Monthly Archives: Juni 2021

Hari Peduli Sampah Tahun 2021

Standar

Tantangan terakhir di bulan Juni 2021 dengan tema Peduli Sampah, Raih Berkah ternyata sejalan dengan tema Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari 2019 sejak tahun 2006. Motivasi utama adanya HPSN agar masyarakat dan pemerintah semakin baik dalam pengelolaan sampah.

HPSN kali ini mengusung tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”, Pemprov DKI Jakarta ingin mempertegas komitmen mendorong sektor pengelolaan sampah menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Serta mewujudkan salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui pelaksanaan ekonomi sirkular dan  sampah sebagai sumber energi. Sebagaimana amanat Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga (RW).

Aku coba berbagi kisah komunitas yang berhasil menjadikan sampah sebagai berkah terutama membantu peningkatan kesejahteraan keluarga dari sisi ekonomi.

Bank Sampah Berkah

Pada bulan Juni 2019 berdiri Bank Sampah Berkah di Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Total 77 orang tercatat menjadi nasabah bank sampah tersebut. Lurah Tugu Selatan, Sukarmin menjelaskan, bank sampah ini memanfaatkan sebagian lahan kelurahan sebagai tempat memilah, membersihkan dan menampung sampah.

Pembentukan bank sampah sebagai jawaban dari rasa prihatin akibat banyaknya sampah plastik yang menggangu fungsi saluran, Selain untuk mengurangi volume sampah, bank sampah bisa memberikan kontribusi ekonomis bagi warga sebagai program pemberdayaan. Sampah plastik perkilo dihargai Rp. 2.000,-.

PKK Kelurahan Pisangan

Program daur ulang sampah menjadi karya yang bermanfaat, indah, dan berkualitas, telah menjadikan team PKK Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten mendapat penghargaan dari pemerintah daerah setempat.

Ketua PKK, Yana Rosiana mengatakan, sebagian hasil karya kerajinan adalah buatan anggota lanjut usia (lansia). Program pengelolaan lingkungan dan sampah dapat dimulai dari hal-hal kecil saja dahulu, di lingkungan yang kecil juga tidak apa-apa. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Topi, tas, peralatan dapur, bunga meja, bros, karya para lansia. Sumber tajuklombok.com

Produk hasil karya para lansia Kelurahan Pisangan ini sudah dijual secara online. Uangnya kami kumpul-kumpul untuk digunakan nanti saat acara ulang tahun paguyuban kami para lansia. Hebat!

Bank Sampah Sakura

Lurah Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Supriyadi mengatakan Bank Sampah Sakura dikelola  oleh PKK bekerjasama dengan Karang Taruna. Bank Sampah Sakura milik Kelurahan Pulau Untung Jawa berpotensi untuk meningkatkan roda ekonomi warga setempat.

Setiap minggu ada sekitar 2 kwintal sampah plastik. Setelah dipilah sisanya dijual dan menghasilkan sekitar Rp. 500 ribu setiap minggunya. Bank sampah dikelola oleh 20 anggota. Setiap anggota memiliki buku saku tabungan seiring semakin rutinnya penghasilan dari bank sampah. Waaahhh … Berkah dengan peduli sampah terbukti di Bank Sampah Sakura.

Komunitas Warga Rawajati Pancoran

Bank Sampah yang didirikan oleh warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan berfungsi mendaur ulang sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Warga Rawajati memanfaatkan sampah untuk diolah kembali dan menjadi uang. Rezeki ternyata bisa datang dari lingkungan yang bersih.

Kerajinan tangan dari kertas koran. Sumber newsdetik.com

Warga memiliki keterampilan mengubah sampah tersebut menjadi barang berguna. Sampah lain seperti kertas koran juga mampu diolah menjadi perabotan yang indah. Selain sampah anorganik seperti kertas, plastik, dan karton, sampah organik juga dikumpulkan di Bank Sampah. Lalu sampah-sampah organik dijadikan pupuk kompos dan dijual kembali.

Berkaca pada keberhasilan komunitas dalam mengelola sampah, aku menjadi malu pada diri sendiri. Mengapa? Karena belum bisa menjadi bagian aktif dari semangat peduli sampah. Peran dan kontribusiku masih sedikit sekali. Sudah berusaha memilah sampah di rumah, tapi di bak penampungan komplek masih dicampur lagi.

Bersyukur Teteh senang membuat karya dari barang bekas. Beberapa hasilnya seperti lukisan dikardus bekas, vas bunga dari botol bekas, kulit telur menjadi kolase di atas kanvas. Ada bekas CD dilukis dan ditempel menjadi hiasan dinding, juga bebatuan serta kayu kering menjadi hiasan air terjun.

Hasil karya Teteh dari barang bekas.

Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Indonesia Yang Mempesona

Standar

Wisata di Indonesia Saja. Wonderful Indonesia.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk memulihkan pariwisata Indonesia. Di masa wabah pandemi Covid-19 ini, pemerintah ingin menjadikan wisatawan domestik sebagai tulang punggung pemulihan pariwisata

Kawasan wisata Danau Toba spot Geosite Huta Ginjang yang eksotik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fadf4752da237038a0551d2/geosite-huta-ginjang-spot-istimewa-di-danau-toba

Begitulah Menteri Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno menggaungkan kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi yang telah melanda dunia hampir satu tahun lebih. Pilihan rekreasi alam adalah salah satu yang menjadi fokus dari pemerintah Indonesia, baik tingkat pusar, provinsi, maupun kota/kabupaten.

Kebutuhan akan Rekreasi Masyarakat Perkotaan

Dewasa ini kegiatan rekreasi alam telah menjadi kebutuhan bagi manusia, terutama masyarakat yang hidup di kota-kota besar. Mereka adalah masyarakat yang kompleks dan membutuhkan peralihan suasana. Kondisi di atas membutuhkan tempat dan sarana rekreasi yang ideal, yaitu rekreasi yang dapat dinikmati secara fisik, sosial, dan emosional.

Tracking di Bukit Bintang Bandung menuju patahan Lembang. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5f5c4523097f3677ad1d8ed2/menjelajah-bukit-bintang-aktivitas-seru-bersama-pasangan

Indonesia merupakan sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Negeri ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Kekayaan tersebut harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang. Ancaman kerusakan yang mungkin terjadi terhadap keanekaragaman ini umumnya berasal dari manusia, maka dari itu dibuatlah tempat konservasi bernama Taman Wisata Alam (TWA).

Taman Wisata Alam (TWA) dibuat untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Pengelola wilayah konservasi ini membuat tempat rekreasi dan pariwisata, sehingga pengunjung dapat merasakan keindahan alam di dalamnya.

Gunung Bromo yang eksotik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5aacf3f2dd0fa8525658cc02/bromo-wisata-alam-penuh-sensasi

Aktifitas rekreasi alam kegiatan utamanya adalah menikmati alam, dimana unsur rekreasi juga tetap dipertahakankan. Sebagaimana definisi rekreasi yang menurut asal katanya mempunyai arti mengembalikan daya cipta (re berarti mengembalikan dan create berari daya cipta). Menurut kamus WJS Purwadarminta, rekreasi berarti bersukaria, bersenang-senang, mencipta lagi.

Menapak jejak letusan gunung Merapi Jawa Tengah. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/54f4530b745513902b6c8934/misteri-batu-aliens-petualangan-di-kaki-merapi

Recreation is enjoyment. All types of physical and mental activitties which can satisfy our feeling. We relax and feel content, mind at rest, and we enjoy ourselves, we have fun‘.

Pulau Komodo destinasi unik yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/56e91820c823bd59107c5e7c/indahnya-pulau-komodo-dan-pantai-pink

Rekreasi merupakan aktifitas yang membentuk dan meningkatkan kembalai daya karya serta cipta manusia yang dilakukan dengan jalan mencari suasana yang berbeda sehingga dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan (Willian Wayne, Recreation Place, Reinhold, New York 1959).

Menyelusuri jalan setapak di Taman Hutan Raya Dago Bandung. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5f7925b6d541df1d287ece72/eksotika-tahura-dago

Fungsi rekreasi antara lain :

1. Perkembangan intelegensia dan menganl pribadi

2. Mempertinggi imajinasi

3. Menimbulkan sifat ingin tahu dan jiwa petualang

4. Pendidikan mental

5. Mempertinggi keterampilan, menambah pengetahuan, dan menambah hal-hal baru dalam kehidupan.

Pulau Belitung dengan kekayaan alam laut yang mempesona. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5994526fda56da559978e2e2/cantiknya-belitung

Rekreasi alam merupakan jenis kegiatan rekreasi yang memanfaatkan alam (danau, gunung, pantai, hutan, dan sebagainya) sebagai atraksi utama kegiatan rekreasi. Clare A. Gunn (1988) mengemukakan bahwa jenis atraksi rekreasi merupakan faktor utama yang menarik pengunjung, mengunjungi kawasan,  rekreasi, maka jenis atraksi yang ditampilkan dalam kawasan harus mampu menarik pengunjung.

Keindahan pantai di Pulau We sangat mengesankan. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5f9b5907d541df50ee4a3f12/kilometer-0-indonesia-destinasi-terunik-versi-api-2019

Brockman (1982) menyatakan bahwa kegiatan rekreasi alam terbuka merupakan bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Dalam hal ini, manusia memberikan tekanan terhadap lingkungan yang dapat mengakibatkan rusaknya lingkungan tersebut. Kerusakan ini dapat mengakibatkan turunnya daya tarik kawasan rekreasi sebagai daerah tujuan rekreasi, maka pengembangan kawasan rekreasi di samping berupaya menyediakan sarana dan prasarana untuk digunakan dalam kegiatan rekreasi harus juga mengedepankan pelestarian / konversi alam.

Menyelusuri Kali Oya dan Gua Pindul Yogyakarta seru sekali. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/552963e9f17e6168698b4599/goa-pindul-dan-kali-oya-lokasi-wisata-asyik-di-gunung-kidul-yogyakarta

Alam telah menyediakan dirinya untuk dinikmati. Tapi jangan sampai dirusak. Kita harus memelihara dan melestarikan dengan kesadaran akan warisan ini untuk anak cucu kelak di masa yang akan datang.

Eco Architecture’ Tren Perancangan Ideal Masa Depan

Sense of place yang diciptakan oleh karya manusia berupa arsitektur seharusnya mencerminkan keindahan, perilaku, kesejarahan, mitos, dan fantasi, untuk mencapai lingkungan ideal. Lingkungan buatan yang lebih memperhatikan keberadaan simbol untuk merasai kebesaran alam, keterkaitan antara manusia, bangunan, dan alamnya, karena ada unsur memori dan respon tubuh dalam bangunan / lingkungan buatan.

menikmati sejuknya udara pegunungan di Tawangmangu. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/55187693813311a9689deb2b/wisata-asyik-seputar-solo

Fasilitas penginapan dibangun di daerah wisata alam harus memperhatikan tata guna lahan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Selain memperhatikan kontur dan vegetasi pada lahan tersebut, seharusnya bangunan didesain untuk mengadaptasi unsur-unsur alam, seperti batu alam, kayu, dan bambu. Serta memanfaatkan cahaya matahari, udara alami dan pepohonan agar hemat energi.

Bali Ndeso adalah salah satu destinasi wisata di kaki gunung Lawu yang mengusung desain ramah lingkungan. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/600fc573d541df4fcc003f72/bali-ndeso-nan-unik-di-kaki-gunung-lawu

Dari gurunya Sullivan, dan sejalan dengan teori evolusinya Darwin, Wright mewarisi suatu kerinduan akan yang organik, yang menyatukan bentuk dan fungsi. analog dengan fenomena alam. Konsekuensinya, alam organik akan merepresentasikan gaya itu. Alam telah menyediakan pelajaran-pelajaran yang menunjukkan bagaimana suatu bangunan dapat bertumbuh secara harmonis dengan lingkungannya; suatu harmoni bentuk yang juga bersumber pada fungsi-fungsi batin. (Frank Lloyd Wrigh, In the Cause of Architecture, 1908 dan 1914).

Pantai Baron Yogyakarta yang indah. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fbb8bc744b57802711dd472/pantai-baron-nan-eksotik

Manusia ber-satu-alam dan ber-satu-hukum dengan dunia semesta fisik di sekelilingnya, tetapi sekaligus mengatasi flora, fauna dan alam materi belaka. Hakikat dan tugas budaya arsitektur pun disitulah, bagaimana ber-satu-hukum dengan alam semesta,s ekaligus mengatasinya : artinya berbudaya, bermakna. (YB Mangunwijaya, Wastu Citra, Gramedia, Jakarta, 1992).

Desa Wisata di sekitar Candi Borobudur terus dikembangkan sebagai pendukung dari destinasi utama wisata. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fcb6bf7d541df594e50a412/misteri-gunadharma-arsitek-borobudur

Pengembangan Desa Wisata yang merupakan bagian dari pada pilar terpenting dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Tentu Desa Wisata sudah selayaknya dibangun dengan mengedepankan rasa ramah lingkungan. Tepat sekali bila mengambil tren ‘Eco Architecture‘ dalam rancang bangunnya.

Kemping menikmati alam adalah salah satu pilihan rekreasi yang ramah lingkungan. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5a5b0280dd0fa80919512432/kemping-di-situ-patenggang-ciwidey

“Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan,” kata Sandiaga Uno.

Hotel Tiara Bunga Balige memanfaatkan view alam Danau Toba yang menakjubkan. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5b87c8ddc112fe794541fcd6/terdampar-dalam-indahnya-danau-toba

Tanda Cinta Tanah Air Indonesia

Sebagai perempuan, kata cinta dan mencintai sangatlah nyaman terdengar dan menyentuh hati sanubari. Cinta dan mencintai bagian dari nurani keperempuanku, Dewi Laily Purnamasari. Mencintai ketiga anakku adalah amanah mulia dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia. Mencintai suami adalah bukti rasa hormat kepada pilihan pendamping hidup dari Allah Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana.

Mencintai orangtua adalah  bakti tiada berujung perintah dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebagai bagian dari semangat Aksi untuk Indonesia, maka  mencintai Indonesia adalah ungkapan rasa syukur atas anugerah sebuah negeri indah dari Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

Mencintai Indonesia itu sederhana. Ya … Benar! Dua cara sederhana yang aku coba lakukan sebagai tanda cintaku kepada tanah airku Indonesia … Negeri elok amatku cinta … Tanah tumpah darahku yang mulia … Pertama Menjelajah Alam Negeri Sendiri Aku dan keluarga lebih memilih wisata dalam negeri sebagai tanda syukur atas karunia keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Gunung, lembah, sungai, pantai, laut, pulau, kota dan desa di Indonesia sungguh kaya ragam bentang alam dan budaya unik yang menarik.

Alhamdulillah beberapa destinasi yang pernah kami kunjungi adalah danau Toba di Sumatra Utara, sungai Batanghari di Jambi, gunung Merapi di Jawa Tengah, pulau Sempu di Jawa Timur, pantai Kuta di Bali, pulau Gili Trawangan di Lombok, sungai Mahakam di Samarinda, gunung Bromo di Jawa Timur, pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, pantai Losari di Sulawesi Selatan, laut Bunaken di Sulawesi Utara, pulau Karimunjawa di Jawa Tengah, gunung Kerinci di Lombok.

Tak ketinggalan mengunjungi juga Kaliurang di Yogyakarta, Sarangan di Magetan, Baturaden di Purwokerto, Linggarjati di Kuningan, Brastagi di Medan, Tawangmangu di Karanganyar, Ciater di Subang, Kebun Raya Bogor dan Cibodas. Inilah sebagian pengalamanku sebagai tandamata betapa eloknya zamrud katulistiwa. 

Kisahku Bersama Hujan

Standar
Hujan menemaniku menikmati satu sore yang dingin di kampus ITB.

Sore ini hujan turun mengiringi tarian jemariku di atas keyboard laptop. Merangkai kata untuk tantangan MAGATA dengan tema air, air, air. Ditemani nyanyian merdu tetes hujan, kenangan indah bersama tetesan bening, dingin, dan segar pun muncul kembali. Dulu, berbasah kuyup, riang gembira, berlarian diderasnya hujan. Kini, hujan ingin ku nikmati dengan cara menuliskan kisah masa kecil hingga berjodoh dengan kating yang juga suka hujan.

Waktuku kecil, begitu hujan turun aku lari keluar rumah. Mamah kadang heboh mencegah, tapi akhirnya hanya bisa berkata, ‘Teh … Hati-hati!’ Aku tertawa riang berlarian bermandi butiran dingin menyegarkan. Heran deh! Walau jemari sudah keriput tanda kedinginan, masih saja asyik bermain. Biasanya kalau sudah mengigil barulah kembali ke rumah.

Hujan bukan halangan, bahkan hujan identik dengan kesenangan. Berbasah kuyup tak dilarang. Berlarian berkeliling bersama teman-teman dari gang kecil satu ke gang kecil lainnya, lalu berkumpul di sudut jalan. Di bawah talang dan teritis atap rumah kami tertawa riang.

Sesekali permainan diisi pertengkaran. Namanya juga anak-anak. Kami rebutan bunga dan daun kembang sepatu dari kebun tetangga. Mau tahu untuk apa? Bila ditumbuk sampai halus akan mengeluarkan cairan kental seperti jelly. Kami menyulapnya menjadi minyak goreng untuk bermain masak-masakan. Tanah liat jadi bumbu kacang dan beragam dedaunan jadi gado-gado.

Bosan satu permainan, kami berganti permainan lain. Masih dalam guyuran hujan yang telah menggigilkan tubuh. Supaya lebih hangat sekali lagi kami berlarian mencari tempat sembunyi. Yup! Petak umpet sambil bermain hujan. Seru sekali, syaratnya tak boleh sembunyi di tempat yang tak terkena air hujan.

Jangan main hujan! Nanti masuk angin. Sering kan dengar kalimat itu. Bermain hujan kok masuk angin. Kenapa bukan masuk hujan? Ha3 … Aya-aya wae . Awas nanti pening dan demam loh! Duuuhhh … Aku lebih sering pening kalau ketiga adikku yang bawel minta diajari matematika atau lebih pening lagi minta dibuatkan gambar. Lah … Itukan tugas mereka. Kenapa aku yang harus kerjakan? Tapi, Mamahku bilang itu tugas anak pertama, Teteh harus mau jadi mentor adik-adiknya. Bukan pening karena hujan-hujanan. Oya … Aku sakit demam seiring penyakit cacar air. Jadi tak ada demam dan pening karena main hujan-hujanan. Alhamdulillah …

Saat pertama turun hujan … Wangi tanah dan dedaunan tersiram air dari langit menyeruak dari jendela dan pintu yang sengaja ku buka lebar-lebar.  Aku meyakini salah satu waktu terbaik dikabulkannya doa-doa saat turun hujan. Setiap tetes ada malaikat turun menyertai. Rahmat-Nya dicurahkan kepada hamba-Nya yang bermohon, “Ya Allah Yang Maha Baik lagi Maha Mulia, berikanlah kami kesehatan, keselamatan, dan terhindar dari segala marabahaya”.

Dalam Al Quran Allah berfirman, “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya mengjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir.” (QS. An-Naml : 10-11).

Aku senang memandang rumput, dedaunan, bunga-bunga dengan hiasan sisa hujan atau embun. Keindahannya tiada tara, membuatku senantiasa bersyukur atas segala karunia yang telah Allah limpahkan.

Kisah bersama hujan yang romantis juga pernah aku alami. Ketika mengikuti proyek LPPM ITB ke Jambi. Saat survey rumah adat di Kampung Sebrang Sungai Batanghari, hujan lebat turun tiada henti. Lama sekali. Sesekali petir menyambar. Aku terjebak di teras sebuah rumah berduaan saja dengan seorang kating. Sedang teman lain entah terkurung dimana? Sementara tak ada yang bisa kami lakukan. Selain duduk menatap langit dan menikmati gemericik air hujan di pekarangan. Kami bercakap-cakap dengan asyik sebagai teman. Ternyata dia juga suka hujan. Kami bertukar cerita tentang hujan. 

Akhir cerita, aku dan kating yang suka hujan itu menikah. Kami berjodoh, kini sudah 26 tahun kami bersama dengan bahagia. Barakallah.

Belajar BRTT, Bebas Komiba, dan TSP di Pesantren Daarut Tauhid Bandung

Standar

Libur ‘tlah tiba … Libur ‘tlah tiba … Hatiku gembira.” 

Ada yang ingat lagu yang dinyanyikan Tasya ini? Mengisi waktu libur dengan kegiatan bermanfaat sangat penting untuk seorang anak. Nah … Anakku bungsu, Teteh beberapa kali mengikuti pesantren kilat (sanlat) untuk mengisi waktu liburnya. Sekarang sih … Teteh sudah pesantren betulan, kelas 7 di SMP Quran Al Ihsan Boarding School. Alhamdulillah.

Teteh besama teman kelompok dan kaka pembimbingnya di kegiatan Sanlat MQ.

Waktu kelas empat sekolah dasar tahun 2017, Teteh ikut sanlat MQ bersama Pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung. Lokasinya di Lembang. Selama 3 malam 4 hari. Senangnya Teteh karena sahabatnya Ara juga ikut. Waaahhhh … Liburan sambil menimba ilmu, berlatih menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, istiqamah dalam beribadah, berprestasi dan berakhlak mulia. Teteh juga ikut Sanlat di Puncak Bogor dan di hotel bilangan Jakarta Utara. Kenapa suka ikut Sanlat? Teteh bilang karena banyak ketemu teman baru dan kegiatannya seru.

Apa yang menarik dari Pesantren DT ini? Aku sudah menjadi santri kalong sejak sekitar tahun 1990. Sebagai mahasiswi berjilbab di-era itu sangat butuh dukungan lahir dan batin agar bisa istiqamah. Selain kuliah di Arsitektur ITB, aku juga ikut kajian agama di Masjid Salman dan Pesantren DT.

Suasana Jalan Gegerkalong Girang tempat Pesantren DT berada terlihat bersih dengan banyak tempat sampah yang mudah diakses. Pesantren DT sangat concern terhadap isu lingkungan. Sejak awal mengenal Pesantren DT, aku tertarik dengan budaya BRTT dan ‘Bebas Komiba’. BRTT merupakan singkatan dari Bersih, Rapi. Tertib, dan Teratur. Sedangkan Bebas Komiba bermakna Berantakan-Rapikan, Basah-Keringkan, Kotor-Bersihkan, Miring-Luruskan, dan Bahaya-Amankan. Keren kan?!

Adakah Mamah Gajah Bercerita yang juga pernah menjadi santri di Pesantren DT? Atau anaknya ikut sanlat MQ?

Ketertiban, kerapihan, dan kebersihan diterapkan dalam setiap kegiatan santri. Lihatlah tas santri yang berjejer rapi saat pelaksanaan shalat berjamaah. Ruangan juga bersih tanpa sampah.
Sepatu dan sendal disusun rapi menghadap ke depan, agar saat hendak digunakan kembali lebih mudah. Susunan disesuaikan dengan kelompok masing-masing.
Kegiatan makan bersama juga menerapkan bebas sisa. Jadi santri dilatih untuk tidak membuang makanan. Ambil saja secukupnya agar tidak sia-sia makanannya.

Nah … Teteh saat ikut Sanlat MQ mendapat materi sekaligus praktek BRTT dan Bebas Komiba. Salah satu contoh sederhananya ialah menyimpan alas kaki menghadap ke depan secara teratur. Pakaian santri diharapkan bersih, rapi, sebagaimana yang dicontohkan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai pendiri dan pembina. Santri wajib melakukan mengaplikasikannya, baik itu di lingkungan Pesantren DT maupun di rumahnya masing-masing. Santri harus membudayakan BRTT dalam kehidupan sehari-hari, Hal ini menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan sesuai dengan ajaran Islam.

Cottage Darul Jannah di lingkungan Pesantren DT, tempat favoritku kalau butuh staycation di Bandung.
Masjid dan bangunan kayu ini didesain oleh dosen Arsitektur ITB, Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA, Ph.D.

Lingkungan Pesantren DT mempunyai jargon TSP, yaitu Tahan dari buang sampah sembarangan, Simpan sampah pada tempatnya, Pungut sampah Insya Allah sedekah. Dalam kegiatan sanlat ada lomba menjadi pasukan semut untuk membersihkan lingkungan. Santri menyapu, memungut dan membuang sampah pada tempatnya. Seru sekali, hasil pungut sampahnya ditimbang dan ditukar menjadi reward. Kebersihan kamar dinilai dan diakhir kegiatan akan diumumkan juara kelompok terbersih.

Bagian dalam Masjid DT yang selalu dijaga kebersihannya. Sebagai bukti penerapan BRTT, Bebas Komiba, dan TSP.

Tiga konsep ini bukan sebatas jargon Pesantren DT, namun aku menjadi saksi Aa Gym langsung turun tangan. Beliau tak segan memungut dan membersihkan jika melihat sampah berserakan di sekitarnya. Pernah satu kali, Aa Gym sampai turun dari mobil ketika melihat ada yang buang sampah sembarangan di sekitar jalan dekat masjid DT. Sampah itu langsung dipungut dan dibuang ke tempat sampah. Hal ini menyebabkan para santri dan masyarakat menjadi lebih tergugah untuk menjaga lingkungannya agar bersih dan tertib tanpa terpaksa.

Yuk! Mengenal Kecerdasan Visual-Spasial Anak

Standar

Semula aku hanya menduga-duga he3 … Kaka dan Mas juga memiliki kecerdasan visual-spasial. Nah … Aku tebak saja Teteh juga sepertinya begitu. Bagaimana tidak? Hasil karya Teteh di dinding rumah penuh berhias goresan pinsil. Gambar-gambar sejak dia berumur setahun. Lucu deh! Ada gambar yang tingginya se-jendela. Ah … Ternyata Teteh menggambar sambil memanjat meja untuk menggapai tempat kosong (maklum dinding yang rendah sudah penuh semua hi3 …). 

Sebagian lukisan di dinding itu adalah karya Teteh.

Anak bungsuku, mengikuti pemeriksaan psikologis MIR (Multiple Intelligences Research). Aku mendapatkan report hasilnya adalah poin 4,1 (skala 5) untuk kecerdasan spasial visual. 

Hhhmmm … Apakah artinya? Membaca pendapat DR. Howard Gardner komponen inti kecerdasan ini adalah kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Spasial visual berkaitan erat dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendisain.

Menurut David F. Lohman seorang pakar psikologi dari Universitas Stanford (1979) menjelaskan bahwa kecerdasan spasial – visual merupakan kemampuan untuk menghasilkan, memelihara, memanggil kembali dan mengubah imajinasi visual yang terstruktur dengan baik di otak kita

Supraise juga untuk soal memotret. Tak disangka ternyata Teteh memiliki mata fotografi yang luar biasa. Ketika aku minta dia memotret, sedangkan aku yang jadi objeknya, waaahhhh … ternyata hasilnya cantik! Saat tes Kindi diminta membentuk sesuatu dari plasitin dan hasilnya bagus. Oh … Rupanya dugaanku tak meleset. 

Asyik nih jadi modelnya Teteh ketika piknik di kaki gunung Lawu.

Kadang hasil coba-cobanya sendiri -otodidak tanpa diajari menghasilkan foto dengan komposisi yang pas. Sepertinya harus sering dilatih dan diajak untuk berburu objek foto yang keren. Menggunakan smartphone pun hasilnya juga indah.

Aku dipotret Teteh di pantai Pelabuhan Ratu saat sunset.
Karya fotografi Teteh. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5ad15cf4cbe52348952c2c93/karya-fotografi-anak-10-tahun-ini-luar-biasa

Teteh mana tak tahan bila sehari saja tak pegang pinsil warna. Lincah nian menorehkannya di kertas gambar (bekas pun tak masalah yang penting bisa di warnai). Waktu TK, Teteh  mendapat nilai A untuk pelajaran paint under windows. Gurunya memberi pujian bahwa hasil karyanya melebihi kemampuan rata-rata teman-teman sekelasnya.

Kalau sedang asyik melukis gak bisa diganggu tuh! Kadang tangan dan kaki ikut dilukis juga ha3 … Ini Teteh umur 10 tahun.

Tes kali ini tidak hanya tentang IQ, tapi juga kecenderungan gaya belajar anak. Alhamdulillah … Aku jadi tahu kalau Teteh senang belajar dengan gambar. Teteh lebih mudah belajar dengan membayangkan, suka dengan warna juga belajar dengan metafora.

Teteh senang belajar melalui gambar dan metafora. Ciri paling menonjol dari anak dengan kecerdasan visual.

Ooo … Pantas saja waktu di ajak ke museum dia sangat antusias. Sebab di museum kan kita bisa melihat langsung dengan matanya bentuk-bentuk hewan, maupun beragam benda lainnya. 

Satu lagi nih … Teteh tuh lincah banget. Dia bergairah bila belajar dilakukan dengan aktivitas, drama, respon tubuh atau membuat kerajinan tangan. Hasil MIR mendaptkan poin 3,9 untuk kecerdasan kinestetiknya.

Sejak kecil Teteh senang sekali beraktivitas di luar ruang. Teteh sedang bermain trampolin di bukit Sekipan Tawangmangu.

Wah … Beneran deh! Aku tuh sampai kemringet kalau mendampingi aktivitas Teteh. Tidak bisa diam lama he3 … Malah senang kalau belajarnya dibumbui dengan acara menari -bergerak kesana kemari.

Loncat-loncat kayak bola bekel ha3 … Teteh berlibur di kebun teh Gunung Mas Puncak Bogor. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/10/20/kebun-teh-gunung-mas-jalan-jalan-bareng-hijaber-cilik/
Teteh menari di atas pasir pantai Baron Yogyakarta. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fbb8bc744b57802711dd472/pantai-baron-nan-eksotik
Was-was juga saat mencari Teteh kok gak ada pas dipanggil untuk makan siang. Ternyata Teteh main di tempat jemur pakaian dan merayap hingga pucuk atap genting rumah. Ini bukti fotonya hasil jepretan sahabatnya.
Teteh sedang mengerjakan tugas sekolah.

Orangtua harus sabar dan tetap semangat. Anak visual spasial itu cenderung senang buat berantakan rumah. Teteh kalau melukis ya bisa nge-blok bagian ruang kerja untuk gelar cat air, cat akrilik, karayon, pinsil warna, spidol, pulpen, kanvas, kertas, kuas-kuas, belum lagi tumpahan airnya. Belepotan lantai kadang juga bagian badannya berlumuran cat. He3 … 

Bermain lego juga sangat membantu Teteh untuk mengasah kecerdasan visual spasial berpadu dengan kinestetik. Balok-balok warna warni beragam ukuran disusun dan dirangkai menjadi bermacam bentuk. Koleksi lego Teteh cukup banyak dan pernah juga ikut lomba having fun aja sih! Alhamdulilah menang dapat hadiah lego. Wuuiiiihhh … very happy ya Teteh.

Teteh kalau sedang asyik buat hasta karya dari kain. Dia akan mengeluarkan kain-kain beragam corak. Jarum, benang, gunting. manik-manik, lem tembak akan berserakan. Hasil karya Teteh berupa ikat rambut, kalung – gelang manik-manik, tas / tote bag, dan mainan untuk kucing kesayangannya. 

Ikat rambut dari kain katun hasil hasta karya Teteh di sela PJJ pesantren daring. Korean garlic bread yang yummy ini juga buatan Teteh loh! https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fc8b4878ede480512678c82/jalankan-hobi-di-sela-pjj

Kalau lagi keluar kepinginannya masak … Heboh deh dapurku. Aneka tepung, telur, mentega, butter, coklat, dan segala peralatan. Mixer, spatula, panci, oven, talenan, dan teman-temannya akan jadi alat perang Teteh. Aku malah takjub, dia belajar dari internet. Lah! Aku gak hobi masak kok he3 … Seneng loh dibuatin Teteh sifon cake, pancake, dissert box, banana cake, dan minuman yummy berbahan dasar kopi.

Senangnya bisa mengetahui hal ini sejak dini. Sebagai orangtua tentu hal ini sangat berguna untuk menemani anak belajar. Sepakat dengan para ahli pendidikan, bahwa selagi masih anak-anak tentu bermain sambil belajar itu lebih asyik.

Silakan mampir juga di link berikut:

Puisi karya Abdul Nur Adnan untuk HBH Bani Tafsir Anom V

Standar
Edisi spesial Halal Bi Halal Idul Fitri 1442 Hijriyah.

KULALUI RAMADHAN TAHUN INI

Oleh: Abdul Nur Adnan.

Tuhanku, aku telah laksanakan perintahMU,

Selama sebulan aku tahan lapar dan haus dan kurang energi,
Aku tidak tahu, ya Tuhanku,
Apakah yang kulakukan itu telah memenuhi kehendakMu,
Atau karena tak kusadari semuanya menjadi tak punya banyak arti?

Tuhanku, aku memang bukan manusia sempurna,
Meskipun aku telah berusaha setidaknya untuk mendekati yang Engkau kehendaki,
Karena itu aku sangat berharap dari sifatMu yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih,
Catatlah aku bersama kelompok yg Engkau perbolehkan memasuki sorgaMu nanti .

Sementara itu aku berjanji, akan berbuat apapun walau sekedar mengaji,
Karena aku merasa dengan begitu aku merasa senang, terangkat harga diri,
Juga barangkali bagi yang mendengar suaraku yang sederhana ini.

Aku akan berusaha untuk terus sarat manfaat,
Aku ingin membersihkan sampah-sampah di jalan-jalan, botol air, botol minuman alkohol, dan kotak-kotak plastik bekas tempat makanan,
Bahkan tumbuh-tumbuhan liar di pinggir-pinggir kaki lima,
Bisakah itu menambah nilai untuk dapat masuk ke tamanMu nanti?
Ya Allah, semoga.

Aku pun ingin berbagi seperti Kau ingini,
Betapa banyak hidup orang menjadi sulit di masa pandemi ini,
Kutahu dari keluhan-keluhan kenalan baru di media sosial pagi tadi,
Mau diusir dari rumah kontrakan, anak meriang obat tak terbeli, tak ada makanan untuk sahur sebentar lagi.

Kawan baikku membisiki aku,
Ibu-ibu cantik itu bermain sandiwara,
merayu-rayu karena tahu kamu suka membagi-bagi uang di bulan suci ini.

Aku bilang: aku hanya ingin berbagi,
Jika mereka tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi,
Itu bukan urusan lagi.*

Pade Nur di Washington DC Amerika Serikat membacakan puisi dalam acara HBH Bani Tafsir Anom V via Zoom.

Kenanganku mengenal lebih akrab Pade Abdul Nur Adnan.

Ditulis oleh Dewi Laily Purnamasari

Aku mengenal Pade Nur, begitu sapaan akrabnya, pertama kali berjumpa saat ada acara silaturahmi di rumah Eyang Tjondro Jl. Dewi Sartika no. 8 Solo. Saat itu keluarga ibunda Sirriyah menjadi panitia penyelenggara.

Pada kesempatan lain, aku diberitahu suamiku Mas Aziz kalau Pade Nur sedang berada di Jakarta dan ia mengajakku untuk menemui beliau. Waaahhh … Senang sekali bisa bertemu dalam suasana yang lebih akrab. Supraise … Ternyata Pade Nur membaca beberapa artikelku di kompasiana.com. Akhirnya aku coba search google dengan keyword ‘Abdul Nur Adnan’. Muncullah informasi yang tayang di voaindonesia.com. VOA Voice of Amerika menerbitkan artikel tersebut pada tanggal 1 Oktober 2003, seperti cuplikan di bawah ini :

Sebagai penyiar radio, Abdul Nur Adnan dikenal luas lewat suara khasnya yang sering muncul dalam Siaran Pagi VOA. Sebagai pembawa sebuah acara dialog interaktif, wajahnya nampak di layar kaca, minggu demi minggu. Namun diluar kesibukannya selama on-air, ia juga sering melakukan wawancara dan merupakan salah seorang editor di ruang pemberitaan VOA Indonesia.

Hari-hari pria yang sebelum datang ke Amerika bekerja sebagai wartawan di Yogyakarta ini terbilang sibuk. Ketika diminta menggambarkan pekerjaannya, ia menjawab, “Menentukan ‘menu’ untuk Siaran Fajar, dan memilih laporan-laporan dari koresponden VOA di seluruh dunia untuk disajikan bagi para pendengar di Indonesia.” Tapi itu belum semuanya. Deskripsi pekerjaannya juga mencakup memandu acara interaktif dengan berbagai topik.

Bila tidak sibuk, Pak Nur, begitu ia akrab disapa, lebih memilih menonton pertandingan olah raga, baik secara langsung di stadion, maupun lewat televisi. Hobi lainnya mungkin sama dengan Anda, yaitu menyanyi di kamar mandi.

Saat berada di Indonesia beberapa waktu lalu, ia sempat mengutarakan keheranannya karena banyak orang yang mengenalinya. “Mulai dari porter hotel di Yogyakarta sampai dosen di Timur Lorosae,” ujarnya. Ini boleh jadi karena acara dialog interaktif asuhannya, Halo VOA, terbilang sukses di Indonesia. Salah satu indeks pengukurnya adalah bahwa setiap acara ini berlangsung, telpon di studio Washington selalu berdering puluhan kali.

Pak Nur lulus dari jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, pada tahun 1966. Di sana pula ia menemukan teman hidupnya, yaitu Bidayah, yang kemudian menjadi ibu dari ketiga putranya.

Sumber https://www.voaindonesia.com/a/a-32-a-2003-01-10-8-1-85165852/26783.html

Ada juga berita tentang Pade Nur di media online seperti di suaramerdekasolo.com, newsdetik.com, ibtimes.id, dan news.ums.ac.id/

Sila mampir di link berikut ini :

Status Facebook 18 Mei 2021. 18 Mei tanggal bersejarah bagiku. Pada tanggal itu tahun 1969 aku berangkat ke Ameria Serikat bersama keluarga. Aku menerima tawaran untuk bekerja di Radio SUARA AMERIKA di Washington DC. Beberapa hari yang lalu ada yang masih ingat kata pendahuluan ketika aku akan mengantar Warta Berita: “Dari Studio 11 Suara Amerika, Abdul Nur Adnan dengan Warta Berita.” Ada yg masih ingat kata-kata ku yang lain?

https://suaramerdekasolo.com/2019/06/26/pulang-kampung-rindu-abdul-nur-adnan-tersampaikan/

BERDIALOG : Abdul Nur Adnan (tengah pegang mix), salah satu cucu pendiri Masjid Tegalsari, Laweyan, Solo berdialog dengan jamaah masjid dan warga Tegalsari saat digelar dialog jelang 1 abad masjid setempat, Rabu (25/6). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

https://suaramerdekasolo.com/2019/06/25/malam-ini-abdul-nur-adnand-berdialog-tentang-sejarah-berdirinya-masjid-tegalsari/

https://suaramerdekasolo.com/2019/06/23/dialog-bersama-mubaligh-dari-amerika-abdul-nur-adnan/

Sebuah kisah menarik dari Pade Nur ketika harus memilih memberikan kesempatan belajar bahasa Indonesia atau agama kepada anak-anaknya di Amerika Serikat. Berikut kutipannya :

Pada waktu itu, les bahasa Indonesia diselenggarakan di KBRI setiap hari Sabtu, sedangkan pelajaran agama diadakan pada hari minggu di Sunday School. Anak-anak keberatan jika hari Sabtu dan Minggu harus bersekolah karena mereka tidak akan punya waktu untuk bermain dan bersantai-santai.

“Karena itu saya harus memilih memberikan pelajaran agama atau bahasa Indonesia. Dan saya memutuskan untuk memberi pelajaran agama karena kalau bahasa Indonesia tidak diperlukan secara langsung di Amerika. Kalau nanti mereka memerlukan secara langsung, saya bisa kursuskan mereka,” kata kata mantan wartawan Voice of America (VOA) yang sudah memasuki masa purna tugas ini.

Sumber https://news.detik.com/berita/d-2749779/memperkuat-rajutan-nasionalisme-di-negeri-orang

Pada hari Kamis, 3 Juni 2021, Pade Nur menayangkan pembacaan puisinya di kanal Youtube Muhammadiyah Amerika Serikat. Puisi yang menggetarkan hati, sungguh aku sangat terharu menyimaknya. Pade Nur juga sangat menghayati saat membacakannya. Rasanya ikut terhanyut dengan suasana Jerusalem dan Masjidil Aqsha. Monggo disimak link Youtube di bawah ini :

Pade Nur piawai menulis puisi dan sangat menjiwai saat membacakannya. Barakallah …
Sumber Youtube Muhammadiyah Amerika Serikat. https://www.youtube.com/watch?v=9e6-3Rr90vM
Kami, Abdul Nur Adnan & istri, Bidayah Adnan, mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI, maaf lahir batin. Sumber FB.

Baca juga artikel ini :

Masalah Lingkungan, Masalah Kita Bersama

Standar

Awal tahun 2021 berbagai daerah di Indonesia mengalami bencana banjir. Seringkali media hanya fokus pada keadaan Ibukota Negara saja. Padahal bencana banjir 2021 hampir merata di wilayah Indonesia dari ujung Barat hingga Timur. 

Jangan salahkan hujan. Namun berkacalah dengan ulah manusia yang menimbulkan kerusakan lingkungan. Air hujan seharusnya selalu punya jalan pulang. Bisa meresap ke dalam tanah, atau mengalir mengikuti kontur, dan kembali ke sungai, danau, atau lautan bebas. Sayang seribu sayang … Air hujan tak lagi punya jalan pulang. Tempat kembalinya telah digusur, digeser, bahkan dirampas dan dirampok oleh manusia.

Indahnya alam Indonesia patut kita jaga kelestariannya, karena akan diwariskan kepada anak-cucu kelak. Jangan rusak lingkungan demi kepentingan sesaat.

Mari berkaca pada bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Bencana longsor di Desa Cihanjunga Sumedang terjadi pada 9 Januari. Longsor terjadi dua kali yakni pada pukul 16.00 WIB dan pukul 19.00 WIB. Terdapat 1.020 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Hingga kini, korban tewas yang berhasil ditemukan berjumlah 36 orang. 

Masih di Jawa Barat, ibukota provinsipun terdampak banjir. Kota Bandung dan Kabupaten Bandung seperti jalan Cinunuk dan jalan antar kota menuju Sumedang dan Garut. Akhir tahun 2020, jalan Pasteur dan daerah Sukajadi dilanda banjir dan menyebabkan beberapa mobil mengalami kendala mesin karena terendam air.

Akibat tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Sawi jebol, banjir pun melanda desa Sumber Rejo Kabupaten Demak. Selain rumah, banjir juga merendam sawah dan areal pertanian. Bergeser ke Timur, di Kabupaten Gresik, Kali Lamong meluap dan merendam 9 desa di Kecamatan Cerme. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 Januari 2021.

Pulau Kalimantan pun tak luput dari banjir. Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar bila hujan dengan intensitas tinggi memang kerap dilanda banjir. Pada tanggal 11 Januari 2021 di Kabupaten Tanah Laut mengalami banjir dan mengakibatkan 2.900 lebih warga terdampak. Hujan deras mengguyur Kota Samarinda di jalan AW Syahranie yang menghubungkan dengan Kota Bontang dan Kutai tak bisa dilalui.

Banjir di Kalimantan tahun 2021. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/02/01/kerusakan-alam-di-hutan-kalimantan-sebabkan-banjir-besar-tahun-2021/

Tahun-tahun sebelumnya di Sulawesi dan Papua juga terjadi banjir bandang yang menerjang beberapa kawasan. Ditengarai kerusakan lingkungan sangat parah terutama akibat pembalakan liar di hutan-hutan. Sehingga hutan gundul dan tak lagi menahan curah hujan yang tinggi. 

Sedangkan di kota-kota masalah membuang sampah sembarangan, selokan mampet, aliran sungai mengecil karena sempadan sungai dijadikan pemukiman. Perubahan tata guna lahan dari lahan resapan air menjadi lahan beton. Tak ada biopori atau sumur resapan dan pohon pelindung. Belum lagi rob akibat pasang air laut untuk kota di tepi pantai.

Kita bisa berperan apa? Agar tak menjadi penyebab kerusakan lingkungan?

Tentu aku sebagai warga tak terdampak banjir merasa sangat prihatin terhadap saudara yang terkena musibah. Hal kecil yang bisa aku lakukan sebagai cara pencegahan banjir dalam skala rumah tangga diantaranya membuang sampah pada tempatnya. Semoga tahun ini bisa memilah sampah organik dan non-organik lebih disiplin lagi. Aku juga ingin membuat kompos dari sampah organik tapi belum kesampaian nih.

Pampa, Prairi, Stepa, dan Grassland main di taman rumput, sekarang diberi perkerasan dengan 20 titik biopori.

Aku juga menanam pohon pelindung agar air meresap dengan baik. Ada pohon tanjung dan mangga tumbuh di halaman, rimbun dan akarnya menghujam jauh ke dalam tanah. Aku juga menanam pohon kamboja dan kelor. Suamiku membuat 20 titik biopori di sekeliling rumah, agar air hujan masuk ke dalam tanah tidak langsung terbuang ke selokan atau drainase kota.

Kolam dibuat agar ada penguapan air untuk menjaga kelembaban udara. Uniqlo senang memandangi ikan hilir mudik di kolam.
Pohon kamboja tempat favorit Tahu dan Tempe. Rimbunnya pohon tanjung memasok oksigen dan mengundang burung liar berkicau setiap pagi. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/55294fa5f17e61575d8b45a6/ajak-anak-cinta-pohon
Mengajak Teteh cinta lingkungan. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5500b64ca333114e75511959/10-tempat-sampah-di-rumahku

Semoga kesadaran menjaga lingkungan terus bertambah. Aku juga ingin para penjahat lingkungan agar diberi sanksi keras supaya jera. 

Hari Sepeda Sedunia Dirayakan Pada Tanggal 3 Juni

Standar

Hari ini ditetapkan sebagai ‘Hari Sepeda Sedunia’. Tema tahun 2021 adalah keunikan, serbaguna, dan umur panjang, sederhana, berkelanjutan, ekonomis, dan andal.

Leszek Sibilski berkebangsaan Polandia-Amerika, Sang Sosiolog yang mencetuskan pertama kali World Bicycle Day pada tahun 2018. Akhirnya resolusi tersebut didukung oleh 193 negara anggota PBB termasuk Indonesia.

Bersepeda di Kebun Raya Bogor dengan latar Istana Bogor. Bangunan ini merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan faunanya. Salah satunya adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang

Alhamdulillah diberi nikmat sehat masih bisa gowes di usia 50 tahun. Oya … kalau tidak salah ingat, aku bisa gowes sepeda roda dua itu kelas 2 SD, he3 … telat ya? Itupun belum punya sepeda sendiri, masih nebeng teman. Ketika aku meminta Bapa membelikan sepeda, beliau memintaku bersabar sebentar, Saat itu tak cukup uang untuk membelinya.

Pada akjir tahun 70-an Bapa sedang menempuh studi dokter spesialis dan kami hidup bersahaja. Tak punya mobil, motor, bahkan sepeda. Akhirnya saat naik kelas 4 SD, Bapa mengajakku ke Pasar Rumput untuk membeli sepeda baru. Waaahhhh … senang sekali hatiku. Sepanjang perjalanan aku tersenyum terus. Kami naik oplet kemudian naik bemo (siapa teman di sini yang masih merasakan naik kendaraan umum itu?). Aku memilih sepeda mini yang ada sandarannya. Sepeda berwarna merah dilengkapi bel dan pita-pita yang menjulur dari ujung setang. kami pulang naik bajaj karena harus membawa sepeda.

Sejak saat itu setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku gowes keliling kampung Cikoko Pancoran. Pulang sekolah main lagi sepeda. Sore hari atau hari libur pastilah diisi dengan bersepeda. Saat aku kelas 5 SD, keluarga kami pindah ke Kramatjati. Aku masih terus asyik dengan hobi gowes hingga ke Condet dan Halim.

Lebih seru lagi saat Bapa dipindahtugaskan ke kota Cirebon. Aku sangat menikmati keliling kota dengan sepeda balap milik adik laki-lakiku. Hi3 … lucu juga ya, itu sepeda kan hadiah untuk adik. Eeehhhh … malahan aku yang lebih sering menggunakannya. Hari Ahad biasanya aku main bareng -gobar bersama teman-teman sekolah sampai ke Ciperna.

Hobi bersepeda sempat pause alias berhenti sesaat, ketika aku kuliah di ITB Bandung. Pernah sih terpikir akan membawa sepeda ke Bandung, tapi tak memungkinkan. Semester awal (masa TPB di ITB) aku tinggal di rumah kerabat dengan jalan yang menanjak. Begitupun saat kos di daerah Tubagus Ismail, aku merasa kontur jalan di Bandung tidak bersahabat untuk pesepeda seperti aku ini ha3 …

Tapi setelah aku punya rumah di Bandung,, beberapa kali gowes di sekitar kawasan ITB dan jalan Dago. Cuma ya itu tadi, kalau nanjak kok ya gak terlalu enjoy.

Bersyukur aku menikah dengan penyuka gowes juga. Jadi anak-anakku sudah punya sepeda sejak kecil. Mereka bahkan sudah bisa bersepeda roda dua sejak TK. Kegiatan bersepeda menjadi quality time keluarga. Sayangnya … setelah mereka pesantren dan kuliah jarang sepedaan bareng lagi. Namun aku dan suami berusaha terus bersepeda untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Ya gowes tipis-tipis aja. Itu pun sudah bikin aku bahagia.

Yuk! Ikut nikmati parade foto aku dan keluarga bersepeda di berbagai lokasi.

Bersepeda di Gresik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fa0e1218ede4845320fcd72/hobi-bersepeda-sudah-40-tahun-lebih
Gowes di hutan mangrove Jakarta. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/603324aed541df060074b712/ekowisata-mangrove-sensasi-olahraga-di-tengah-hutan-jakarta
Taman Impian Jaya Ancol Jakarta tempat gowes yang asyik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/6020f2e98ede48723f36a7d2/gowes-di-ancol-symphony-of-the-sea
Bersepeda di jalan Sudirman Jakarta. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/607539de8ede4857342a0712/gowes-sambil-menikmati-indahnya-pusat-kota-jakarta
Seru gowes di Kota Tua Jakarta. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/10/20/bersepeda-di-kota-tua-jakarta-jalan-jalan-bareng-hijaber-cilik/
Bersepeda harus menjaga etika ya … https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5ee6464c097f366d8f13d442/bersepeda-juga-harus-beretika
Taman Mini Indonesia Indah pilihan tempat gowes yang nyaman. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/6017874c8ede480f15475234/gowes-di-tmii-bikin-happy
Berlibur di Solo diisi kegiatan bersepeda. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5501204da33311d37251309a/dari-jakarta-mengejar-cfd-di-solo
Bersepeda di kampus ITB Bandung.
Seru gowes di Kota Tua Semarang.
Sambil ikut kegiatan Bandung Lautan VW bisa sepedaan di Kota Baru Parahiyangan.
Bersepeda menyusuri jalan Thamrin Jakarta saat car free day.
Sebelum masuk kantor gowes dulu keliling Monas Jakarta.
Menyelusuri kawasan kampus UI Depok dengan bersepeda.
Bersepeda di kebun teh Gunung Mas Puncak Bogor sejuk dan segar.
Gowes di TMII Jakarta suasananya menyenangkan.
Taman Margasatwa Ragunan tempatnya sejuk untuk bersepeda.
Kawasan Halim asyik juga untuk gowes tipis-tipis.
Enjoy in Bali. Bersepeda disela dinas kantor.
Gowes sendirian di kota Cirebon. Mampir di Keraton Kasepuhan, Masjid Sang Cipta Rasa, gedung BAT, kantor Bank Indonesia, stasiun kereta Kejaksan, dan Balaikota.
Car Free Day Jakarta seru gonceng Teteh ketemu komunitas sepeda onthel jadul.

Review Serial Film Narnia, dari Novel Legendaris ke Film Epik

Standar
Koleksi serial novel Narnia milik Mas.

The Chronicles of Narnia ada tujuh buku dan serial ini satu-satunya karya C.S Lewis untuk anak-anak. Nah … Pemilik novel legendaris ini adalah anakku tengah yang biasa disapa Mas. Penerbit edisi Bahasa Indonesia cetakan keenam ini adalah PT. Gramedia Pustaka Utama. Mas berusia jelang 7 tahun ketika aku memberi hadiah serial novel Narnia. Bacaannya sudah mulai beralih ke novel, walau masih membaca komik tentunya he3 … Sekarang Mas kuliah semester 6 di Planologi ITB dengan hobinya membaca novel dan menonton film.

Sang Singa, sang Penyihir, dan Lemari adalah buku pertama dari serial novel The Chronicles of Narnia karya C.S Lewis. Penulis novel lahir pada tahun 1898 di Belfast Irlandia Utara. Dia pengajar Sastra Inggris di Magdalen College, Oxford kemudia menjadi Profesor Sastara Abad Pertengahan dan Masa Renaisans di Cambrige University. Dia tinggal di Cambrige sampai wafat di tahun 1963. 

Mas ingin sekali punya koleksi serial novel ini karena menonton film “The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe” yang sungguh epik. Film ini tayang pada akhir tahun 2005. Latar cerita yang keren diawal abad 19. Tokoh utama dalam film ini adalah empat orang kaka beradik Peter, Susan, Edmud, dan Lucy Pevensie. Produser film ini adalah Andrew Adamson dan diproduksi oleh Walt Disney Pictures. Adapun genre film masuk kategori fantacy dan family.

Peter, Susan, Edmud, dan Lucy Pevensie memasuki dunia Narnia yang ajaib saat musim salju. Mereka berhadapan dengan kutukan jahat Penyihir Putih (sumber timeout.com).

Berawal dari pecahnya perang dunia kedua di daratan Eropa, empat kaka-beradik Pevensie diungsikan ke sebuah rumah milik seorang Profesor di desa kecil. Petualangan bermula ketika Lucy menemukan lemari tua di rumah Profesor.

“Itu lemari ajaib. Ada hutan di dalamnya, dan di sana sedang hujan salju! Ayo, mari lihat.” kata Lucy memohon. Tapi, tak lama kemudian mereka menemukan diri mereka menghadapi bahaya yang sesungguhnya ketika Lucy masuk ke dunia ajaib Narnia. Musim salju dan Penyihir Putih adalah ancaman terbesar di sana. Hanya keempat anak serta singa agung Aslan, yang bisa mematahkan kutukan jahat penyihir itu.

Lucy dan sahabatnya bangsa Narnia. (sumber BBC Indonesia).
Penyihir Putih dan Edmud. (sumber Hypable.com).

Edmund diam-diam pergi ke istana Penyihir Putih, dimana terdapat banyak patung batu,. Siapakah mereka? Ternyata patung itu adalah musuh Penyihir yang telah disihir menjadi batu. Edmud dianggap gagal membawa ketiga saudaranya dan dikurung di Istana tersebut. Berang-berang yang menyadari hal tersebut langsung meninggalkan rumahnya dan menuntun ketiga Pevensie ke tempat Aslan. Di perjalanan, mereka terus diburu oleh suruhan Penyihir Putih.

Setelah pertarungan yang seru dibantu Aslan, Singa yang berwibawa di negeri Narnia, Peter, Susan, Edmud, dan Lucy dinobatkan menjadi Raja dan Ratu. King Peter the Magnificent (Raja Peter yang Agung), Queen Susan the Gentle (Ratu Susan yang Lemah Lembut), King Edmund the Just (Raja Edmund yang Adil) dan Queen Lucy the Valiant (Ratu Lucy yang Berani).

Beberapa tahun kemudian, mereka yang telah dewasa memburu rusa putih. Mereka melihat lampu jalan dan berjalan lurus ke arah semak-semak. Ketika memasukinya, semak-semak tersebut berubah jadi mantel dan mereka kembali ke lemari, tempat awal mereka masuk ke Narnia, dan juga kembali menjadi anak-anak. mereka kembali ke rumah Professor.

Asli asyik banget! Menonton film ini sampai berulang kali saat liburan. Iiihhh … Aku aja suka loh lihat adegan memanah dan berkuda. Belum lagi kostumnya yang keren, karakter pemainnya yang apik dengan latar alam yang memesona. Singa Aslan tampak berwibawa dan magical -ajaib dunia hayalan ini sungguh seru ditonton bersama keluarga.

Oke mari kita lanjut membuka buku berjudul Prince Caspian. Pangeran ganteng ha3 … Anakku bungsu Teteh suka banget nih dengan film kedua ini. Kisah berawal saat keempat tokoh utama akan kembali ke sekolah. Mereka berada di stasiun kereta api. Lalu koper-koper, bangku, peron, dan stasiun menghilang. Mereka berpegangan dan terengah-engah, menemukan diri mereka berdiri di tengah hutan lebat -hutan itu begitu rapat sehingga cabang-cabang, menusuk mereka dan nyaris tidak ada tempat untuk bergerak.

“The Chronicles of Narnia: Prince Caspian” adalah film bergenre action, adventure, dan family telah rilis pada tanggal 16 Mei 2008. Film ini disutradarai oleh Andrew Adamson serta dibintangi oleh Ben Barnes, Skandar Keynes, dan Georgie Henley.

Prince Caspian, Peter, Susan, Edmud, dan Lucy mengalahkan Raja Miraz. (sumber Netflix)

Mereka semua mengusap mata dan menarik nafas panjang. “Oh, Peter!” teriak Lucy. “Apakah mungkin kita sudah kembali ke Narnia?” Narnia … tempat para binatang bicara … tempat pohon-pohon berjalan … tempat perang akan dimulai. Hak seorang pangeran atas takhtanya dicabut. Dia mengumpulkan pasukan dan berusaha menyingkirkan raja palsu dari negerinya. Tapi, akhirnya, duel mempertahankan kehormatan antara dua prialah yang akan memutuskan nasib seluruh dunia.

Peter, Susan, Edmund, dan Lucy memulai petualangan lagi di tanah Narnia setelah satu tahun kembali ke dunia mereka. Selama satu tahun setara 1.300 tahun Narnia mengalami banyak hal telah yang berubah. Narnia berada dalam puncak kejayaannya saat ini sedang berada di bawah tirani Raja Miraz. Dia merebut kekuasaan dari tangan Pangeran Caspian.

Raja Miraz telah membunuh ayah Pangeran Caspian. Hingga sekarang masih saja merasa terancam karena sang pangeran masih hidup. Dia ingin menghabisi Pangeran Caspian, agar tahta beralih ke tangan anaknya. Untunglah Pangeran Caspian berhasil meloloskan diri, lalu bergabung bersama para makhluk dan binatang yang hidup dalam persembunyian.

Raja Miraz dikalahkan oleh Prince Caspian dalam duel di sebuah gelanggang tarung. (sumber IMDb.com).

Prince Caspian tidak mau membunuh Raja Miraz. Dia membiarkan Raja Miraz hidup. Namun, salah satu bangsawan Narnia, Lord Sobiespiel menusuknya hingga mati dan menuduh Narnia telah membunuhnya. Telemarine lainnya sudah siap, bertempur dengan kelompok Narnia. Pada awalnya taktik bangsa Narnia berjalan dengan sangat baik namun masuknya Infanteri Telemarine membuat mereka kewalahan. Sementara itu di hutan lalu sebagian dari Telemarine meninggal karena raja air merobohkan jembatan yang dinaiki oleh telemarines dan ternyata Aslan masih hidup. Kemenangan pun berada di pihak Prince Caspian.

Beneran keren! Cocok menonton film ini bareng keluarga, namun Teteh tetap harus mendapat pendampingan yang tepat. Beberapa adegan termasuk kategori dewasa. Lebih asyik lagi, sambil ngemil popcorn dan nyeruput kopi di ‘home sweet home‘. Bukan ‘home alone‘ loh!

Walau serial ini ada tujuh buku, namun baru tiga buku yang difilmkan. Judul buku The Voyage of the Dawn Treader menjadi film ketiga. Petualangan Dawn Treader dirilis pada akhir tahun 2010. Petualangan menuju ujung akhir dunia.

Film “The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader” yang bergenre adventure, family, dan fantasy ini adalah besutan sutradara Michael Apted. Penulis skenario adalah Christoper Markus, Stephen McFeely, dan Michael Petroni. Film ini dibintangi oleh Ben Barnes, Skandar Keynes, Georgie Henley, Will Poulter, dan Gary Sweet.

Narnia, di mana naga terbangun. Di mana bintang menjejaki bumi. Di mana apa pun bisa terjadi. Seorang raja dan beberapa teman seperjalanan yang tidak disangka-sangka memulai pelayaran yang akan membawa mereka ke negeri-negeri tak terjamah. Lucy dan Edmud lah yang bisa berada di petualangan ini, karena Peter dan Susan sudah tidak bisa lagi masuk ke dunia Narnia.

Latar cerita adalah lautan tanpa batas. Aslan, Singa Agung selalu hadir di serial film Narnia dengan karakter unik. (sumber IMDb.com)

Ketika bergerak kian jauh dan terus menjauh dari perairan yang dikenal, mereka mendapati petualangan ini ternyata lebih luar biasa daripada yang pernah mereka bayangkan. Ujung akhir dunia hanyalah sebuah permulaan. Aslan dan ciuman Singa di dahi mereka kemudian-kamar tidur belakang di rumah Bibi Alberta dan sepupu Eustace di Cambrige.

Eustace, sepupu yang semula menyebalkan akhirnya turut berpetualang bersama Edmud dan Lucy. (sumber nytimes.com).

Ketika teman seperjalanannya melihat Eustace, pertama-tama mereka tidak mengenalinya. Namun dengan bahasa isyarat akhirnya mereka mengetahui bahwa Eustace-lah naga itu. Raja Caspian mengenali gelang yang dipakai Eustace sebagai milik Lord Octesian. Mereka beranggapan Lord Octesian tidak pernah pergi hidup-hidup dari pulau itu. Dalam bentuk seekor naga,

Eustace menjadi sadar atas kelakuan nakalnya. Dia berubah menjadi lebih baik dan bersedia membantu kelompoknya dengan kemampuannya sebagai seekor naga. Suatu malam tiba-tiba Aslan muncul untuk mengunjungi Eustace. Aslan merubahnya kembali menjadi seorang anak laki-laki. Sebagai hasil pertemuannya dengan Aslan, Eustace kini menjadi anak yang jauh lebih baik. Setelah Dawn Treader diperbaiki, mereka meninggalkan Dragon Island, demikian mereka menamakan pulau itu, dan melanjutkan perjalanan mereka.

Hanya dua hal lagi yang perlu diceritakan. Salah satunya adalah Caspian dan para pelautnya mencapai Pulau Ramandu dengan selamat. Dan ketiga lord terbangun dari tidur mereka. Caspian menikahi putri Ramandu dan mereka akhirnya sampai di Narnia kembali. Dan gadis itu menjadi ratu agung dan ibu juga nenek dari banyak raja. 

Cerita yang luar biasa menegangkan. Latar cerita di laut dengan segala pernak pernik unik kapal layar. Adegan demi adegan juga membuat deg-degan. Seru banget! Hayu … Siapkan waktu bersama keluarga. Bisa di sore hari atau malam sebelum tidur. Tak apa sedikit terlambat memejamkan mata karena kebersamaan itu sangat berharga.

Selamat berlibur … Semoga bahagia.

Artikel ditulis untuk MGN Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni 2021 bertema Review Film Keluarga. Sila mampir di link ini https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-juni-film-keluarga/ bila tertarik untuk ikutan menulis dan mengirimkan artikel.

Nonton ulang serial film Narnia di Disney+ demi MGN.

Sssttt … Ternyata popcorn yang aku buat sendiri ternyata tak seenak yang dijual di CGV dan XXI Studio. Ada rasa kangen mengantri beli tiket, membeli popcorn, lalu menunggu suara panggilan “Pintu teater satu telah dibuka”. Eeehhh gitu bukan ya? Siapa Mamah Gajah yang sudah menonton film di bioskop pada masa pandemi Covid-19 ini?