Monthly Archives: Desember 2020

Persyaratan CPNS 2021

Standar

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hususnya lulusan SMA,SMK,D3,S1,S2 pada saat seleksi atau pendaftaran sebagi berikut:

1. Berusia 18-35 tahun saat melamar

2. Tidak pernah dipenjara karena tindak pidana selama 2 tahun atau lebih

3. Tidak pernah diberhentikan sebagai PNS, prajurit TNI atau anggota Polri. Serta tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta

4. Bukan merupakan PNS, prajurit TNI dan anggota Polri

5. Bukan merupakan anggota partai, pengurus partai dan tidak terlibat dalam politik praktis. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan

6. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar

7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh instansi pemerintah

8. Lulusan Perguruan Tinggi Dalam Negeri atau Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan IPK minimal 2,75 untuk lulusan D3, 3,00 untuk S1 dan 3,20 untuk lulusan S2.

9. Bagi lulusan Perguruan Tinggi Dalam Negeri, Perguruan Tinggi dan Program Studi telah terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada saat kelulusan

10. Bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri telah memperoleh penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri pada Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi

11. Menguasai Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan hasil TOEFL/TOEFL Preparation/TOEFL Prediction dalam 2 (dua) tahun terakhir dengan nilai minimal 450 (setara dengan Computer Based TOEFL minimal 133/Internet Based TOEFL minimal 45/ TOEIC minimal 405/IELTS minimal 5,5)

12. Bagi pelamar pria dan wanita dilarang memiliki tato dan bagi pelamar pria dilarang memiliki tindik.

sumber : BKNS

Persyaratan dokumen maupun kriteria untuk ikut serta dalam seleksi tersebut.

Sebelum ke kriteria, berikut inilah dokumen persyaratan seleksi CPNS 2021:

1. Swafoto latarbelakang merah dengan pakaian sopan dan rapi

2. File scan ijazah pendidikan asli yang digunakan untuk melamar formasi CPNS

3. File scan transkrip nilai asli

4. File scan surat pernyataan lima poin dan surat pernyataan yang dipersyaratkan oleh instansi yang digabung menjadi 1 file

Jangan lupa dibubuhi materai serta ditandatangani oleh peserta seleksi CPNS

5. File scan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlaku pada saat melamar

6. File scan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan pemerintah

7. File scan surat keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkoba, psikotropika, serta zat-zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah

8. File scan bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki masa kerja)

9. File scan DRH yang diunduh di web resmi SSCN yang digabung menjadi satu file dan sudah dibubuhi materai serta ditandatangani oleh peserta SSCN

10. File scan surat lamaran CPNS yang ditujukan kepada instansi yang Anda lamar (sistem akan menampilkan surat lamaran pada awal pendaftaran, jika ada).

Sumber: bkn.go.id

Uji Nyali Nyupir 10 Hari Keliling Jawa

Standar

Liburan sekolah akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015 sangatlah menyenangkan dan penuh kejutan. Rencana semula hanya akan berlibur di Jakarta. Namun berkah itu datang ketika ijin cuti disetujui. Jadilah aku bersama anak sulung Kaka, si bungsu Teteh, dan suami menyelusuri jalur Selatan pulau Jawa dan jalur pantai utara selama 10 hari.

Rute pertama aku didaulat menjadi supir Jakarta – Bandung via tol cipularang. Suamiku harus jadi penumpang karena ia perlu duduk manis mengerjakan tugas kantornya yang akan dibawa rapat pagi itu juga di Gedung Sate Bandung. Setelah mengantar suami ke tempat rapatnya, aku dan  Teteh ngemil dulu di restoran jadul berjudul Bancakan di seputaran Gedung Sate. Apa yang menarik di restoran Sunda ini ? Aku suka menunya yang segar serta peralatan makan dari kaleng. Piring dan gelas bergambar bunga-bunga.

Menjelang waktu dzuhur kami menuju Masjid Salman di jalan Ganesha persis di depan kampus ITB. Nostalgia deh jaman kuliah. He3 … Anakku bungsu, Teteh senang sekali kalau di ajak ke masjid yang adem dan nyaman ini.

Masjid Salman ITB
Teteh di bersiap shalat di Masjid Salman ITB

Sebentar mampir ke Alun-alun Bandung. Sambil menikmati deretan bangunan bergaya arsitektur kolonial, di sini ada Masjid Agung Kota Bandung.

Masjid Agung Kota Bandung

Perjalanan dilanjut untuk menjemput Kaka di Jatinangor. Sambil menunggu suami selesai rapat, aku beristirahat di Hotel Jatinangor.

Hari kedua rute Bandung – Ciamis aku menyetir di tengah kepadatan arus lalu lintas. Mobil hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 – 30 kilometer perjam, diselingi berhenti dalam waktu yang lama. Kondisi seperti ini yang dibutuhkan bukan keahlian memacu mobil, namun kesabaran. Sebentar mampir di Rumah Strawberry di jalur Garut menuju Ciamis. Bangunannya keren dan pemandangannya indah. Sawah dan bukit menjadi latar yang menyejukkan.

Aku bersyukur disuguhi pemandangan sangat menawan. Pegunungan, hijau pepohonan, sawah, sungai, dan langit biru membuatku betah duduk di belakang kemudi hingga perbatasan Garut – Tasikmalaya. Rest area di perbatasan Tasikmalaya – Ciamis dengan masjid mungil yang indah dan bersih. Makanannya enak dan murah. Pemandangannya cantik.

Aku lanjut menyetir sampai di Ciamis. Hari menjelang sore. Aku mampir makan dan shalat maghrib dijama isya. Selanjutnya suami yang mengendarai mobil hingga Kebumen. Aku tidak piawai menyetir malam hari karena mata silindris dan minus tinggi. Rutenya agak seram … Kami melewati hutan jati Banjar dan perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah yang sepi dan jarang sekali berjumpa pemukiman.

Masjid rest area di daerah perbatasan Garut – Ciamis.

Ternyata suami sudah sangat mengantuk di sekitar perbatasan Purwokerto, aku terpaksa menyetir kembali. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Aku bilang ke suami harus mencari tempat menginap bila waktu sampai di Kebumen. Hotel Candisari menjadi pilihan. Wah … Aku sempat terkaget-kaget dengan harga kamar. Kamar yang aku sewa seharga Rp. 125.000,- saja permalam. He3 … Waktu mudik lebaran kami pernah menginap di tempat yang sama harga sewa kamarnya Rp. 400.000,-.

Tidur kami cukup pulas dan selepas shalat subuh bersiap melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Kali ini aku kembali memegang kemudi hingga perbatasan Wates. Selanjutnya memasuki Kota Yogyakarta suamiku yang menyetir karena ia lebih hafal seluk beluk dalam kota. Kami memilih menginap di Cottage Den Nanny Resto Jl. Taman Siswa.

Menyempatkan mampir di Masjid kampus UII Yogyakarta. Sebelum kuliah di Arsitektur ITB, suamiku sempat satu tahun kuliah di Fakultas Sipil UII.

Masjid Ulil Albab, di kampus UII Yogyakarta.

Malam hari aku berkeliling kota Yogyakarta menikmati kemacetan di mana-mana he3 … Hujanpun menemani tiada henti membuat tidurku semakin nyenyak. Siang hari aku melanjutkan perjalanan menuju Solo dan duduk manis jadi penumpang. Sesampai di Solo aku menginap di rumah kerabat dan tak disangka sekitar pukul 19.00 WIB listrik tiba-tiba mati. Ternyata ada kabar penyebabnya adalah pasar Klewer terbakar. Sepanjang malam puluhan mobil pemadam berusaha mematikan api dan menyelamatkan barang. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Masjid Agung Surakarta posisinya dekat dengan pasar Klewer

Pagi harinya suami dan Kaka melihat lokasi musibah kebakaran dari dekat. Sedangkan aku dan Teteh berkeliling berburu makanan khas Solo naik becak. Serabi Notosuman dan nasi Liwet berhasil memuaskan rasa kangenku akan kuliner Solo yang maknyuuusssss.

Setelah dihadiahi berita duka pasar Klewer Solo terbakar, aku juga dikejutkan berita kakak ipar masuk rumah sakit di Gresik. Jadilah liburan kali ini destinasinya bertambah sampai ke Jawa Timur. Rencana semula hanya sampai Solo lewat jalur Selatan lalu kembali ke Jakarta lewat jalur Utara.

Perjalanan dilanjutkan dengan rute Solo menuju Gresik. Etape pertama jatah pagi hingga sore aku yang menyupir. Ini pengalaman pertama rute Jawa Tengah – Jawa Timur. Aku melewati kota Sragen, Ngawi dan Nganjuk. Subhanallah … Sungguh betapa indah dan kaya Indonesia negeriku tercinta. Terimakasih Ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Kuasa.

Menjelang masuk kota Surabaya barulah gantian suami yang menyetir. Kami sampai di Gresik sekitar pukul 20.00 WIB. Lelah juga badan ini. Tak ada yang diinginkan selain segera mandi dan berbaring. Pagi hari kami bersiap menjenguk kerabat yang dirawat di Rumah Sakit Semen Gresik. Siang hari selepas makan dan shalat, perjalananpun dilanjutkan untuk kembali ke Jakarta dengan rute kedua Jalur Pantai Utara.

Masjid Jami Gresik.
Makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Songo bersama Sunan Giri menyebarkan agama Islam di Timur pulau Jawa

Selanjutnya mari ikuti petualangan di jalur Utara. Aku belum pernah mencoba rute Gresik – Bojonegoro – Blora – Rembang – Kudus – Demak – Pati – lalu Pekalongan – Tegal – Cirebon. Jadi siang sepulang dari rumah sakit, jatah suami mengemudikan mobil hingga Blora.

Aku meminta untuk menginap di kota perjuangan ini. Jalan yang kami lalui sepanjang siang cukup mengesankan. Walau ada kejadian yang kurang menyenangkan karena kehilangan sinyal. Kami beberapa kali bingung menentukan arah, bahkan salah arah masuk ke dalam hutan jati. Oya … Jalan di jalur ini tidak begitu mulus, kami mengalami kesulitan membaca petunjuk arah karena hujan sangat deras. Hingga sore hari, hujan tiada henti mengiringi perjaanan kami.

Masjid Agung Baitunnur Blora

Syukurlah sesampai di Blora tepat di depan alun-alun kota, kami bisa menginap di hotel Al Madinah. Hotel bersebelahan dengan masjid raya Blora yang unik. Malam itu suami dan Kaka shalat di masjid raya. Lalu aku dan Teteh menyusul ke alun-alun untuk menikmati wedang ronde yang hangat. Tidur kami pun menjadi nyenyak dan pagi hari badan segar kembali.

Aku meminta untuk menyupir rute Blora pagi hari hingga siang nanti entah di mana sampainya. Aku ingin menikmati rute menembus hutan jati yang sepi. Tak disangka di jalur Blora menuju Rembang, kami melewati makan Ibu Kartini. Beliau adalah putri Bupati Jepara yang menikah dengan Bupati Rembang dan meninggal diusia muda tak lama setelah melahirkan anak pertama. Makamnya berada di hutan jati yang sepi … Semoga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun memberi balasan indah bagi perjuangan beliau.

Masjid Sunan Kudus salah satu Wali Songo penyebar agama Islam di pulau Jawa. Menara masjid terbuat dari batu bata merah mengadopsi gaya arsitektur tradisional Hindu.

Alhamdulillah … Akhirnya di ujung hutan jati masuklah kami di jalur Utara. Kami beristirahat sejenak di rest area. Fasilitasnya seperti hotel bintang. Lantainya kering, wangi, dan berinterior indah. Pantas saja toilet ini berbayar Rp. 5.000,- sekali pakai. Aku masih melanjutkan duduk di belakang kemudi hingga sampai di Kudus. Masjid Menara Kudus tujuan utama kami. Eh … Malah nyasar ke masjid raya di depan alun-alun. Untung marbot masjid memberi tahu kami tak jauh dari situ Masjid Menara Kudus berada. Nah … Pesonanya keindahana dan jejak sejarahnya melekat hingga kini.

Masjid Agung Demak. Kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi berpose bersama ayahnya

Rute selanjutnya suami ganti menyetir. Kami mampir shalat di Masjid Raya Demak. Di dekatnya juga ada makam para raja Kerajaan Demak. Perjalanan terus berlanjut hingga di Pekalongan. Tak ku sia-siakan untuk mampir sejenak di International Batik Centre (IBC). Pusat batik Pekalongan yang apik. Teteh antusias menyelusuri lorong-lorong IBC. Desain arsitektur IBC cantik dan menarik dengan material utama bata merah.

Pusat batik di Pekalongan

Akhirnya perjuangan Teteh terbayar dengan menemukan baju cantik seharga Rp. 50.000,- dan kipas batik seharga Rp. 13.000,-. Kami mampir di food court IBC untuk santap siang, dilanjutkan shalat dzuhur dijama ashar di Masjid Agung Pekalongan Ah … Rasanya penat juga badan kami semua. Kepingin segera sampai di Cirebon. Mamahku sudah menanti di sana. Kangen juga dengan kuliner Cirebon yang sedap.

Masjid Agung Pekalongan

Hari sudah larut malam ketika kami sampai di rumah Mamah. Setelah membersihkan badan, kami langsung istirahat agar besok bisa jalan-jalan keliling kota Cirebon.

Masjid Agung At Taqwa di Kota Cirebon dengan latar gunung Ciremai yang gagah
Gerbang Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dibangun masa Sunan Gunung Jati

Sebelum kembali ke Jakarta, aku harus membeli selusin botol sirop Tjampolay untuk oleh-oleh teman-teman di sekolah Teteh. Perjalanan Cirebon – Jakarta dimulai pagi hari dan aku jadi supir pertama hingga Cikampek. Suami melanjutkan jatah menempuh tol Cikampek hingga sampai dengan selamat di rumah.

VW Combi Selalu Menarik Hati

Standar

Semenjak mengenal VW Combi di tahun 70-an, hingga kini selalu saja sosok VW Combi menarik hati. Dua tahun lalu, akhirnya … VW Combi 79 keluaran Jerman menjadi anggota keluarga kami.

Bandung Lautan VW. Event kopi darat para pencinta VW.

Body putih mulus. Jok hitam di kabin yang luas selalu membuat perjalanan terasa nyaman. Tak ada modifikasi, orisinal … (foto atas : VW Combi menemani mudik lebaran Jakarta-Cirebon-Solo pp …

Senangnya naik VW Combi rame-rame bareng anak dan keponakan. Seru sekali …

Alhamdulillah selamat. foto bawah : gadis kecil kami pun senang duduk manis di samping ayahnya ber VW Combi ria …).

VW Combi keluaran tahun1979 berwarna putih kesayangan keluarga kami.
Anakku bungsu sukanya jadi co-driver nih di samping Bapanya.

Beberapa event pertemuan komunitas VW pernah kami ikuti. Bandung Lautan VW juga Jambore Nasional di Cibubur, terakhir tanggal 29 -30 Oktober 2011 kumpul di halaman Keraton Kesepuhan ratusan VW Combi. Walau si putih saat ini sudah berganti pemilik, kami tetap merindukan sosok uniknya.

Anak-anak senang jalan-jalan mengendarai VW Combi yang lapang. He3 … Walau plus deg deg-an

Deretan VW Combi di acara kopi darat para penggemar VW.

Semoga di lain waktu kami bisa memiliki VW Combi lagi dan asyik berjalan-jalan bersama … (konvoi VW Combi saat pertemuan komunitas Bandung Lautan VW … senengnya … ).

Inilah 20 Metode Mengajar Paling Keren, Agar Sukses Menjadi Guru

Standar

Sukses menjadi guru tak semata-mata karena menenteng ijazah dari fakultas keguruan atau mendapat sertifikasi profesional. Guru keren di mata dan hati siswa juga beken dan dijadikan favorit karena metode mengajar asyik dan menarik. Mau tahu 20 metode mengajar yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW ?

Guru, orangtua, dan siswa dalam kegiatan pumping student dan doa bersama di sekolah Teteh.

Salah satu faktor penting kejayaan pendidikan Rasulullah SAW adalah karena beliau menjadikan dirinya sebagai model dan teladan bagi umatnya. Tentu, guru yang baik seharusnya menjadi teladan dan model bagi siswanya. Ucapan dan tindakan guru harus sejalan dan sejujurnya. Ingat ungkapan ini ‘jangan ada dusta diantara guru dan siswa’.

Nio Gwan Chung (Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec) dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super Manager menuliskan 20 metode dan teknik pengajaran sebagai ‘holistic learning methods’, yaitu :

 1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);

 2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);

 3. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);

 4. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);

 5. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);

 6. Story telling (bercerita);

 7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);

 8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);

 9. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat waktu);

 10. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);

 11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);

 12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);

 13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);

 14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);

 15. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);

 16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);

 17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);

 18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);

 19. Commenting on student question (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);

 20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan ‘aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu’)

Proses belajar di luar ruang seperti field trip, study tour dan outbond dapat meningkatkan beragam kecerdasan siswa. Kunjungan Teteh ke Museum Satriamandala dan Taman Margasatwa Ragunan sesuai tema kurikulum 2013
Praktek langsung manasik haji menjadikan siswa lebih menyerap materi karena dilaksanakan sebagaimana aslinya. Teteh ikut manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede.
Classmeeting dan unjuk minat bakat penting juga dilakukan agar siswa memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan umum
Mengajak siswa terlibat dalam aksi sosial
Seru, semangat, dan bahagia bersama teman-teman sekelas Teteh

Al Quran Sebagai Bekal Tingkatkan Kecerdasan Verbal Linguistic

Standar

Barakallah … Bulan Ramadhan adalah bulan Al Quran. Tersemangati oleh Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi yang istiqamah menambah hafalannya. Masya Allah …

Al Quran sebagai bekal kecerdasan verbal linguistic

Kisah hatiku yang dag dig dug menanti suara Teteh terdengar atas panggung. Ya Allah saat itu Teteh bersama 4 temannya mendapat tugas menyebutkan kata thayibah. Teteh sudah berlatih kata Subhanallah artinya Allah Maha Suci. Namun … Detik demi detik berlalu Teteh bergeming. Tak ada suara … hingga di menit berikutnya, bu guru naik ke panggung. Lalu membisikkan kata Subhanallah … Teteh pun liriiiiihhhh perlahan saja terdengar.

Padahal saat acara itu, ibunya ini didapuk pidato merangkai kata kenangan sebagai wakil orangtua. Hhhmmm … Teteh diawal sekolah dasar juga tak ada suaranya. Kalau di rumah lumayanlah sudah mampu membaca dengan lancar buku cerita bergambar. Sesekali aku minta Teteh membacanya dengan suara. Bukan dalam hati … Ha3 … Biasanya Teteh ngambek : gak mau dia diminta bersuara.

Teteh juga bisa ngobrol sama Kaka dan Mas tapi jarang sih. Kan umurnya beda jauh. Jadi kadang gak nyambung juga ya obrolannya.

Aku berkonsultasi dengan Psikolog atas hasil tes kecerdasan majemuk anakku bungsu ini. Ternyata kecerdasan verbal linguistic Teteh berada diurutan terakhir -midlle mendekati -strong. Sedangkan 7 kecerdasan lainnya berada di score -strong bahkan visual spacial mendekati -very strong.

Teteh sejak kelas satu SD sudah bisa lancar membaca Al Quran

Nah … Biasalah orangtua kan mikirnya apa yang bisa distimulasikan kepada anaknya ? Kenapa anaknya pendiam gini sih ? Dan bla… bla… bla… gak nerima keadaan.

Ooohhh … Bukan itu dulu! Justru yang pertama dan utama bukan stimulasi. Tetapi penerimaan dan happy dengan apa yang sudah Allah setting software buat Teteh. Tidak usah bandingin Teteh sama siapapun. Apalagi bandingin sama diriku yang verbal lingustic intelligence nya -strong. Suka cuap-cuap jadi MC, nulis blog, kirim artikel ke koran / majalah, juara pidato, senang baca puisi di panggung (eeehhh … kok belok ya ha3 …).

Syukuran khatam Al Quran bersama teman-teman sekelas Teteh

Verbal lingustic adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara ritme dan intonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.

Tipe kecerdasan ini mampu mengolah kata-kata secara efektif baik berbicara maupun menulis. Jadi setelah bahagia menerima keadaan ini. Teteh diperhatikan minatnya apa ? Bakatnya apa ? Yang bisa tetap menjadikan Teteh bahagia plus kecerdasan verbal linguistic pun terakomodasi.

Aku bersyukur bisa berjumpa guru-guru Al Quran di sekolah SD Islam PB. Soedirman. Bersama mereka, akhirnya Teteh bisa bahagia mengucapkan ayat-ayat Al Quran. Firman Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci. Bersama Al Quran setiap hari Teteh memperbaiki lafazh bicaranya. Mengikuti tata cara / tajwid dan makhraj huruf dengan benar.

Wisuda Tahfizhul Quran dan kegiatan kelas tahfizh yang Teteh ikuti.

Seringkali aku meneteskan airmata saat Teteh murajaah hafalannya. Pun saat tahsin dan talaqi, Suaranya tetap pelan tapi terdengan jelas dan jernih. Oya kemampuan bicara di depan khalayak juga bertambah baik,. Di sekolah ada kegiatan keputrian dari guru-guru agama setiap hari jumat. Siswi setiap kelas dibagi tugas bergilir untuk menjadi pembawa acara, pembaca ayat-ayat Al Quran dan terjemahan, kultum. Ada juga praktek masak, dan host quiz. Teteh bisa melakukan semua tugas itu dengan baik.

Ujian tahfizh Al Quran secara online karena saat ini sedang wabah pandemi Covid-19

Saat ujian sekolah praktek hafalan / tahfizh dan tahsin Al Quran secara online untuk juz 30 dan 29. Alhamdulillah … Teteh berhasil mendapat nilai memuaskan. Begitupun praktek pidato bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Barakallah Teteh my kindly girl.

Tadi ba’da shalat subuh aku bercanda sama Teteh … ‘Teh ada untungnya loh orang kayak Teteh yang rada pendiam, mau tau gak?’ tanyaku sambil mengucek-ucek rambutnya. ‘Orang yang gak banyak omong terhindar dari gosip atau ghibah jadi dosanya dikit he3’.

Orang banyak cakap kalau gak berguna juga gak baik kan ? Hadits Rasulullah saw mengajarkan ‘Berkatalah yang baik atau diam’. Jadi malah ibu nih yang kudu belajar sama Teteh. Oya … Satu lagi nih, walau tak banyak bicara Teteh punya kemampuan menulis yang baik. Jadi tuh Teteh seneng menulis diary dan cerpen. Teteh juga diberi kemudahan dalam belajar bahasa. Nyatanya nilai bahasa Inggrisnya diatas rata-rata. Alhamdulillah …

Bersama Al Quran setiap hari. Semoga Teteh istiqamah, aamiin.

Saat ini Teteh sedang belajar di SMP Quran Al Ihsan Jakarta. Alhamdulillah … Semester satu telah di uji praktek hafalan / tahfizh juz 1 dan 2. Sedangkan serotan hafalan awal sebanyak 5 juz telah terpenuhi. Nasihat dari ustadzah pembimbing untuk Teteh adalah istiqamah murojaah. Terus … terus … terus mengulang bacaan Al Quran yang sudah dihafal. Juga membaca dengan tartil 1 juz setiap hari. Menambah hafalan 1-2 halaman setiap hari. Ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penolong berikan kami kekuatan, kesabaran, semangat, dan rasa cinta kepada Kitabullah. Hanya ridho-Mu yang kami harapkan, aamiin …

Gaya Belajar dan Kecerdasan Anak Tampak dari Sidik Jari

Standar

Barakallah … Kemarin dan hari ini teteh ujian sekolah daring dengan lancar semoga mendapatkan hasil terbaik. Ada 2 mata pelajaran ini favorit Teteh he3 … Walaupun tetep saja Teteh paling happy kalau sedang pelajaran olahraga karena bisa sambil main dan lari-lari di lapangan.

Anak kinestetik senang bergerak bebas. Olahraga berkuda menjadi kesukaan Teteh

Teteh juga senang banget menggambar dan memotret sambil traveling. Sekedar berbagi pengalaman, bagaimana menemukan gaya belajar dan kecerdasan majemuk dari Teteh ?

Jarak umur Teteh dengan Kaka dan Mas terpaut jauh. Hampir saja aku lupa bahwa setiap anak itu unik dan spesial. Sayangnya banyak orangtua, pun aku hampir saja luput menyadari. Bahwa langkah paling awal untuk mengembangkan potensi kecerdasan seorang anak adalah dengan mengenali bakat dan gaya belajarnya.

Teteh senang fotografi dan sepedaan

Ternyata … Masya Allah hasil tes scan fingerprint tes sidik jari pada sepuluh jari tangan kanan dan tangan kiri Teteh. Hasilnya mencakup 3 bagian penting, yaitu :

1. Learning style,

2. Multiple intelligence,

3. Motivation dan peta dominasi otak kiri atau kanan.

Hasil profil kepribadian juga ditampilkan.

Alhamdulillah dengan panduan konselor dan buku kecil berisi penjelasan singkat terkait cara mengenal potensi anak, aku bisa memahami lebih baik.

Bagaimana menemani Teteh mengembangkan potensi terbaiknya?

Kecerdasan visual spacial Teteh berada diperingkat pertama score strong menuju very strong, kemudian berurutan dengan score strong adalah mathematic logic, interpersonal, kinesthetic body, naturalis, musical, intrapersonal.

Sedangkan Teteh memperoleh score middle untuk verbal lingustic.

Melukis adalah hobi Teteh
Hasil karya Teteh. Lukisan suasana pasar tradisional dengan media kertas dan krayon.

Kali ini aku mau cerita tentang kecerdasan spasial visual dan ciri-cirinya yang ditunjukkan Teteh secara spesifik. Kecerdasan ini direpresentasikan oleh telunjuk tangan kiri yang menunjukkan kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat).

Visual artinya gambar spasial yaitu hal-hal yang berkenaan dengan ruang atau tempat. Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran, dan juga hubungan diantara elemen-elemen tersebut. Kecerdasan ini juga melibatkan kemampuan untuk melihat objek dari berbagai sudut pandang.

Kisah Teteh bikin Ibu kudu lebih bersabar dengan rumah yang berantakan. Sila mampir di sini https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fc25c6bd541df6f3d0a6e32/anak-cerdas-visual-spasial-bikin-rumah-berantakan-mengapa?

Lukisan Teteh waktu kelas 1 SD dengan media kanvas dan cat air
Waktu luang dimafaatkan Teteh untuk menyalurkan bakatnya melukis.
Teteh melukis di media jaket jeans.
Seriusnya Teteh kalau sedang berburu objek foto.

Ooohhh … Pantesan saja Teteh seneng banget corat coret menggambar di waktu luang, buat komik, juga memotret berbagai objek. Nah seru loh! Teteh tuh asyik banget memadu padan baju, jago merakit lego dan bahagia kalo diajak ke tempat-tempat baru yang indah pemandangannya atau mengunjungi bangunan keren (ha3 … ini mah ibunya juga seneng lah!). Barakallah.

Lego kesukaan Teteh.

Cerita Teteh juga Kaka dan Mas yang suka sekali main lego ada di sini https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/574e44566723bd00048b4575/bermain-lego-meningkatkan-kecerdasan-visual-dan-kreatifitas Lego memang mainan mahal. Ya apalagi jika di ukur dengan isi dompetku tidaklah terlalu tebal he3 … 

Hikmah Ujian

Standar

Barakallah Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi kesayangan ibu.

Setelah hari senin yang menegangkan saat ujian sekolah daring up-down jaringannya. Subhanallah. Hari ini lancar jadi bisa fokus dan selesai tepat waktu. Semangat ya! Alhamdulillah.

Ujian sekolah daring, PAI, Bahasa Indonesia, dan PKN

Sejatinya ujian sekolah dimasa akhir sebuah jenjang pendidikan adalah bagian dari proses belajar itu sendiri. Ujian bukan tujuan. Ujian adalah jalan untuk naik peringkat dan tidak semata dinilai dari deretan angka di lembar ijazah atau buku rapot.

Ujian sekolah daring, Matematika dan IPA
Ujian sekolah daring PAI, PKN, IPS dan Bahasa Inggris

Jika menelusuri jalan panjang 6 tahun sekolah dasar Masya Allah. Teteh berjuang bisa keluar dari zona nyaman sebagai anak bungsu. Saat diawal sekolah, Teteh belum bisa beradaptasi dengan beragam karakter teman-teman sekolah. Jadilah dia sebagai siswi pemalu.

Bersyukur guru-guru yang baik proud for bu guru Yeni Asmaria dan bu guru Sari Nur Rohmah yang mendampingi Teteh di kelas satu . Teteh bisa menjadi anak yang ceria, murah senyum, tegas, dan mampu menjadi leader. Baik di kelas maupun di kegiatan ekstra seperti pramuka dan fieldtrip.

Sempat diskusi panjang dengan bu guru Pujia Ningsih dan bu guru Nurbaitillah karena Teteh nilai akademiknya di atas rata-rata tapi tidak pernah mau diikutkan lomba. Bisa nangis bombay Teteh kalau ditunjuk ikut lomba.

Teteh juga tidak mau masuk kelas akselerasi atau bilingual (saat tes ogah-ogahan … apalagi diwawancaranya oleh psikolog yang dia belum kenal). Alasan Teteh unik juga. ‘Aku tuh bisa bukan buat dibandingin. Bukan buat dilombain. Aku mau bisa karena mau aja. Bukan buat saingan juga’. Hhhmmm … Rada aneh buatku yang seneng banget ikutan lomba. Sedang Kaka dan Mas senengnya juga ikutan lomba. Kalah menang tidak jadi masalah.

Memang Teteh spesial. Dia pernah dipilih jadi tim olimpiade sains dan harus latihan setiap Sabtu. Surat penunjukan langsung dari Kepala Sekolah. Duuuuhhhhh … Teteh nangis tidak mau masuk tim. Dia malah bertanya, ‘Kenapa harus nunjuk aku ? Kan akunya gak mau. Aku maunya Sabtu buat ekskul panahan’.

Ya sudahlah. Akhirnya aku menghadap Kepala Sekolah dan guru pembimbing menyampaikan pesan Teteh. Senang juga akhirnya mereka mau memahami. Pernah juga Teteh ditunjuk ikut lomba mewarnai. Waaaahhhh … drama deh! Sepanjang lomba cemberruuuutttt ha3 …

Kata gurunya, ‘Maaf ya mam … Ternyata Maryam gak happy ikut lomba. Padahal gambarnya bagus-bagus loh!’ He3 … Iya bu guru maafkan ya Teteh bilang menggambar just hobby not for competitions.

Aku terharu dan salut dengan karakter empati dan perhatian Teteh. Dia dengan senang hati membantu menjelaskan pelajaran kepada temannya yang belum paham. Teteh juga senang berbagi makanan atau hadiah kepada teman-temannya. Kadang uang sakunya diberikan sebagian buat temannya yang lupa bawa uang saku.

Teteh senang meminjamkan bukunya juga, Happy jadi dokter kecil sekolah karena bisa menolong temannya yang sakit saat upacara hari Senin. Masih banyak kesan menarik dari Teteh yang kadang unpredictable. Seperti mau jualan jelly, jualan pernik-pernik dari rangkaian manik-manik buatannya sendiri, juga jualan susu kurma karena terinspirasi dari kaka Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi dan mas muhammad hafizh Haidar Hanif yang sempat jualan saat sekolah dan kuliah.

Wisuda SD Islam PB Soedirman tahun 2020 secara online

Anak bungsuku ini memiliki kemauan kuat untuk sesuatu to be future and long lasting. Dia berusaha masuk kelas tahfizh dan dengan kemauannya sendiri. Berusaha menghafal Al Quran. Saat tes pesantren Quran, Teteh juga berusaha semaksimal mungkin untuk lolos murni. Masya Allah.

Pesantren Quran belajar dari rumah
SMP Quran Al Ihsan Jakarta memiliki kurikulum yang fokus kepada Al Quran

Alhamdulillah usaha Teteh membuahkan hasil diterima di dua pesantren Quran sekaligus. Dengan nilai baik dan lolos murni. Sekali lagi … Ujian bukan tujuan. Ujian adalah proses. Kelak disetiap jenjang kehidupan kita akan berhadapan dengan ujian. Maka laluilah ujian dengan penuh kesabaran, semangat, dan tujuan memperoleh keridhaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Barakallah.

Belajar Al-Qur’an Dengan Bahagia

Standar

Bismillah … Pagi cerah bermandi mentari. Menemani Teteh, Maryam Aliyya Al Kindi sejak dini hari hingga nanti jelang malam pesantren dari rumah.

Teteh belajar Al Quran dengan bahagia.

Jadwal pelajaran saat KBM online di SMP Quran Al Ihsan Jakarta. Tempat belajar Al Quran Teteh saat ini.

Barakallah Teteh shalihah. Pesantren dari rumah. Tetap semangat ya!

Selepas subuh mulai ziyadah hafalan baru. Akupun tilawah beberapa ayat dan merasa bersyukur bertemu ayat 261 – 263 dalam surat Al Baqarah : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”

“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun”.

Alhamdulillah … Teteh cantik shalihah belajar di tahun ajaran 2020/2021 seharusnya boarding school namun masih harus bersabar, bersyukur dan bersemangat belajar dari rumah. Nah … jadinya boarding home deh! Ibu kudu siap nambah peran jadi ustadzah. Masya Allah. Paling penting ibu jadi termotivasi belajar Al Quran terus … terus … dan terus …

Belajar Al Quran utama dan belajar pengetahuan lain agar makin mengenal Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Mulia

Mas Menteri pendidikan mencanangkan merdeka belajar. Sejatinya lebih hebat dan luarbiasa adalah bahagia belajar. Sesungguhnya menginfakkan waktu untuk belajar, terutama belajar Al Quran adalah sebaik-baiknya para penuntut ilmu. Pedih, perih, dan sedih saat belajar untuk semakin mencintai Al Quran akan dibalas tunai oleh Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Bijakasana.

Derai airmata sering tumpah, saat Teteh berjumpa ayat yang dirasa sulit dihafal. Subhanallah … Aku memeluknya dan mendoakannya. Sejenak rehat. Mengumpulkan kembali semangat. Senantiasa beristighfar memohon ampun bila ada dosa dan kesalahan hingga akal penat dan lidah sepat. Ya Allah … Hanya kepada-Mu hamba bermohon pertolongan, aamiin.

Bagaimana pengalaman teman-teman mendampingi anak-anak homelearning? Barakallah

Jejak Budaya Kota Cirebon

Standar

Jalan-jalan: Jejak Budaya Kota Cirebon

REPUBLIKA :: SUPLEMEN LEISURE :: 8 Mei 2012, Hal. 10-11

ADA BERAGAM JEJAK BUDAYA YANG MENJADIKAN KOTA CIREBON BEGITU MENARIK

Penulis artikel Leisure Republika

Oleh Dewi Laily Purnamasari – Treveler dari Jakarta

 CARUBAN

Cirebon dijuluki Kota Udang. Asal katanya, `cai rebon’ yang berarti air udang yang kecil-kecil. Cirebon juga berarti caruban atau campuran. Di Cirebon ada campuran orang Sunda, Jawa, Aceh, Arab Gujarat, Cina, dan Melayu. Itu baru sebagian. Masih banyak suku lain di Cirebon.

Pendiri Nagari Caruban yaitu Sunan Gunung Djati atau Syekh Syarif Hidayatullah, ulama penyebar Islam di Jawa pada abad ke-14.

Buku Babad Cerbon Purwaka Caruban Nagari mencatat Sunang Gunung Djati sebagai cucu Gusti Prabu Siliwangi, putra Nyi Mas Rara Santang yang dipersunting sultan dari Mesir. Kerajaan yang didirikan pada 1479 kemudian dinamakan Pakungwati. Setahun setelah mendirikan Pakungwati, Masjid Agung Kasepuhan Sang Cipta Rasa didirikan.

Laksamana Cheng Ho juga pernah datang ke besi, juga guci berukuran besar. I ed: indira rezkisari Cirebon bersama armada Cina. Ia tercatat ikut menyempurnakan pembangunan Pelabuhan Muara Jati. Dibangunnya pula mercusuar dan bengkel perbaikan perahu berukuran besar. Di sekitar Muara Jati, bangunan bagi pemukiman orang asing kemudian berdiri bersamaan dengan berdirinya gudang-gudang dan pasar.

Sunan Gunung Djati kemudian menikah dengan perempuan Cina, Ong Tin. Ong adalah putri Haji Tan Eng Hoat atau Haji Maulana Ifdil Hanafi, pemimpin masyarakat Cina di Pelabuhan Talang yang juga pedagang kaya.

Pembauran dua budaya tersebut terlihat pada bangunan khas Cina di sekitar Pelabuhan Talang, yang kini bernama Pelabuhan Tanjung Mas. Bentuknya, hiasan piring keramik di dinding atau pagar, warna merah dan emas pada ornamen kayu dan besi, juga besi berukuran besar.

-ooOoo-

KELILING KOTA

Ke Cirebon sama dengan harus menyempatkan mampir ke Gua Sunyaragi. Dulu gua ini sangat indah.

Kini, terlihat agak menyeramkan tidak terawat.

Gua ini adalah tempat petilasan. Itu diketahui dari ciri arsitekturnya yang bernilai sejarah dan mengandung pula nilai-nilai spiritual. Pola bangunannya menyerupai awan dan batu karang, motif yang sekarang menjadi ciri khas batik cirebon, yaitu motif mega mendung.

Tempat lain yang juga harus disambangi adalah Gedung Balaikota. Yaitu, bangunan yang didirikan Belanda berhiaskan empat ekor udang yang berwarna keemasan di atapnya.

Bangunan dengan fasade bergaya art deco ini sekarang digunakan sebagai kantor wali kota dan wakil wali kota. Kurang lebih 500 meter ke arah timur terdapat pendopo yang menggunakan gaya arsitektur Jawa, beratap limas dan bahan ornamen kayu. Halamannya luas beralaskan rumput, dihiasi pohon-pohon beringin yang rimbun.

Berkeliling kota dengan becak, menurut saya, menarik dan asyik. Sepanjang jalan dapat dilihat berbagai bangunan dengan gaya arsitektur Barat dan Timur. Karya arsitektur ini seakan menjadi cermin bahwa kebudayaan yang berbeda bisa saling menyapa dengan damai dan menghasilkan keindahan.

-ooOoo-

SEPIRING NASI BHINEKA TUNGGAL IKA

Beraneka ragam lauk-pauk berjajar rapi di meja penjual nasi jamblang. Inilah makanan khas Cirebon, bersanding dengan kuliner populer lainnya, seperti empal gentong dan tahu gejrot.

Nasi jamblang bukan sekadar makanan. Ada filosofi agung yang mengiringinya yang menggambarkan beragam budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat di Tanah Air.

Rasa pedas terwakili sambel goreng yang asli Cirebon. Manis didapat dari tahu kuah kecap. Kemudian, ada rasa gurih dari ikan jambal gorengnya. Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan, sotong goreng yang berlumuran tinta hitamnya.

Sedap nian.

Pilihan lauk nasi jamblang tidak berhenti di situ. Ada kerang pedas, pepes teri, dan ikan jambal asin, mewakili makanan laut. Lalu, tahu, tempe, pepes, telur dadar, hati sapi bumbu kecap, daging bistik, usus ayam, paru goreng, dan otak goreng lapis telur. Deretan lauknya masih panjang lagi. Cara memasaknya berbeda-beda. Ada yang digoreng, ditumis, dipepes, dikuah, dan ditanak.

Nasi jamblang juga sangat unik karena faktor pembungkusnya. Rasanya ini dia satu-satunya nasi yang dibungkus daun jati. Harumnya menarik selera. Sepertinya satu bungkus nasi tidak cukup. Lauknya beragam, tapi tunggal nasinya.

Bersatu dalam sebuah kesedapan rasa. Hmm….

Mau tahu hal unik lainnya? Penjual nasi jamblang tidak pernah membawa kalkulator. Entah bagaimana mereka dapat dengan cepat dan tepat menghitung total harga makanan dalam piring. Mungkin dulu mereka jago matematika di kelasnya. Hehehe…

Kejujuran juga menjadi hal menarik berikutnya dalam sepiring nasi jamblang. Orang yang selesai makan cukup menyebut lauk apa saja yang tadi diambil, setelah semua makanan meluncur mulus lewat mulut dan hinggap di lambung.

Lalu, bagaimana kalau kita lupa? Itulah kehebatan pedagang nasi jamblang. Mereka selalu akan percaya saja pada apa yang disebutkan oleh pembelinya. Pembeli diperbolehkan mengambil sendiri lauk pauknya, kecuali nasi jamblang yang diambilkan penjualnya.

Penjual nasi jamblang yang terkenal terletak di kawasan Gunung Sari, tepat di depan Grage Mall. Namanya Nasi Jamblang Mang Dul. Ada lagi penjaja nasi jamblang yang populer di Pelabuhan Cirebon, persisnya di pintu masuk dekat kelenteng dan di pasar modern seperti Yogya. Beberapa penjual nasi jamblang juga bisa ditemukan keluar-masuk kampung dan gang.

-ooOoo-

NAIK APA?

Ada banyak pilihan untuk menuju Cirebon. Salah satunya kereta. Menurut http://www.kereta-api.co.id, ada banyak kereta yang berang kat setiap harinya dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Cirebon dan sebaliknya.

Cirebon Ekspres menempuh perjalanan selama hampir tiga jam. Tiketnya, eksekutif Rp 95 ribu, bisnis (dewasa) Rp 70 ribu, dan bisnis anakanak Rp 56 ribu. Jika sedang ada promo, tiket kelas eksekutif itu harganya bisa cuma Rp 50 ribu untuk satu orangnya.

Kota Cirebon memiliki beragam hotel yang bersih dan nyaman. Pilihan bisa dijatuhkan ke Hotel Santika Cirebon yang berbintang tiga atau ke Patra Jasa Hotel dan Hotel Bentani yang sama-sama berbintang tiga. Semalam di Santika berkisar Rp 800 ribu per kamarnya.

Hotel Cirebon Plaza yang berbintang dua juga banyak direkomendasikan pelancong. Letaknya yang tepat di depan Grage Mall menjadikan hotel ini sebagai pilihan menginap yang tepat bagi liburan keluarga. I Untuk perjalanan Jakarta-Cirebon dan kembali ke Jakarta dengan kereta eksekutif dan menginap tiga malam di hotel berbintang tiga, kurang lebih membutuhkan biaya Rp 3,5 juta bagi keluarga dengan dua anak. Biaya itu belum mencakup sewa mobil selama di Cirebon, makan, serta belanja. Redaksi Leisure menerima kiriman tulisan jalan-jalan dari pembaca.

-ooOoo-

CERMIN KEBUDAYAAN CIREBON

“Pulchrum splendor est veritas” (Keindahan adalah pancaran kebenaran)

Nasihat itu keluar dari mulut ahli pikir Thomas asal Aquinas. Sebagai arsitek, saya memahaminya sebagai berbahasa dengan ruang dan gatra. Dengan garis dan bidang, juga dengan materi dan suasana. Maka, sewajarnya arsitek berselaras dengan budaya. Memiliki nurani dan tanggung jawab.

Arsitektur adalah perpaduan keindahan, perilaku, kesejarahan, mitos, dan fantasi untuk mencapai lingkungan ideal. Tidak pantas manusia membangun asal-asalan, sekadar bisa berdiri, dan dipakai. Harus ada dimensi lebih dari asal berguna. Ada semacam nurani untuk membangun dengan lebih berbudaya.

Karena itu, saya memilih meninggalkan mobil di penginapan. Yuk, berjalan kaki, bersepeda, atau naik becak menyusuri kota. Hiruplah napas kehidupan di setiap karya arsitektur kota ini. Rasakan semacam aroma. Jiwai. Sebuah aroma kekuatan bahwa bangunan dapat menjadi cermin.

Cirebon kaya dengan cermin nilai-nilai budaya masyarakat. Keraton Kasepuhan dan Kanoman, Taman Air Sunyaragi, Masjid Merah Panjunan, Masjid Agung Kasepuhan, klenteng, gereja, pelabuhan, Stasiun Kereta Api Kejaksan, balai kota, taman kota dan alun-alun, kantor, sekolah, pertokoan, gudang, jalan, jembatan, bahkan penjara, benteng, dan kuburan. Semuanya cermin perjalanan panjang sejarah dan budaya Cirebon. Serap pula realitas kehidupan masyarakatnya.

Cermin itu harus selalu dibersihkan agar menjadi bening. Jika berdebu akan tampak buram segala yang dipantulkannya. Sadari kalau sebuah kota dapat menjadi cermin budaya dan nilai masyarakatnya.

Artikel ini telah diterbitkan Republika Leisure.
Arsitektur kota adalah cermin budaya kota.
Keraton Kasepuhan Cirebon.
Material batu bata merah mendominasi gerbang atau gapura di keraton yang berkaitan erat dengan pengembangan agama Islam di tanah Jawa. Sunan Gunung Jati salah satu Wali Songo berdakwah mulai dari Cirebon.
Gerbang Masjid Keraton ‘Sang Cipta Rasa’ juga menggunakan material batu bata merah. Terdapat hiasan kaligrafi di lengkungan atas.
Berlayar di pesisir laut Kota Cirebon.
Nasi jamblang kuliner khas Kota Cirebon.
Stasiun Kejaksan Kota Cirebon dibangun tahun 1911. Bergaya arsitektur kolonial.
Arsitektur kolonial mendominasi gedung Balaikota Cirebon. Namun tetap ada ciri khasnya yaitu ornamen udang di fasade gedung.
Penulis menunaikan shalat Ied saat hari raya Idul Fitri di Masjid Agung At Taqwa Kota Cirebon.

Menghadapi Covid-19 Tidak Cukup 3M Tapi Harus 5M

Standar

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun …Begitulah tuntunan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah, agar kita mengucapkannya bila mendapatkan musibah atau kemalangan.

Teteh di depan Kantor Pemprov DKI Jakarta, sebelum wabah pandemi Covid-19

Ajal sudah ditentukan tak ada yang bisa menghindar. Siapapun dia. Dan sebab apapun itu sudah menjadi takdir setiap manusia. Semua makhluk yang bernyawa akan merasakan mati.

Demikian juga dengan sakit. Siapa saja yang ditetapkan untuk sakit, maka akan terjadi ketetapan itu. Namun harus selalau ingat! Tugas kita adalah menjaga kesehatan, kebersihan, dan perilaku sesuai dengan syariat. Tidak boleh menafikan ikhtiar. Serta wajib hukumnya mencegah kemudharatan.

Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Strategi tes, lacak, dan isolasi terus digencarkan untuk temukan sebanyaknya kasus positif, sehingga dapat diisolasi, disembuhkan agar mencegah penyebaran virus. 

Bismillah … Memakai masker dilapis niqab saat tracking di Tahura Dago. Harus 5M loh!

Dalam situasi kekinian … Kasus tertularnya seseorang oleh virus Covid-19 harus kita sikapi dengan bijaksana. A Agym mengatakan terkena Covid-19 bukanlah suatu aib. Kita patut prihatin dan terus berusaha mencari penangkalnya. Fasilitas kesehatan juga diupayakan ditingkatkan oleh pemerintah. Nah … Tugas kita sebagai masyarakat apa saja ? Sebagai hamba Allah yang beriman apa saja yang harus dilakukan ?


Lalu, M kedua adalah memperbanyak dan istiqamah berdoa. Senantiasa memohon pertolongan serta perlindungan hanya kepada Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pemurah. Tingkatkan kualitas ibadah. Bukan saja ibadah wajib. Tapi ibadah sunnah maupun ibadah sosial seperti menolong sesama juga perlu ditingkatkan kuantitasnya. Keshalihan sosial menjadi ciri dari hamba-Nya yang beriman. 

Dan untuk 3M selanjutnya lakukan apa yang telah pemerintah tetapkan. Memakai masker. Mencuci tangan dengan sabun. Menjaga jarak. Selalu waspada dan tidak lengah. Terutama bila mengalami gejala yang mengarah kepada terpaparnya Covid-19. Segera kontak layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

Mari tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai Covid-19.  Penerapan 3M saja belum cukup … kita harus 5M. Mengapa dalam menghadapi wabah pandemi covid-19 perlu 5M ?!

Apa itu M pertama ? M adalah menerima bahwa semua kejadian pasti sudah ditentukan di lauh mahfuzh oleh Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Iman kita diuji apakah mau menerima qadha dan qadar ini.

Lalu, M kedua memperbanyak dan istiqamah berdoa memohon pertolongan serta perlindungan hanya kepada Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pemurah. Tingkatkan kualitas ibadah baik ibadah wajib, sunnah maupun ibadah sosial seperti menolong sesama.

Dan untuk 3M sesuai yang telah pemerintah tetapkan, waspada dan tidak lengah.

Berikhtiar menjaga 5M kumpul keluarga kecil ber-5 saja. Barakallah.
Melatih anak untuk selalu 5M, Insya Allah.

Namun … sekali lagi, kembali kepada M pertama! Bila kita diberi kesehatan atau tidak tertular covid-19 bersyukurlah. Jikalau Allah menguji kita dengan tertular covid-19 maka bersabarlah. Keduanya adalah baik untuk kita dan pasti mengandung hikmah yang besar. Itulah keberuntungan orang beriman.