allah Yang Mahakuasa lagi Maha Pemurah.

Semoga cita-cita Teteh menjadi penjaga Al-Qur’an yang mutqin muttaqin dapat terkabul. Aamiin …

Teteh memiliki kemauan kuat untuk sesuatu to be future and long lasting. Dia berusaha masuk kelas tahfizh dan dengan kemauannya sendiri berusaha menghafal Al-Qur’an. Masyaallah … Saat tes pesantren Al-Qur’an, Teteh juga berusaha semaksimal mungkin untuk lolos murni. Barakallah … Usaha teteh membuahkan hasil diterima di dua pesantren Al-Qur’an sekaligus dengan nilai baik dan lolos murni.

Mampir yuk! Ada artikel menarik juga nih …

Karya Hijaber Cilik Ini, Keren Banget!

Standar

Menemukan karya Teteh Maryam Aliyya Al Kindi … Ada komik dan cerpen.

Masyaallah ternyata kalau aku lagi nulis ngisi blog di ruang kerja dan teteh anteng di kamarnya ini hasilnya … Alhamdulillah hasil positif dari kesepakatan ‘tidak stel televisi di hari sekolah dan tidak ada gadget untuk Teteh’ (piiisss … aku bukan ibu kejam loh … di jaman serba digital). Iya loh! Banyak juga yang terheran-heran karena aku tidak memberi Teteh gadget pribadi. Hhhmmm … nanti deh Aku ceritakan kenapa ya anak-anak tidak boleh punya gadget pribadi sebelum usia 13 tahun. Kalau baru kasih anak-anak gadget saat mereka SMA.

Komik 4 halaman ini berjudul ‘Gaun untuk Velin’ … Eh ternyata Teteh seneng ngedisain baju ya ? Ha3 … baru baca ulang ternyata ada kalimat ‘wow keren sekali’ itu ternyata diserap Teteh dari ibunya yang sering bilang ‘wow … Teteh keren sekali …’ untuk mengapresiasi kebaikan yang dilakukannya. Sssttt … hati-hati bicara sama anak loh! Mereka peniru ulung

Cerpen pertama judulnya ‘Rahasia Violet’. Pas dibaca lagi dengan jeli, Aku terharu … Sangat menyentuh ketika Teteh menuliskan kalimat paragraf pertama : Pagi hari subuh keluarga Violet sudah bangun. Seperti biasa Ayah dan Kak Ahmad berangkat ke masjid, Violet, Ibu dan Nila shalat di rumah berjamaah’ Masyaallah …

Pemilihan nama Violet dan Nila juga ntah darimana bisa menggunakan warna yang unik ini. Sedangkan nama tokoh di cerpen kedua sepertinya diambil dari nama sepupu Teteh yaitu Sarah dan Salma. Tema ceritanya adalah kasih sayang seorang adik kepada kakaknya. Seru ya karya Teteh ini ternyata berasal dari peristiwa sehari-hari yang direkam dan dijadikan cerita yang banyak mengandung hikmah.

kmt2

Teteh juga sangat sayang kepada Kaka dan Mas nya. Bisa jadi kebaikan dalam cerita-cerita Teteh juga bersumber dari interaksi mereka selama ini yang saling menyayangi. Oya … Satu lagi nih, Teteh senang mendesain baju untuk beragam aktivitasnya. Cocoklah ya jadi hijaber cilik, Barakallah.

Yuk! Lihat lagi karya Teteh yang lainnya di sini:

Aplikasi Al-Qur’an Gratis, Jejak Umroh Hijaber Cilik

Standar
Adakah koneksi atau provider internet super canggih ?; Kalau kita masih bergantung kepada selain Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri maka kita pasti akan kecewa … Kenapa ?; Ya … Masalah semacam roaming internasional, hilang sinyal, atau habis kuota atau habis baterai plus power bank pun 0% ; Malah aku baru saja mengalami di blokir karena belum registrasi ulang … Jadilah tak bisa masuk maupun keluar. Atau lucunya lagi pas perlu ketemu seseorang tak bisa dihubungi karena diluar jangkauan ha3 …
Begitulah secanggih-canggihnya buatan manusia pastilah ada kekurangannya.
Lalu … Kenapa kita malah lebih tergantung pada alat-alat komunikasi buatan manusia ? Bukannya memanfaatkan ke-Maha Canggihan Allah yang telah menurunkan firman-firman-Nya di dalam Al Quran …
Berapa lama kita membaca kalimat-kalimat Illahhirabbi di dalam kitab suci ini -bila tak memgerti artinya terjemah dalam bahasa seluruh bangsa di dunia telah disusun oleh para ahli tafsir Masyaallah.
Semua isi Al Quran mengandung hikmah … Janganlah kita sampai hilang sinyal dengan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Benar … Ketika hendak keluar pintu King Fadh, Aku dan Teteh Maryam Aliyya Al Kindi melihat spanduk besar di Masjidil Haram tepat di dekat deretan wadah air zam-zam. Isinya adalah cara mendowload aplikasi Al Quran beserta bahasa terjemahannya …
Alhamdulillah free alias gratis!
Jadi manakah lagi nikmat Tuhan-mu yang kamu dustakan ? Dan jadi alasan bermalas-malasan untuk membaca, menghafal, memahami, serta mempraktekkan apa yang ada di dalam Al Quran dengan ikhlas …
Sungguh aku sering merasa malu kepada Teteh yang semangat sekali berinteraksi dengan aAl Quran.
Jangan lagi karena alasan sibuk kita melupakan berkomunikasi kepada Allah Yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar dengan membaca Al Quran … Kita tentu tidak ingin sampai di blokir oleh-Nya bukan ? Apalagi sampai dicabut nomor kita dan tak diakui lagi sebagai hamba-Nya yang taat naudzubillah min dzalik.
Bermohonlah selalu dalam hidayah-Nya, dalam lindungan-Nya, dan menjadi hamba-Nya yang dilimpahi rahmat dan kasihsayang-Nya aamiin.
Teteh di dalam Masjidil Haram. Jika sedang menanti waktu adzan, biasanya akan membaca Al-Qur’an sambil sesekali mengamati suasana sekitar yang ramai lalu lalang jamaah dari berbagai negara,

Baca juga artikel menarik ini:

Hebat! 2 Bersaudara Ini Tetap Berkarya Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Standar
Terharu …
Ceritanya Kaka yang tinggal di Jatinangor mampir ke rumah Mas di Jatihandap; sejak ramadhan lanjut lebaran baru sekali mereka ketemuan karena stay at home di lokasi masing-masing.
Saat ini Kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi masih semangat jalanin program PWMP dari Kementerian Pertanian RI, sesuailah sama bakat motivator dan minat socialentrepreuner nya … Keren Kaka. Selepas wisuda Februari 2020 dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran sedang merintis usaha mandiri.
Sedang Mas Muhammad Hafizh Haidar Hanif lagi khusyuk plus asyik jadi panitia di ITB pusat juga di Himpunan Jurusan Planologi. Katanya sih pengalaman organisasi itu sama berharganya dengan nilai kuliah ha3 … Oke deh siyap gini emang kalau punya bakat leader dan minat networking for fundrising … Hebat Mas. Bisa saja selesai ujian akhir mahasiswa tuh memilih menjadi anggota -kaumrebahan- atau -pecintaleyeh-leyeh-, tapi gak gitu lah Mas kan berjiwa aktivis he3 …
Perkuliahan di ITB sudah selesai untuk semester genap tahun ajaran 2019/2020. Sejak wabah pandemi Covid-19 Rektorat ITB memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Jadi mahasiswa stay at home untuk melakukan tatap muka mereka menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Skype, Googles Classroom, Google Meet atau yang lainnya yang disepakati antara mahasiswa dan dosen.
Biasanya liburan semester genap memang lebih panjang dari semester ganjil, sekitar 2 bulan lebih. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan mahasiswa, seperti Summer Camp, PKL, magang, atau menjadi panitia dalam kegiatan kampus baik di pusat maupun di jurusan. Atau kalau yang mager … bisa aja sih cuma tidur, makan, nge-game, jalan-jalan atau kongkow nongki di cafe. Tapi gak produktif lah … Dan gak bisa dapat hal-hal berharga yang kelak bermanfaat setelah lulus dari ITB.
Barakallah Kaka dan Mas … Doa-doa terbaik dari Ibu selalu buat kalian. Semoga menjadi pemimpin masa depan yang amanah aamiin.
Oya … Walau Ibu kangen berat (karena sudah hampir 5 bulan gak jenguk ke Bandung), tapi gak apa-apa deh! Kita berjauhan namun tetap lekat dan dekat di hati … Kolase foto ini obat rindu Insyaallah.


Simak dan mampi di link inspiratif berikut:

Haru Biru … Pengumuman Kelulusan Sekolah Online Tahun 2020

Standar

Alhamdulillah …

Hari ini Teteh Maryam Aliyya Al Kindi lulus dari SD Islam PB Soedirman.  Pengumumannya by online Google Meet : mengharukan … angkatan 44 sangat istimewa sejak ujian sekolah hingga nanti acara wisuda tanggal 20 juni 2020 tetap akan dilakukan by online Masyaallah.

Ini video yang diediting  oleh Kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi sebagai tanda syukur telah menempuh pendidikan dan belajar dengan bahagia di sekolah bersama para guru dan teman-teman yang baik.

Hari ini Aku Dewi Laily Purnamasari dan Teteh sedang belajar terus bersyukur atas segala ni’mat yang telah dikaruniakan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Kaya : kadang kita lupa … bahwa semua kejadiaan dalam kehidupan kita patutlah senantiasa disyukuri : walau itu tertusuk duri, tersandung batu, tersayat sembilu, terluka bahkan terjerembah dalam lumpur, pastilah didalamnya ada hikmah tentang kasih sayang Allah yang tiada terkira.

Mengapa kita seringkali ingin kesenangan, kekayaan, kesehatan, kemudahan, kesuksesan … ? Bisa jadi semua itu justru melalaikan kita dari rasa syukur kepada Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Allah yang Maha Baik lagi Maha Pemurah berfirman dalam Al Quran surat Al Kautsar ayat 1-3 : ‘Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus’

_MG_1736 seluruh anak dan paguru lengkap

Foto kenangan untuk buku tahunan … Sesi pemotretan dilaksanakan sebelum wabah pandemi covid-19, sehingga Teteh, Walikelas, dan teman-teman masih bisa berkumpul dengan riang gembira di halaman Masjid PB Soedirman. Barakallah

IMG_4970

Baca juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Menikmati Sisa Hujan Semalam

Standar

Kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi

Mas Muhammad Hafizh Haidar Hanif

Teteh Maryam Aliyya Al Kindi

Hiduplah bagai air yang menebar manfaat bagi sesama … menjadi tetes embun, gumpalan salju, bongkah es, gerombolan awan, pancaran mata air, atau curahan air terjun

Berada dalam tubuh semua mahkluk hidup, juga dalam gelas, teko, ember, bak, kolam, parit, sungai, danau, rawa, laut, dan samudra bahkan di langit dan perut bumi

Allah Yang Maha Besar lagi Maha Pemberi Karunia senantiasa memberkahi hidup kalian, aamiin … Barakallah

Hari yang cerah : matahari bersinar hangat, dedaunan segar masih menyisakan embun bekas hujan semalam, senyum ku untuk semua. Masyaallah … Di taman sebuah majelis ilmu. Tetes embun bening dan cerah bunga merekah menemaniku menikmati pagi yang indah ; Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, dan anggur dan sayur-sayuran, dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-kebun (yang) rindang, dan buah-buahan serta rerumputan. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. (QS. ‘Abasa : 24-32).

WhatsApp Image 2020-06-14 at 21.17.12

Menuliskan tentang hujan, berarti melukis kembali kenangan manis puluhan tahun silam.

Hujan bukan halangan, bahkan hujan identik dengan kesenangan. Berbasah kuyup tak di larang. Berlarian berkeliling bersama teman-teman dari gang kecil satu ke gang kecil lainnya, lalu berkumpul di sudut jalan. Di bawah talang dan teritis atap rumah kami tertawa riang.

Sesekali permainan di isi pertengkaran. Ah … Namanya juga anak-anak. Kami rebutan bunga dan daun kembang sepatu dari kebun tetangga. Mau tahu untuk apa ? Bila ditumbuk sampai halus akan mengeluarkan cairan kental seperti jelly. Kami menyulapnya menjadi minyak goreng untuk main masak-masakan. Tanah liat jadi bumbu kacang dan beragam dedaunan jadi gado-gado.

Bosan satu permainan, kami berganti permainan lain. Masih dalam guyuran hujan yang telah menggigilkan tubuh kami. Supaya lebih hangat sekali lagi kami berlarian mencari tempat sembunyi. Yup! Petak umpet sambil main hujan. seru … Syaratnya tak boleh sembunyi di tempat yang tak terkena air. Wuih … Bila badan sudah tak tahan kedinginan kami sepakat kembali ke rumah.

Entahlah … Mengapa mamah ku tak marah ? Alhamdulillah.

Apa mungkin kini Aku bisa bersikap sama kepada anak-anak bila mereka juga ingin bermandi hujan. Sayang … Anak-anak ku tak tertarik berlari keluar menyambut cucuran air dari langit seheboh Aku dahulu.

Mungkinkah airnya tak sebening air hujan 30 tahun lalu ? Sebab Aku kadang ingin menikmati kenangan masa kecil yang begitu membahagiakan bersama anakku juga. Tapi sekali lagi jaman sudah berubah … Karena air hujan pun kini tak sama.

Hebat! Anak Manager BUMN Jualan Ayam Kampung Umbaran

Standar

Bismillah …

WhatsApp Image 2020-06-14 at 19.22.09
 

Selesai subuh telpon Kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi yang lagi semangat menjalankan usaha ayam kampung umbaran di jatinangor. Selepas wisuda, Kaka mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pertanian dalam program Pengembangan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Dana ini digunakan untuk mengembangkan usaha ayam kampung umbaran yang telah dirintis sejak masih kuliah semester 3.

 
pwmp
 

 

Barakallah usahanya ya ; selain lebih sehat dan bergizi, ayam kampung umbaran ini juga sebuah bentuk kepedulian sosial atau yang disebut social entrepreneurship atau wirausaha berbasis sosial. Karena menghubungkan peternak rakyat dengan dunia usaha dan mendekatkan hasil ternak berkualitas dengan konsumen yang memang membutuhkan kemudahan transaksi dan delivery ; Millenial kan akrab banget dengan teknologi dan media sosial seperti IG, FB, WA, Twitter, Youtube … juga sudah punya mobile banking (iiihhh … ibu aja gak punya tuh! hhhmmm … masih setia sama atm).

Walau ayahnya seorang manager di BUMN tidak membuat Kaka jadi kaum rebahan atau leyeh-leyehan. 

Kaka menyediakan ayam kampung umbaran segar pemotongan Insyaallah halal sesuai syariat islam (bersyukur kaka pernah sekolah di pesantren dan paham betul pentingnya kehalalan suatu produk) dikemas dengan besek dan daun pisang agar lebih cinta lingkungan … Namun masih ada yang divakum dengan plastik dan dibekukan sesuai permintaan konsumen yang ingin menyimpan dalam waktu lebih lama.

Oya … Lebaran gak lengkap loh! Kalau gak masak opor ayam … Nah ayam kampung umbaran pas banget karena pasti bedalah rasanya.

Aku Dewi Laily Purnamasari, juga ikut promoin usaha Kaka di grup ITBMotherhood pada saat bulan Ramadhan. Alhamdulillah order yang masuk lumayan banyak.

 

Siapa yang kangen makan opor ayam ?; Kenapa ya kalau pas lebaran di rumah orangtua atau mertua opornya enak banget! Anak-anakku bilang gini ‘Bu … opor di Solo dan Cirebon kok lebih enak ya ? Lebih lembut, seger, gak amis, dan bikin ketagihan’

Kenapa ya … Ternyata oh ternyata. Mereka selalu masak opor, gulai, semur, sop, berbahan dasar ayam kampung. Lebih istimewa lagi kalau ayam kampung umbaran.

Nah … Anakku sedia ayam kampung umbaran untuk PO pengiriman hari Rabu-Kamis area Jatinangor gratis ongkir; Bandung Timur subsidi ongkir : ayam berat hidup 1,2 kg, gratis pemotongan dan packing harga 90.000-100.000 rupiah.

 

Kolase foto momen saat kaka wisuda dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Februari 2020.

Mampir yuk! Ada artikel menarik lainnya di sini: