Resep Masakan Andalan Anakku

Standar

Aku merasa terintimidasi ketika komunitas MGN mengumumkan Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Mei 2021. Tema artikelnya tentang resep masakan andalan. Waaaahhh … Tantangan yang mengerikan buatku, sepertinya harus berguru kepada anggota komunitas Mamah Gajah Memasak.

Ternyata … oh … ternyata, di WAG malah muncul para mamah yang punya gaya memasak sepertiku. Ada yang cukup dengan cemplang-cemplung tanpa resep ala Teh Hani. Juga Teh Risna punya resep andalan pesan GoFood, iiihhh ini resep aku juga saat saat mendadak banyak kerjaan, riweuh dan waktu makan siang sudah datang. Ayo Teteh sayang, kita pesen GoFood aja! Aku jadi merasa punya teman seperjuangan dengan Teh Meita yang ngeri juga dengan tantangan kali ini.

Sssttt … Ini rahasia ya! Walau di sisi terdalam hati terintimidasi, namun belahan otak tengah malah muncul letupan gairah. Ha … ha .. ha … Aaaahhh … Sungguh ini tantangan yang menggairahkan, di pagi Ahad awal bulan Mei. Hayu semangat mainkan jemari di atas keyboard laptop. Mumpung hari ini tak ada jadwal memasak, karena mau berbuka puasa di masjid At Tin sekaligus i’tikaf. Panitia DKM menyediakan menu nasi kotak cukup dengan membayar Rp. 30.000,- untuk buka dan sahur.

Aku mau cerita resep ayam kampung ungkep made in anakku sulung, Kaka. Loh! Kenapa bukan resep aku sendiri? Duuuhhh … Aku masak telor rebus saja pernah gosong sepanci-pancinya, hiiikssss. Jadi mending promoin si bujang ganteng yang sudah sudah jadi sarjana dari Unpad dan sebentar lagi jadi mahasiswa S2 SBM ITB.

Ayam kampung umbaran ungkep produksi Kaka.
Kaka hobi masak sejak kecil. Tersalurkan dengan buka usaha sendiri sejak masih kuliah.

Aduuuhh … Maaf malah cerita Kaka. Tapi ini memang amazing, unpredictable secara Aku tak hobi masak malah tiga anakku senang ngulik resep dan dipraktekkan. Kaka punya kenalan peternak lokal ayam kampung umbaran (sempat dulu punya kandang sendiri waktu masih kuliah dan tinggal di rumah Jatinangor). Selain mendapatkan ayam segar, Kaka juga berupaya mengembangkan jejaring sosial (sociopreneurship) dengan mereka.

Mamah-mamah gajah mangga membayangkan seorang pemuda blusukan di pasar tradisional. Tanpa risih menenteng bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, jeruk limau, lengkuas, tomat, salam, sereh, jahe, kunyit, daun jeruk, garam, penyedap rasa, gula, dan minyak goreng. Ternyata itu berkah jaman baheula Kaka sering diajak pengasuhnya belanja ke pasar. Kebetulan rumahku dekat pasar Kramatjati bisa berjalan kaki saking dekatnya.

Kocak juga sih, waktu Kaka diwawancara kenapa suka masak? Dia bilang, ‘Itu bagian dari cara bertahan hidup karena Ibu tidak pandai memasak.” Saat SMP, Kaka diganjar nilai 100 oleh guru Tata Boga. Nah … Aku sempat berjumpa Bu Guru yang jago masak ini. Dia memberi pujian, “Pasti Bundanya jago masak nih … Anaknya cekatan, pegang pisaunya ahli, masakannya rasanya mantap, dan garnish makanannya cantik.” Aku hanya bisa tersenyum malu dong! Eeehhh … Kaka nyeletuk gini, “Ibu gak bisa masak, makanya Aku belajar masak biar gak kelaparan.” Bu Gurunya bengong, atas pernyataan lugas Kaka.

Bumbu asli Indonesia kaya akan rempah.

Bumbu-bumbu itupun dibersihkan dan diblender. Takarannya sesuai jumlah ayam yang akan diungkep.

Penampakan bumbu ayam ungkep ala master chef Kaka.
Sambel buatan Kaka sebagai pasangan serasi ayam ungkep.

Seumur-umur nih Aku belum pernah masak ayam ungkep. Jadi kalau Mamah-mamah selesai membaca artikel ini dan tetiba penasaran pingin masak ayam ungkep dan kepo gimana triknya agar ayam terasa empuk, bumbu meresap, wangi daun jeruk, dan gurih rasanya, maka monggo dipersilakan japri saja Kaka. Butuh nomor WhatsApp Kaka, bolehlah japri ibunya.

Senangnya hatiku bisa titip Kaka untuk kirim ayam ungkep ke Jakarta. Tinggal di sreng 5 menit, jadi deh! Praktis.

Mumpung masih bulan Ramadhan, Aku mau berbagi menu sehat agar tubuh tetap bugar selama berpuasa. Berat badan ideal itu menjadi idaman banyak orang. Selama puasa di bulan Ramadhan, ada sebagian orang malah geser ke kanan timbangannya. Di tambah nanti saat lebaran dengan aneka kue dan sajian nikmat lainnya. Sepertinya sih menu ini juga akan aku sajikan saat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Biasanya lebaran di Cirebon dan Solo mengandalkan masakan rumah Mamah dan Ibu he3 …

Menu favoritku rebus pete dan sayuran, bisa dipadukan dengan ayam kampung rasa Kalasan.
Masak santai ayam goreng lengkuas lengkap dengan sambalnya.

Kali ini Aku memasak ayam kampung rasa Kalasan dan ayam goreng lengkuas. Kaka sekarang jadi reseller juga ayam kampung 4 rasa asli Indonesia, ada rasa Betutu, Kalasan, Woku, dan goreng lengkuas. Betutu makanan khas Bali dengan cita rasa pedas dengan kuah kental. Bagi penyuka manis ala masakan Jawa, cocok nih rasa Kalasan berpadu sambal cocol. Sedangkan Woku sensasi segar dan gurih akan lebih terasa saat ditambahkan daun kemangi dan irisan tomat segar. Ayam goreng lengkuas pastilah disuka semua orang, sehat dan bergizi serta mudah cara memasaknya.

Panaskan saja minyak lalu masukkan ayam kalasan atau ayam goreng lengkuas. Sreeeengggg … Cukup 5 menit, angkat dan sajikan. Pas untuk Ibu sepertiku yang butuh kemudahan dalam memasak, tapi tetap sehat dan bergizi. Sedangkan ayam Betutu dan Woku bisa dikukus selama 15 menit.

Jualan Kaka di IR Store.

Sekarang giliran cerita Teteh ya … Anakku bungsu juga suka main di dapur. Sesekali bantu Ibu memasak. Keren juga hasil masakannya modifikasi dari ayam ungkep yang dikirim Kaka. Mudah saja kok! Teteh membeli bumbu instan rendang dan santan. Bumbu ditumis dengan 3 sendok makan minyak, bila sudah harum tambahkan air sedikit. Lalu masukkan ayam yang sudah diungkep. Beri air secukupnya hingga terendam. Masak 10 menit tambahkan santan, tunggu 5 menit sambil diaduk agar merata terkena bumbu. Matikan kompor. Siap disajikan rendang ayam ala Teteh.

Teteh sudah terampil memasak.
Rendang ayam kampung ala koki cilik Teteh.

Kentang goreng dan capcay ini karya Teteh. Sayuran jadi menu andalan keluargaku. Wortel, brokoli, buncis, kacang panjang, labu siam, toge, kangkung, jamur tiram, jamur merang, salada, mentimun, tomat, sawi putih dan hijau, pokcay, kembang kol, bit, terong, dan bayam menjadi favorit karena mudah diolah, bisa tumis, sayur bening, dikukus, bahkan dimakan mentah. Salad sayuran juga mudah membuatnya. Potong-potong saja sayuran kesukaan lalu beri toping minyak zaitun, perasan jeruk lemon, taburan keju atau mayo bila suka.

Salad buah juga mudah mengolahnya. Siapkan saja apel, pepaya, semangka, melon, kiwi, mangga, strawberry, nanas, anggur, dan buah lain sesuai selera. Tambahkan yogurt dan madu. Atau jus buah alpukat dan jambu merah. Smooties pisang dicampur buah lain juga praktis untuk sarapan.

Mas anakku yang masih kuliah di ITB juga senang memasak. Biasanya kalau berlibur di rumah, menu andalan Mas itu seperti spaghetti bolognes atau fettucini carbonara. Kadang membuat makaroni skotel atau cheese cake.

Kangen kumpul begini saat liburan. Kaka dan Mas asyik main di dapur berkreasi membuat masakan untuk Ibu. So sweet banget kan?

Hari spesial buat keluargaku saat Kaka dan Mas pulang ke rumah Jakarta. Mereka tinggal di Bandung di tempat yang berbeda. Mas kos di Cisitu Lama dan Kaka di Jatihandap. Jarang ketemuan juga walau satu kota. Kangenku kadang membuncah, namun apa daya. Masa wabah pandemi Covid-19 ini harus banyak bersabar tak bisa jumpa mereka.

Di tangan Kaka dan Mas bisa menjadi aneka rupa masakan. Jaman cilik mereka suka bantu buat sarapan dan bekal sekolah. Telur dadar atau nama kerennya ‘omelete’. Telur dikocok bersama bumbu, irisan daun bawang, juga bawang merah dan bawang putih. Kadang diberi parutan wortel dan tomat cincang agar lebih sehat dan tampak cantik berwarna orange kombinasi hijau. Bila terburu-buru biasanya Kaka dan Mas masak telur ceplok. Tinggal ‘plok’ telur di atas kuali anti lengket dengan sedikit minyak. Praktis bukan ?

Telur rebus. Iiiihhhh … Ini paling mudah. Tinggal cemplung sekitar 10 menit diair mendidih. Setelah matang bisa dinikmati dengan cocolan kecap. Bisa jadi teman sarapan roti oles mentega plus keju slice. Telur orak-arik buatan mereka enak banget karena ditambahkan beragam toping juga seperti irisan jamur dan daging cincang atau potongan udang dan sosis. Bumbunya cukup garam, lada, dan sedikit kaldu bubuk. Semakin gurih bila ditaburi keju parut. Waaahhh … Itu sih pastinya maakkknyuusss dan bikin sarapan jadi tambah semangat.

Senangnya hatiku dikaruniai tiga anak yang hobi main di dapur. Mereka bisa berkreasi dan terampil memasak melebihi Ibunya. Alhamdulillah … Ibunya senang menuliskan pengalaman ini di blog, bersyukur artikelku tentang makanan berasal dari ayam dan telur bisa memenangkan juara 3 di Kompasiana.

Terimakasih buat MGN yang telah membuat tantangan keren di bulan ini  https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-mei-resep-masakan-andalan/

10 responses »

  1. Maasya Allah, Tetehh … meuni bahagia ya punya anak-anak pinter masak semua. Jadi si Kaka punya bisnis ayam ungkep gitu ya? Trs kalo ayam yg Teteh jadi reseller, itu buatan produsen lain?

  2. oyaa aku mau ngasih masukan yaaa teh, maafkaaan.. hihi.. aku bacanya di laptop tapi menurutku poto2nya nampak terlalu besar, jadi ngegantung pas lagi scrolling baca tulisannya, mungkin bs dibikin lebih kecil teh, nuhuun yaa tehhh! keep writing, teteh panutan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s