Small Business Management and Entrepreneurship

Standar
Pekerja memindahkan ikan yellowfin di pelabuhan ikan di Banda Aceh, Kamis (4/4/2019).

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus diakui sebagai kekuatan strategis dan penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional. UMKM memiliki posisi penting tidak hanya dalam penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di daerah, tetapi dalam banyak hal mereka menjadi perekat dan menstabilkan masalah kesenjangan sosial.

Perkembangan dan peran UMKM terhadap perekonomian, tentu tidak terlepas dari entrepreneur yang menjadi motor penggerak perekonomian. Mereka mampu memanfaatkan kesempatan untuk pengembangan kapasitas ekonomi dan pengalokasian sumber daya secara efektif.

Sejalan tren masa kini, maka entrepreneur harus mampu menghadapi kompetisi dan berinovasi, mencapai pertumbuhan bisnisnya. Maka akses informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, modal, dan sumber daya manusia adalah niscaya menjadi kebutuhan bagi keberhasilan bisnisnya.

Rachmat Pambudy dosen Kepala Bagian Bisnis dan Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB menyusun buku dengan judul Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil. Buku ini disusun bersama rekan dosen lainnya yaitu Wahyu Budi Priatna dan Burhanuddin.

Apa saja yang menarik dari small bisnis ? Sejauh mana kontribusi sirausaha bisnis kecil ? Juga Kelemahan, kendala, dan tantangan bisnis kecil menjadi topik menarik dalam diskusi saya dengan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis dan Entrepreneurship. Saya mengampu mata kuliah ini di Universitas CIC Cirebon bersama kolega dosen Sudadi Pranata dan Amroni sebagai Kaprodi Manajemen Bisnis.

Mahasiswa masih melaksanakan perkuliahan secara daring. Namun, saya dan beberapa dosen melakukan diskusi terkait konten dan metode materi entrepreneurship dengan menerapkan protokol Covid-19. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kegiatan perkuliahan bisa berjalan dengan lebih kondusif, aamiin.

Kembali ke small business. Kecil itu cantik. Kecil itu indah juga menarik. Banyak sesuatu yang besar berasal dari hal-hal kecil. Bisnis kecil sangat menarik untuk di kaji, didiskusikan serta ditumbuhkembangkan hingga menjadi besar. Mengapa demikian ? Sebab memiliki dan menjalankan bisnis kecil adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan. Banyak bukti bahwa usaha-usaha besar yang berhasil dimulai dari usaha kecil. Mengembangkan usaha kecil merupakan langkah awal untuk menjadi pengusaha besar.

Tujuan seseorang yang dicapai melalui bisnis kecil meliputi : memperoleh kemandirian, menghasilkan pendapatan yang tinggi, membantu keluarga, menghasilkan produk yang tidak tersedia bebas.

Tujuan usaha tersebut diantaranya adalah : tujuan jasa menyediakan kebutuhan konsumen, pengusaha mencapai tujuan sosial nerupa pengakuan akan eksistensi diri dan perusahaannya di mata masyarakat, dan tujuan keuntungan / profit, serta tujuan perkembangn usaha.

Pengusaha kecil merupakan sumber bagi pengusaha menengah dan besar. Mata rantai yang tak terpisahkan. Usaha kecil justru menyerap tenaga kerja yang besar alias padat karya. Dalam negara agraris seperti Indonesia, usaha kecil memiliki sumbangan yang sangat berarti dalam menekan laju urbanisasi. Tak kalah pentingnya, usaha kecil melahirkan pengusaha perempuan yang sukses.

Adapun faktor yang menyebabkan kegagalan pada bisnis kecil yaitu :

  1. Ketidakmampuan dan kurangnya pengalaman dalam hal manajemen.
  2. Pengabaian; bahwa untuk mengawali suatu bisnis kecil dibutuhkan suatu komitmen waktu yang luar biasa. Para pemilik bisnis yang tidak bersedia untuk bekerja dalam waktu lama dan melakukan beragam tugas akan mengalami kegagalan.
  3. Sistem kontrol yang lemah; sistem kontrol akan membantu para pengusaha untuk memonitor biaya, tingkat produksi, produktivitas, dan sebagainya.
  4. Modal yang tidak mencukupi; umumnya usaha kecil selama enam bulan tidak memperoleh keuntungan, sehingga dibutuhkan modal yang memadai.

Beberapa kebijakan yang diperlukan dalam mengatasi masalah eksternal pengusaha kecil antara lain dalam hal :

  1. Kebijakan perizinan mengenai usaha, lokasi, dan lainnya;
  2. Kebijakan fiskal dan moneter mengenai nilai uang / inflasi, perpajakan, suku bunga, dan kemudahan kredit serta kemudahan fasilitas ekspor.
  3. Kebijakan tentang perburuhan mengenai upah minimum, kontrak kerja, perselisihan buruh dan lainnya.
  4. Kebijakan keamanan berusaha.

Keterbatasan dalam orientasi kemampuan kewirausahaan atau entrepreneurship di kalangan pengusaha kecil seharusnya menjadi daya tarik bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran sebagai katalisator dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi agar pengusaha kecil lebih berkembang dan mampu meraih kesuksesan.

Pemerintah daerah dan pusat juga harus melakukan berbagai program yang menstimulus pengusaha kecil agar bisa berkembang dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan Indonesia.

Dosen Universitas CIC Cirebon dalam diskusi terbatas terkait topik entrepreneurship dan manajemen bisnis : tetap 3M ya …

Kami sedang berusaha merealisaikan gagasan / ide berdirinya komunitas pengusaha muda di kalangan mahasiswa kota Cirebon. Jadi semenjak mahasiswa, walau masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi mereka sudah bisa memulai bisnis kecil. Mereka juga diberikan pendampingan dan akses networking/jejaring dengan para pengusaha yang lebih senior dan sukses.

Silakan membaca referensi berikut:

Dewi Laily Purnamasari, ST. MM Dosen Universitas CIC Cirebon dan Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi S.Pt (alumni Fapet Unpad, pengusaha muda bidang peternakan) kandidat magister entrepreneurship SBM ITB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s